ini gada bagian buat cerita but kalian pada minta NC nya Namtan sama Amanda kan? aku buatin maaf kalo ada kata kasar atau mungkin banyak yang gasuka sama NC nya.
maaf yaa cuma emang aku buat yang agak sedikit nakal sama kata kasar nya.
****
tags:nsfw, gxg, hars word, rough sex, semi public sex, spanking, nipple play, choking, fingering, over stimulation, local porn, N! Bot, A! Top.
*****
"Aku tetap mau ikut balapan nya!" Bantah Namtan kepada kakak nya yang sedang menatap nya nyalang.
"Terserah! Kalau ada masalah jangan buat nama perusahaan jelek." Mew pergi meninggalkan ruang tamu, Namtan berdecih menatap punggung kakak nya.
Dia mengirim pesan pada teman nya bahwa malam nanti akan ikut balapan itu.
Namtan pergi dari rumah mereka untuk menemui kekasihnya di apartemen mereka.
Saat sampai di apartemen dia menemukan kekosongan membuatnya semakin marah. Kekasihnya selalu sibuk dengan pekerjaan membuat mereka tidak mempunyai waktu bersama.
Namtan menelfon Amanda berulang kali namun tidak di angkat juga.
"Bangsat!" Namtan melemparkan ponsel nya sampai hancur.
.
.
.
.
Malam datang menggantikan senja yang temaram. Disinilah Namtan berada, di area balap motor ilegal yang telah di janjikan teman nya tadi. Dengan motor kesayangannya, ia sudah sangat percaya bahwa kali ini ialah yang akan memenangkan pertandingan.
Tidak, dia tidak tergiur dengan tawaran hadiah berupa uang puluhan juta karna kakak nya sudah sangat kaya. Dia hanya tergiur dengan tawaran, jika bisa memenangkan pertandingan ini maka dia bisa tidur bersama dengan seorang kakak tingkat di kampus mereka.
Namtan ingin merasakan bagaimana rasanya menjadi salah satu wanita yang tidur dengan pria paling populer di kampus mereka.
Hubungan nya bersama Amanda memang sedang tidak bagus karna Amanda yang sedang sibuk dan denial dengan perasaan nya sendiri. Namtan jelas tahu Amanda masih sering menemui mantan kekasihnya, sekarang Namtan akan membalas semuanya.
Amanda bahkan enggan mengumbar hubungan mereka di publik.
Namun naas, semua yang ia bayangkan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Saat bendera tanda balapan mulai dikibarkan, seseorang yang selalu dia tunggu kehadirannya berdiri tetap di depan motor, menghadang jalan nya.
Amanda, wanita dengan balutan jas nya menatap dingin pada Namtan yang siap melajukan motornya guna menyusul lawan nya.
"Brengsek, kok lo bisa disini?" Cercaan Namtan di abaikan begitu saja oleh Amanda.
"Turun."
Namtan tetap diam, dan tidak menuruti perkataan Amanda. Hingga sedikit bentakan dari Amanda menggoyahkan keberaniannya.
"Gue bilang turun ya turun, bitch!"
Namtan dengan segera turun dari motornya, kemudian pasrah dan mengikuti Amanda yang menarik pergelangan tangan nya begitu kuat. Sebelum pergi dari sana, Amanda memberi kode pada teman nya untuk membereskan kekacauan yang dia buat.
Setelah membawa langkah nya menjauh dari keramaian, Amanda menarik Namtan untuk duduk disisi lain arena. Amanda dengan tiba-tiba menghentikan langkah mereka, dan segera melepaskan helm yang Namtan kenakan sebelum mendorong Namtan hingga tersungkur didepan sebuah bangku.
Amanda dengan tenang duduk dibangku tersebut sembari melihat Namtan yang berlutut didepan nya sembari meringis pelan karna pipi nya tak sengaja tergores. Namtan menatap Amanda dengan nyalang, seolah memperlihatkan kemarahan yang sedang dia tahan beberapa hari ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
DEJAVU S2
Fanfictionpria tampan yang masih tertaut dengan masa lalu nya dan begitu mencintai kekasih yang sudah lama pergi dengan membawa seluruh penyesal bagi nya. S2 DARI THIRTY DAYS FOR YOU!!
