Ardan Mahendra
Menceritakan kisah seorang remaja penikmat luka yang selalu menemani harinya.
Apakah Ardan bisa mendapatkan kebahagian atau sebaliknya?
°Start : 10 September'22
°Finish : 10 Juli'23
#Cover by Pinterest!
[ Isi masih acakadut + belum r...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sesuai dengan saran yang diberikan oleh Azka kemarin, kini Argan sedang mempersiapkan semua persiapannya.
Argan mengerjakannya dibantu oleh sahabatnya, Ia sengaja menyewa cafe untuk membuat kejutan untuk Ardan dan orang tuanya.
"Lo tinggal ngasih petunjuk sama pelayan sini untuk nanti," ucap Azka.
"Iya, sekarang kita persiapkan dulu ini semua," ucap Dito yang dijawab anggukan oleh Azka dan Argan.
Mereka pun melanjutkan untuk menyelesaikan persiapannya semua.
Setengah jam berlalu, kini semua persiapan untuk nanti telah selesai.
"Huff...gila capek banget gue," ucap Dito sambil mengusap keringatnya.
"Iya sumpah, gak nyangka bisa secapek ini."
Argan menoleh melihat sahabatnya itu, "Makasih yah, kalian mau bantu gue nyiapin ini semua."
"Sans, bro."
"Oh ya, Gan nanti lo serius mau ngelakuin ini semua?"
"Serius, semoga aja ini nanti berhasil dengan lancar."
"Huh semoga."
"Kita balik dulu ya, udah sore, semoga berjalan lancar."
"Iya, makasih sekali lagi."
"Sama-sama, kalau gitu kita pamit, duluan ya."
Setelah Dito dan Azka pergi, kini hanya tersisa Argan. Argan menuju ke dapur cafe, ia akan meminta untuk menyiapkan makanan untuk nanti malam agar tidak terburu-buru saat menyiapkan.
°°°°° Kini Ardan dan sahabatnya lagi kumpul di cafe untuk mengobrol biasa.
"Lo lagi acara gak, Dan?" tanya Bayu.
"Gak sih, emang kenapa?"
"Aslinya sih nanti gue mau ajakin lo untuk lihat balapan."
"Mungkin gue bis--"
Ucapan Ardan terpotong karena bunyi telepon dari handphone nya, ia melihat kalau kakaknya Arganlah yang menelponnya.
"Bentar gue angkat telpon dulu," ucapnya sambil berdiri meninggalkan Bayu dan Kenan.
"Halo assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
"Apa? kenapa telpon gue, gue lagi kumpul sama temen."
"Dan ini penting, sekarang lo ke cafe Bintang ya, Ayah sama Bunda mau bicarakan hal penting sama lo," ucap Argan yang terdengar sedikit panik.
"Hal penting apa sampai gue disuruh ikut."
"Gak tahu, Dan. Pokoknya lo harus ke sini."
"Bilang dulu hal penting apa yang mau dibicarain."