EMPAT EMPAT

5K 331 21
                                        

SELAMAT MEMBACA
_____

Bunda dan Ayah tersenyum melihat ketiga putranya yang duduk manis menunggu pengumuman juara masak mendadak kata Gilang.

"Hadiahnya apa Bun?" Tanya Gilang mulai tak sabar sang ibu yang sedari tadi hanya tersenyum licik membuatnya gemas sendiri.

Leo memukul pelan bahu Kak Ginan "Sabar, orang sabar disayang tuhan"

Sedang Kak Ginan menggeleng pasrah ia menarik selimut di sampingnya  menutupi kaki Leo yang kini hanya memakai celana pendek, Heran juga melihat kaki putih itu terpampang nyata.

"Bunda udah rasa satu-satu, Dan bunda udah tentukan pemenangnya siapa" Ucap Bunda membuat ketiga putranya mengangguk bangga.

"Pemenangnya adalah..."

Tok tok tok

Mereka berlima serempak menoleh, Mendengar suara pintu yang terketuk, Bibi sudah berjalan terlebih dahulu membuka pintu.

"Siapa Bi?"

"Astaga Ayah lupa, hari ini Lukman mau datang" Ucap Ayah tiba-tiba berdiri berjalan kedepan.

Bunda mengangkat kedua bahunya "Bunda susul, kita lanjutkan nanti"

Leo menyandarkan tubuhnya melihat kedua orang tuanya yang sudah tak ada dihadapan mereka.

"Di pending sampai jam berapa nih" Ucap Gilang.

"Sandar sini" Ucap Kak Ginan menarik sang adik.

Leo menggeleng menolak "Posisi Leo udah nyaman"

Tak lama kemudian ayah muncul bersama tamu-tamu tadi.

"Sapa Om Lukman sama tante Gebi" Perintah ayah kepada ketiga putranya.

"Halo Om tante" Ucap mereka serempak.

"Om cuma pernah ketemu Ginan sama Leo ya" Ucap Om Lukman.

"Saya Gilang Om, Anak paling ganteng bunda"

Leo melirik kak Gilang tajam "Kebiasaan"

"Kak" bisik Leo pada Kak Ginan "Kalau Leo sekarang ke kamar bunda bakalan marah nggak?"

Ginan mengangguk "Tahan sebentar,"

Leo mengangguk kembali menyandarkan tubuhnya.

"Kamu udah sampai?"

"Iya Pi, Lagi macet"

"Haloo Nara" Sapa Bunda pada gadis itu "Tambah cantik aja kamu"

"Halo Tante"

"Leo teman kamu datang!"

Leo kembali membuka matanya melihat Nara yang masih mempertahankan senyumnya, merasakan tepukan pelan di sampingnya "Sapa dengan manis"

Leo menghela nafas mendengar itu kegilaan sang kakak kembali muncul "Halo Ra"

"Nggak banget cara nyapanya" Ucap Kak Gilang lagi "Cewek cantik tuh"

"Bodoh amat"

"Halo juga" Balas Nara canggung, melihat Leo saat ini cukup membuat Nara sedikit senang, Sudah lama rasanya ia tak melihat Leo di sekolah, Wali kelas mereka bilang Leo akan mengambil pelajaran di rumah dikarenakan kondisi anak itu kembali tidak baik, Rupanya hanya Nara yang terkejut kala wali kelasnya mengatakan itu, teman-temannya yang lain terlihat biasa saja mungkin karena sering terjadi.

"Bunda hampir lupa" Ucap bunda menepuk keningnya "Ini kami ada kegiatan tadi, Belum saya umumkan siapa yang menang"

Om Lukman dan tante Gebi tertawa "Silahkan dilanjutkan, kami jadi menganggu" Ucap Om Lukman

LEO ✔️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang