Amanda melihat Mew yang bergerak gusar karna tidak mendapatkan pendonor darah untuk Kana, bahkan berita ini sudah tersebar luas.
Mew bahkan menawarkan harga untuk siapapun yang mau menjadi pendonor untuk istri nya.
"Mew mending minta papa nya Kana----"
"Orang bajingan itu gak bakal mau Amanda!" Desis Mew tajam.
Namtan juga bahkan membantu mencari orang yang mempunyai goldar seperti Kana, dia bahkan memasang pengumuman di mading kampus nya.
Tapi sampai saat ini tidak ada satu pun teman nya yang mau menjadi pendonor.
"Mew.... " Davikah mendekati anak nya yang terlihat kacau.
"Kita minta tolong sama tuan Samudra cuma dia yang bisa kasih darah untuk Kana." Davikah mengelus pundak anak nya halus memberi pengertian pada anak nya.
"Dia pasti bakal minta imbalan yang gak masuk akal mom." Mew tidak mau mengambil resiko yang bisa membahayakan pernikahan nya di masa depan.
"Tapi----" Belum sempat perkataan Davikah selesai sebuah suara berat penuh emosi membuat mereka berempat menoleh.
"Bagaimana keadaan anak ku!" Tekan Samudra yang datang bersama Adaline.
Samudra mendekat menarik baju Mew hingga berdiri, "Sialan kau tidak memberi ku kabar jika putra ku berada di ambang kematian!" Bentak Samudra.
Mew menyentak tangan Samudra dan menatap balik pria itu tajam. "Jika aku mengatakan nya apa kau akan peduli?"
"Pertanyaan bodoh macam apa itu?! Aku ini papa nya tentu saja aku peduli dengan anak ku." Bantah Samudra tidak Terima dengan tuduhan Mew, dia tetap lah papa Kana walaupun hubungan mereka merenggang bukan kah disini dia memiliki hak untuk tahu keadaan Kana yang sebenarnya?
"Sayang tenang lah... " Adaline mengusap tangan suaminya.
Dia lalu menatap pada wanita cantik yang seumuran dengan nya, dengan lembut Adaline tersenyum.
"Boleh aku bertanya tentang keadaan Kana?" Lembut Adaline pada Davikah.
"Kana sedang kritis karna belum juga mendapatkan donor darah." Sedih Davikah dia terlalu menyayangi Kana, dia sudah menganggap anak manis itu seperti anak nya sendiri.
"Donor darah?" Samudra kembali menatap Mew tajam. "Kau tidak mendatangi ku untuk mendonor kan darah pada putra ku?" Dingin Samudra.
"Dengan memberi mu imbalan?" Ejek Mew.
Suasana semakin menegang setelah perkataan Mew yang terlampau santai berhadapan dengan Samudra, pria yang notabe nya adalah papa mertua nya sendiri.
"Bukan kah itu wajar untuk seharga sekantong darah?" Timpal Adaline memanfaatkan keadaan ini untuk kebaikan putra nya di masa depan.
"Bahkan untuk anak mu sendiri harus membayar nya dengan imbalan?" Amanda kini menyela karna di lihat dari tadi dua manusia ini semakin kurang ajar.
Adaline menatap kepada Amanda senyum tipis nya yang terkesan terpaksa terlihat di wajahnya.
"Itu setimpal bukan?"
"Gak punya otak lo pada. Udah tua juga pikiran nya dangkal, makanya otak tuh jangan di jual di rumah makan naspad." Marah Namtan seperti biasa tanpa menggunakan kata yang lebih sopan.
"Namtan." Tegur Davikah.
"Mereka memang harus di maki mom, ada orang tua begini. Mau selamatin anak nya yang sudah mau mati malah minta imbalan, ngotak dong lo pada." Namtan menjawab tanpa melihat mommy nya dia malah melemparkan tatapan sinis pada Adaline yang seperti nya geram dengan perkataan nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
DEJAVU S2
Hayran Kurgupria tampan yang masih tertaut dengan masa lalu nya dan begitu mencintai kekasih yang sudah lama pergi dengan membawa seluruh penyesal bagi nya. S2 DARI THIRTY DAYS FOR YOU!!
