Ardan Mahendra
Menceritakan kisah seorang remaja penikmat luka yang selalu menemani harinya.
Apakah Ardan bisa mendapatkan kebahagian atau sebaliknya?
°Start : 10 September'22
°Finish : 10 Juli'23
#Cover by Pinterest!
[ Isi masih acakadut + belum r...
Sinta menggeleng, di menuntun suaminya itu untuk berdiri dan akan meninggalkan pemakaman.
"Udah, Yah. Ayo kita pulang."
"Gak gak, aku gak akan ninggalin Ardan di sini sendirian." Arga kekeh dengan tetap tidak mau meninggalkan pemakaman, dia lalu duduk kembali di samping makam Ardan.
"Ayah janji gak akan ninggalin kamu, Sayang."
Arga tersenyum sambil mengelus nisan sang anak. Dia sudah seperti orang tidak waras yang berbicara sendiri.
"Ayah akan selalu menemani kamu di sini."
"Biar ayah yang jaga kamu yah, Sayang."
Sinta yang melihat suaminya seperti itu tambah terisak. Argan yang melihat bundanya menangis pun langsung memeluk bundanya.
"Udah, Bun. Kita gak boleh lemah. Nanti siapa yang menyadarkan Ayah jika kita juga lemah."