40. Exhibition

8 9 0
                                        

"Jangan cari aku karena kamu tidak akan mengenaliku. Biarkanlah nantinya aku saja yang mencarimu"

♡♡♡

Setelah beberapa hari tampak Gren telah kembali ke aktifitasnya seperti semula. Dari setelah saat itu Zeva jarang ngechat Gren.

Dia hanya sesekalinya terus memberikan semangat tanpa mencari topik untuk ngechat. Dia berfikir Gren butuh waktu untuk menormalkan kembali kondisi hatinya.

Akan tetapi hal itu membuat Gren merindukan kisah kasih Zeva. Dia yang menginginkan untuk waktu sendiri tapi ternyata dia tidak bisa untuk terus sendiri dan disendirikan.

Malam itu, Gren pergi ke rumah Zeva.
Bel ditekan 3 kali oleh Gren. Lalu munculah sosok yang dia sangat kejutkan. Yakni mamanya Zeva.

"Malam tante.." sapa Gren langsung bersalaman dengan Riva, mamanya Zeva.

"Malam, cari Zeva ya?" Tanya Riva

"Iyaa tante" ucap Gren

"Masuk aja dulu" Riva mempersilahkan Gren masuk

Lalu Gren duduk di Sofa. Riva memanggilkan Zeva yang ada di kamar. Zeva keluar karna katanya mamanya ada temannya. Tak taunya itu adalah Gren.

Dia terkejut mendapati Gren yang udah duduk di Sofa ruang tamu rumahnya tanpa mengabarinya dahulu.

"Gren?!" Pekik Zeva kaget melihat Zeva yang hanya mengenakan kaos pendek dan celana pendek

Gren hanya tersenyum. Tak mengucapkan sepatah kata apapun.

"Kok lo dateng ga ngabarin dulu sih?" Tanya Zeva duduk di sampingnya

"Salah timing ya? Ternyata lo masih sibuk sama keluarga" ucap Gren

"Ee--nggak kok! Emangnya mau ngapain?" Tanya Zeva

"Mau ngajak jalan aja sih. Tapi kalau lo sibuk yaudah gue pulang aja gapapa" ucap Gren

"Ja-ngan lah! Ben-ntar yaa! Tunggu sini dulu.." ucap Zeva yang canggung dan langsung berlari ke atas

Tak lama kemudian Zeva keluar dari kamarnya dan telah dandan cantik dengan pakaiannya juga.

"Mau kemana cantik cantik begini?" Tanya Riva yang kebetulan lewat didepannya

"Ngedate lah mah. Itu tadi cowoknya Zeva" ucap Zeva

"Yaudah ati-ati yaa kalau gitu" ucap Riva

Zeva mengangguk. Lalu berjalan turun ke bawah dan kembali menghampiri Gren.

"Udah siap. Ga lama kan?" Kekeh Zeva

Gren hanya tersenyum.

Lalu mereka berjalan keluar dan mereka pun jalan.

♡♡♡

Mereka memasuki pameran lukisan yang dibuka saat malam hari.

"Kenapa kesini?" Tanya Zeva

"Mumpung ada tiketnyaa, jadi sekalian ngajak kamu deh" tukas Gren menunjukan tiketnya.

Tiket ditunjukkan dan mereka berjalan masuk lalu berjalan memutari tempat pameran sambil melihat-lihat satu persatu lukisan.

Zeva memotret beberapa lukisan yang kiranya menarik dan indah.
Mereka awalnya terdiam, apalagi Zeva tengah asyik memotret karena bagus banget hasil karya lukisan disana.

"Sebenarnya cuman pengen ngajak ngobrol aja sih Zev. Besok udah bisa sekolah" ucap Gren

Zeva menoleh menatap muka keseriusan Gren yang mau mengobrol dengannya sambil jalan. Karena sangat mengerti Zeva pun memasukkan ponselnya dalam tas kecilnya dan memegang tangan kiri Gren untuk digandengnya.

"Congrats udah bisa kembali ke sekolah. I miss you very much" ucap Zeva tersenyum manis dan tulus

Gren menggandengnya juga lalu mereka kembali berjalan.

"Thanks ya Zev. Lo udah selalu ada buat gue. Gue gatau harus gimana lagi balesnya. Hati lo sangat mulia" ucap Gren tanpa menoleh dan hanya melihat ke arah depan.

Zeva menoleh ke arah Gren yang tak mampu menoleh ke arahnya.

"Asal lo ga kemana-mana aja gue juga udah bahagia kok ada lo" ucap Zeva

Mereka berjalan lagi. Zeva menghentikan langkahnya dan juga Gren. Lalu ia mengeluarkan ponselnya lagi.

"Daripada mellow-mellow mending kita foto-foto aja" ucap Zeva

Gren mengangguk.

Lalu mereka saling berfoto penuh ke romantisan. Foto bersama, selfie dan foto sendiri yang ekstetik dari belakang.

Lanjut setelahnya, mereka jalan kembali.

"Kira-kira kalau nanti semuanya kembali. Foto ini akan tetap mukanya Zeva atau muka kamu?" Tanya Gren

Deg. Kenapa Gren malah mengungkit hal yang tak ingin ia fikirkan.

"Gren. Kamu takut ya aku pergi?" Tanya Zeva

Gren mengangguk. Mereka berhenti dan saling berhadapan.

"Mungkin akan tetap sama dengan Zeva yang asli bukan aku." Ucap Zeva

"Bahkan kenangan juga ga bakal ada?" Tanya Gren

"Semoga aja nanti aku bakal ingat kamu kok" tukas Zeva tersenyum

"Emm, kamu inget kan tempat-tempat yang pernah kita datengin berdua? Akan aku kasih satu pertanda di masing-masing tempat itu. Supaya kamu inget kalau dateng lagi" ucap Gren

Zeva mengangguk lalu memeluk Gren tiba-tiba. Gren terkalut dalam pelukan itu. Saat itu mereka hanya berdua di sisi paling belakang area pameran. Jadi tidak ada yang lewat dan mengganggu mereka.

"Zev. I wanna kiss you. Can you give me a chance?" Ucap Gren masih dalam pelukan.

Zeva hanya memundurkan kepalanya dan mendongak ke hadapan Gren. Kedua tangannya masih merangkul di perut Gren.

Zeva menoleh ke kanan kiri.

"Yakin? Masih mau sama aku?" Tanya Zeva menanyakan hal yang aneh tiba-tiba

"Ma-ksudnya?" Bingung Gren












♡♡♡

Hello Everyone!!👋

Gimana ceritanya? Suka?😍

Pantengin terus yaa😇

Jangan lupa Vote and Komen😘

Grenze Lovers! Stay Read yaw 🤗

See you next chapter 💖💖

TE AMO 🌹💟

GRENZE Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang