Ardan Mahendra
Menceritakan kisah seorang remaja penikmat luka yang selalu menemani harinya.
Apakah Ardan bisa mendapatkan kebahagian atau sebaliknya?
°Start : 10 September'22
°Finish : 10 Juli'23
#Cover by Pinterest!
[ Isi masih acakadut + belum r...
Hallo guys aku balik lagi😂 Maaf sebelumnya, udah hampir sebulan aku gak update hehe🙏😁karna sibuk revisi+kehidupan rl, jadi mohon di maklumi ya ... Maksa ini😌
Oke gak usah ba-bi-bu yok langsung aja baca‼️ Jangan lupa vote+komen ygy ... Kalau bisa komen setiap paragraf hehe😁
~HAPPY READING~
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ardan dan Annisa memasuki Mall. Di Mall saat ini lumayan ramai karena hari libur. Mereka berjalan berdampingan bagaikan sepasang kekasih. Tanpa Ardan sadari, dia masih mengandeng tangan Annisa sejak dari parkiran tadi.
"Ini kita mau ngapain di sini?" tanya Annisa. Dari tadi mereka berdua hanya mondar-mandir gak tau mau ngapain. Padahal sudah jelas kalau mereka keluar untuk jalan-jalan, bukan?
Ardan menghentikan langkahnya, dia menoleh ke belakang dan mendapati Annisa yang menatapnya malas.
"Enaknya kita ngapain?" Bukannya menjawab, Ardan justru memberi pertanyaan yang membuat Annisa tambah malas.
Annisa memutar bola matanya malas mendengar pertanyaan Ardan itu. Dia bertanya, bukannya menjawab malah balik bertanya.
"Yang jelas gitu dong, Dan. Kita udah setengah jam mondar-mandir gak jelas di sini. Lo ngajak jalan-jalan dan kita ke Mall. Sekarang ... Kita ngapain gitu," ucap Annisa.
Ardan mengangguk paham. Dia baru sadar akan hal itu. Okey memang ini salahnya.
"Kita pergi nonton aja, gimana?"
Annisa mengangguk, "Oke. Ayo ... dari pada kita gak ngapa-ngapain."
Mereka pun pergi untuk menonton. Mereka memutuskan untuk menonton film romantis. Awalnya Ardan mengusulkan untuk menonton horor. Namun, Annisa tidak menyetujuinya. Jadi ... Apa boleh buat?
Diam. Tidak ada pembicaraan di antara keduanya selama film dimulai. Mereka sama-sama menikmati dengan diam. Banyak orang-orang di sebelah mereka yang merasa baper saat adanya adegan romantis. Namun, tidak untuk Ardan dan Annisa. Mereka tetap diam menonton sambil sesekali memakan popcorn.
Saat sedang asyik menonton, tiba-tiba Annisa mengucapkan sesuatu.
"Kalau lihat yang romantis-romantis gini bawaannya pengen juga, tapi ... romantis sama siapa?" ucapnya yang tanpa sadar didengar oleh Ardan yang duduk di sebelahnya.
"Sama gue." Ardan langsung menjawab tanpa menoleh sedikit pun ke arah Annisa.
"Gila ... Yakali sama, Lo."
Ardan menoleh, "Emang kenapa? Gue juga ganteng tuh."
Annisa menggelengkan kepalanya. Kerasukan apa hingga Ardan berkata seperti itu. Di mana Ardan yang di kenal irit bicara itu.
"Lo sehat, Dan?" tanya Annisa sambil memegang kening Ardan.
Ardan menepis tangan Annisa. "Gak, gue sehat kok."