Azelia telah selesai dengan pekerjaannya, rencananya ia akan pulang hari ini, sebelum itu ia ingin kekamar mandi untuk memperbaiki make-up nya. Azelia membawa alat make-up nya itu, saat akan berkaca, Azelia melihat sebuah noda darah di cermin, Azelia terkejut bagaimana bisa, dan akhirnya Azelia memilih mengabaikannya.
Setelah selesai dengan semuanya, Azelia berjalan keluar dan menuju mobilnya, ia melaju dengan kecepatan sedang. Setelah perjalanan sekitar empat puluh lima menit, Azelia tiba di rumah, tetapi saat pulang tadi Azelia tak merasakan ada yang mengikutinya, sepertinya memang benar kemarin hanyalah perasan Azelia saja.
"Mommy" panggil Lula saat Azelia tiba di rumah dan di depan pintu ruang tamu.
"Kenapa mom lama sekali, Lula bosan tau" ucap Lula saat Azelia telah benar-benar masuk ke dalam rumah.
"Kan mom bekerja agar menghasilkan uang dan memberikan banyak mainan dan kue untuk Lula" ucap Azelia.
"Dimana aunty Barsha" tanya Azelia bingung setelah mencari keberadaan Barsha dan tidak menemukan wanita itu.
"Aunty lagi beresin mainan tadi, soalnya kami main tadi mommy" ucap Lula, Azelia mengangguk.
"Mommy, Lula mau gendong" ucap Lula.
"Mommy baru pulang bekerja dan mommy sangat bau, mommy mandi dulu ya" ucap Azelia dan Lula mengangguk lemas.
Lalu Azelia berjalan ke kamarnya dan menuju ke kamar mandi, saat di kamar mandi, Azelia membersihkan make-up nya, tetapi ada yang aneh, lagi dan lagi ada noda darah di cermin, Azelia terkejut dan bingung bagaimana bisa ada noda darah, tetapi Azelia berusaha untuk berpikir bahwa itu hanyalah noda lipstik atau make-up nya, lalu Azelia kembali membasuh noda di cermin itu.
Setelah sekitar lima belas menit Azelia telah selesai membersihkan dirinya sekaligus berpakaian, saat ini ia sedang menyisir rambutnya, entah karena ke asyikan Azelia tidak menyadari ada seseorang yang memeluknya, Azelia terkejut, saat menoleh ternyata itu adalah sang suami, Winter mengeratkan pelukannya, dan menghirup wangi Azelia.
"Kenapa cepat sekali pulang" tanya Azelia bingung.
"Hmm, pekerjaan hari ini sedikit, jadi aku bisa cepat menyelesaikan nya" ucap Winter tanpa melepaskan pelukannya, ia malah semakin mempererat nya.
"Sayang" panggil Winter, Azelia tau jika Winter sudah seperti ini pasti suaminya ini ada maksud tertentu.
"Ada apa" balas Azelia malas, bukannya membalas Winter malah mendekatkan wajahnya pada Azelia dan akhirnya bibir mereka saling menyatu, dan terjadi adegan panas antara mereka, setelah itu kalian tau apa yang terjadi.
√
"Hiks hiks, mommy" ucap Lula sambil menggedor-gedor pintu kamar Azelia, tetapi tidak ada sahutan, masalahnya sudah sejak sore tadi Azelia belum keluar dari kamar dan hari sudah malam sekarang, Lula takut terjadi apa-apa dengan mommy nya.
"Hiks, hiks mommy, Abang mommy Abang" ucap Lula saat Jeffran mendekat kepadanya, Jeffran yang mengerti pun hanya diam.
"Mommy mungkin hanya ketiduran, ayo kita main ke depan sama kak Leandro dan Alvaro, kasian mommy tadi capek kerjanya" ucap Jeffran berusaha membujuk, awalnya Lula hanya diam dan akhirnya mengangguk, sedangkan didalam kamar tersebut mereka benar-benar ketiduran karena kelelahan sehingga tertidur, dan untungnya kamar mereka kedap suara, kalau tidak.....
Keesokan paginya, saat Azelia sudah selesai memasak, Winter turun diikuti oleh anak-anak, begitupun dengan Lula yang ada di gendongan Jeffran, semalam ia tidur dengan Jeffran karena sang mommy benar-benar kelelahan sepertinya dan berakhir tidak keluar lagi, Lula cemberut karena Azelia tidak menepati janjinya untuk mengendong dirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sorry, I'm Back
FantasyAzelia, wanita yang mati mengenaskan, ia dibunuh oleh selingkuhan suaminya. Saat saat terakhir bukannya tatapan sedih yang diberikan suami dan anak anaknya, mereka malah menatap dingin Azelia. Kemudian pergi meninggalkan Azelia sendirian dengan rasa...
