03° UKS

7.4K 432 153
                                        

Hai hai hai
Assalamualaikum kalian semua

Sebelum baca jangan lupa vote sama komen ya

🍃 HAPPY READING 🍃

Pukul setengah sembilan malam Ardan baru sampai di rumahnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Pukul setengah sembilan malam Ardan baru sampai di rumahnya. Dia memarkirkan motornya di sebelah motor Argan.

Ardan berdiri di depan pintu, dia sengaja tak langsung masuk. Dia takut kalau Ayahnya marah karena dirinya pulang malam. Meskipun bagi remaja lainnya, pukul sembilan itu masih tidak terlalu malam.

Terdengar suara canda tawa dari dalam rumah. Sudah bisa ditebak itu pasti keluarganya yang sedang tertawa tanpa dirinya.

Ardan menguatkan hatinya dan memasuki rumah.

"Assalamualaikum," ucap Ardan memasuki rumah.

"Waalaikumsalam," balas Argan. Sudah pasti hanya Argan yang akan menjawab salam darinya.

Ardan menghampiri ketiga orang berbeda gender tersebut. Dia hendak menyalami kedua orang tuanya. Namun, baru mengulurkan tangan tiba-tiba,

Plak

Suara tamparan terdengar.

Kepala Ardan menoleh ke samping saat tamparan mendarat dengan mulus di pipi. Dia merasakan panas dan kebas pada pipinya.

Baru pulang, harapan yang dirinya inginkan langsung pupus. Dia berharap orang tuanya akan menyambutnya dengan senyuman mengembang diwajah. Namun, itu tidak akan pernah terjadi. Selalu saja hanya tatapan sinis bahkan tamparan yang dirinya dapatkan.

"HABIS DARI MANA KAMU? BUKANYA BELAJAR MALAH KELAYAPAN GAK JELAS DI LUAR SANA. LIHAT KAKAK MU ... DIA PULANG SEKOLAH LANGSUNG KE RUMAH GAK KAYAK KAMU YANG LANGSUNG KELAYAPAN," ucap Arga setelah menampar pipi sang anak.

"Yah ... Ayah apa-apaan sih Ardan baru pulang, Yah," ucap Argan.

"Kamu diam saja, Argan. Nanti kamu bisa ikut dimarahin Ayahmu," ucap Sinta.

"Bisu kamu? jawab pertanyaan saya!!" gertak Arga.

"Aku habis dari rumah temen, Yah. Aku gak pernah keluyuran di luar sana seperti apa yang Ayah pikirkan," jawab Ardan lirih.

"Halah kamu bohong, kan? Sekarang kamu saya hukum sepeda motor kamu saya sita satu minggu!" final Arga dan langsung meninggalkan mereka.

"Bun ... Ardan gak kayak gitu, Bun, percaya sama Ardan," ucap lirih Ardan berharap sang bunda percaya padanya.

"Bunda gak tahu," jawab singkat Sinta dan pergi menyusul sang suami.

ARDAN MAHENDRACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang