Seperti biasanya, Azelia memasak untuk suami dan anak-anaknya, Azelia memasak nasi goreng, kesukaan mereka bersama. Tangan Azelia juga tidak terlalu sakit lagi. Semuanya telah berkumpul di meja makan, dan Azelia mengambilkan untuk suaminya terlebih dahulu serta anak-anaknya, Azelia sesekali tertawa mendengar candaan si bungsu.
Saat akan mengambilkan untuk Jeffran, tatapan keduanya bertemu, Azelia tersenyum, sebenarnya Azelia tau kalau sang anak merasa bersalah. Jeffran membalas senyumannya, walau nyaris tidak terlihat, tapi Azelia tau kalau sang anak membalas senyumannya.
Mereka semua telah selesai sarapan dan bersiap-siap untuk pergi ke kantor dan sekolah, saat sedang membereskan semuanya, Jeffran memanggil Azelia, Azelia sangat senang, apakah Jeffran sudah mulai memaafkannya.
"Mom" panggil Jeffran, pelan. Azelia tersenyum, kemudian bertanya kenapa sang anak memanggilnya.
"Bisakah mommy datang ke kampus ku jam 9 hari ini" ucap Jeffran pelan, ia takut mommy nya tidak mau, tetapi ia akan mencoba mengingat bahwa Azelia sudah berubah akhir-akhir ini. Jika ia meminta tolong kepada sang ayah, ia segan pekerjaan ayahnya sudah sangat banyak, pasti menumpuk jika ia meminta tolong kepada sang ayah.
"Ah tentu" senyum Azelia merekah, ia sangat senang sang anak membawanya ke acara kampus lelaki itu, ini sungguh kemajuan yang pesat.
"Aku pergi dulu" pamit Jeffran, saat anak sulungnya itu sudah pergi, Azelia melompat-lompat kegirangan, melupakan umurnya yang bahkan sudah kepala tiga.
√
Azelia telah selesai dengan penampilannya, hari sudah menunjukkan pukul 9.30, pasti acaranya akan dimulai, jarak kampus Jeffran juga lumayan jauh, sekitar empat puluh menit jika berkendara dengan kecepatan sedang dan sekitar tiga puluh menit an jika dengan kecepatan tinggi.
Azelia memakai celana Levis dan baju berwarna putih dengan serutan di lengannya, dengan tas kecil, Azelia bahkan terlihat seperti anak kuliahan, mungkin tak ada yang menyangka kalau Azelia adalah orang tua dari salah satu teman mereka.
Setelah selesai dengan semuanya, Azelia bergegas pergi, ia memilih diantarkan oleh supir.
√
Acaranya akan hampir dimulai, tetapi mommy nya belum datang, Jeffran sedih karena telah ber ekspetasi tinggi dengan mengharapkan kehadiran sang ibu, ia kira pasti ibunya akan bangga, lagi dan lagi rasanya Jeffran kecewa.
Saat pintu masuk terbuka, seketika atensi semua orang teralihkan oleh orang yang baru datang, itu mommy nya, bahkan Azelia tidak terlihat sebagai seorang ibu, Azelia sangat cantik, pasti semua orang mengira kalau Azelia salah satu dari mahasiswi.
Saat mencari keberadaan sang anak, Azelia melihat Jeffran yang memperhatikannya, Azelia berjalan ke arah Jeffran tanpa mempedulikan tatapan orang-orang, entah apa yang mereka pikirkan.
"Ah maafkan mom, tadi mommy terkena macet" ucap Azelia penuh rasa bersalah karena sudah terlambat.
"Tidak apa-apa, yang penting mom datang" ucap Jeffran.
"Eh Jeff, Lo disuruh pak Arga ke ruangannya" ucap seseorang, dengan mata berwarna hitam legam itu, sepertinya dia adalah teman sang anak.
"Wih, anak fakultas mana nih, ga pernah gue liat, Lo mah disuruh bawa orang tua malah bawa pacarnya" ucap cowok itu yang Azelia lihat bernama Juanda itu, terpampang di kartu tanda pengenal cowok itu, Azelia terkejut, jelas-jelas ia adalah ibu dari Jeffran, bisa-bisanya dikatai sebagai pacar.
"Nyokap gue" ucap Jeffran datar, Azelia terkejut kenapa nada sang anak datar, berbeda sekali saat Jeffran berbicara dengannya tadi.
"Lo jangan bohongin gue deh" ucap Juanda tak percaya lalu memperhatikan Azelia dengan seksama.
"Liat cincinnya" suruh Jeffran, Juanda menurutinya, dan benar itu adalah cincin yang dipakai juga oleh ayah temannya, ia rasanya tidak percaya.
"Gue cabut" pamit Jeffran dan menarik lembut tangan sang mommy. Saat tiba di tempat duduk paling depan Jeffran menyuruhnya untuk duduk disitu, hanya kursi itu yang kosong, sepertinya ini memang telah dijaga oleh sang anak untuknya.
"Aku pergi dulu, terimakasih telah datang" ucap Jeffran dengan nada datar, dan pergi meninggalkan Azelia.
"Selamat pagi bapak dan ibu sekalian" terdengar ucapan sambutan dari seorang mahasiswa, acaranya telah dimulai dan diawali dengan beberapa patah kata oleh pemilik universitas itu. Tibalah dimana acara intinya, pengumuman penghargaan untuk mahasiswa mahasiswi berprestasi. Beberapa penghargaan telah terlewati, tiba saat penghargaan untuk tanding basket nasional, bahkan sebentar lagi akan mewakili untuk internasional, Azelia kagum sekali kepada orang itu, pasti orangtuanya bangga.
"Pemenang tanding basket nasional, dan meraih tim terkompak serta kapten tim ter hebat, jatuh kepada tim basket Atalla dengan kapten tim bernama Jeffran Athelio Delvas" seketika mendengar itupun para penonton bertepuk tangan, berbeda dengan Azelia, ia menangis terharu, anaknya sehebat ini tetapi ia tak tau sama sekali. Kemudian Azelia juga ikut bertepuk tangan, ia sangat bersemangat.
Kemudian Jeffran naik ke panggung, saat tiba dipanggung, Jeffran menoleh kepada sang ibu, ia melihat ibunya menangis dan tersenyum bangga, Jeffran senang sekali, jika bisa ia ingin meraih semua prestasi yang ada agar selalu melihat mommy nya bangga dan menangis terharu seperti itu.
"Ekhm, Terimakasih atas semuanya, atas kerjasama tim yang baik, pembina, pelatih, dan yang terpenting terimakasih kepada mommy, dad, dan adik-adik saya, tanpa mereka saya tidak akan jadi apa-apa" lalu setelah mengucapkan itu Jeffran tersenyum kecil dan turun dari panggung.
Saat turun ia langsung berjalan ke arah sang ibu berada, Azelia langsung memeluknya, Jeffran terkejut, ini pertama kalinya sang ibu memeluknya.
"Mom sangat bangga kepadamu, mom menyayangimu" ucap Azelia saat pelukannya telah terlepas.
"Ayo kita pulang dan rayakan ini" ajak Azelia dengan senyum yang masih lebar, Azelia bahagia bahkan sangat, ia sangat bangga kepada si sulungnya ini.
"Maaf" ucap Jeffran, Azelia bingung kenapa sang anak meminta maaf kepadanya.
"Kenapa Jeff minta maaf, mom sangat bangga kepada Jeff" ucap Azelia bingung.
"Maaf karena semalam" jawab Jeffran dengan nada pelan.
"Astaga, tidak apa, Jeff tidak sengaja kan, bahkan ini tidak sakit lagi" ucap Azelia seceria mungkin agar anaknya tidak merasa bersalah. Jeffran tau kalau itu masih sakit, terbukti dengan tangan Azelia yang masih memerah.
"Baiklah ayo kita pulang untuk merayakannya, let's go" ajak Azelia lalu menarik tangan sang anak untuk keluar.
√
Jangan lupa vote dan komen yaaaa, luvyuuu 🥰
KAMU SEDANG MEMBACA
Sorry, I'm Back
FantasiaAzelia, wanita yang mati mengenaskan, ia dibunuh oleh selingkuhan suaminya. Saat saat terakhir bukannya tatapan sedih yang diberikan suami dan anak anaknya, mereka malah menatap dingin Azelia. Kemudian pergi meninggalkan Azelia sendirian dengan rasa...
