Happy reading guys, jangan lupa vote dan spam komen yaaaa
√
Disinilah Bianca, di depan teras rumahnya, ia merasa bosan, tidak diperbolehkan untuk keluar, tidak diperbolehkan untuk berinteraksi dengan orang lain, kalo pun boleh hanya seadanya saja.
Perlahan air matanya turun, mengingat semuanya, mengingat tentang kejahatannya selama ini, apakah ini yang dinamakan dengan karma. Perlahan ia mengusap lembut perutnya yang sudah lumayan buncit dan memperhatikan luka sayatan yang diberikan oleh suaminya.
Waktu itu mereka bertengkar tentang wanita yang dicintai sang suami dan berakhir ditampar dan tangannya disayat oleh pria yang menjadi ayah dari anak yang ia kandung, Bianca tak pernah membayangkan hidupnya akan seperti ini, mendapatkan suami yang kasar dan mencintai wanita lain, tetapi itu juga sepadan, ia dahulu juga mencintai Winter, suami sahabatnya sendiri, jika sekarang, hatinya rasanya sudah mati.
"Sayang, doakan ya semoga papa bisa berubah, dan kita berakhir menjadi keluarga yang bahagia" ucap Bianca berusaha tersenyum dan mengelus lembut perutnya yang sedikit membuncit itu.
√
Azelia memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi, dan agak sedikit ugal-ugalan, didukung juga dengan jalan yang sepi.
Tak lama akhirnya ia menurunkan kecepatan mobilnya karena takut resiko yang dialami nanti, bagus jika tidak, jika iya bagaimana.
Azelia fokus memperhatikan jalanan di depannya, tetapi matanya terlihat kosong, ternyata anaknya masih membencinya, anaknya seperti tidak mempercayai dirinya, berarti Azelia belum benar-benar berhasil atas semuanya, kata keluarga bahagia masih jauh.
Akhirnya Azelia menepikan mobilnya yang di sana ada beberapa penjual yang berjualan makanan tradisional, Azelia turun dan berjalan ke arah penjual siomay, sudah lama sekali ia tak merasakan makanan ini, mungkin terakhir kali saat ia masa sekolah dulu dengan Bianca.
Ia jadi teringat akan persahabatan mereka, semuanya tinggal kenangan, andai Bianca tak mempunyai niat buruk dengan pernikahannya, pasti semua ini tak akan terjadi, mereka pasti akan bersahabat sampai saat ini, dan melihat tumbuh kembang anak mereka secara bersamaan, andai.
"Ibu, aku mau itu" ucap seseorang yang mengejutkan acara flashback Azelia tentang Bianca, Azelia menoleh ke belakang ternyata seorang pengemis, kalau diperhatikan mereka juga bukan pengemis, mereka adalah pemulung karena ibu dari anak itu memegang sebuah karung yang sepertinya barang rongsokan.
"Besok ya sayang, ibu, ibu tak punya uang" ucap wanita itu, dan tersenyum kepada anaknya.
"Tapi, aku lapar ibu, kemarin ibu juga bilang kalo besok dibelikan, tetapi mana ibu, aku lapar" ucap anak itu yang masih menahan tangisannya, ibu anak itu diam.
"Maaf ya, gimana kalo kita cari botol lagi banyak-banyak, lalu kita jual dan membeli yang kamu inginkan" tawar ibu itu, sejenak anak itu terdiam dan akhirnya mengangguk dan tersenyum lebar setelah itu.
"Ayo, ibu" ucap anak itu semangat dan jangan lupakan senyuman lebarnya. Semua itu tak luput dari pandangan Azelia, perlahan air matanya turun, mereka menang kekurangan, tetapi sangat bahagia, Azelia jadi iri.
"Pak, lima bungkus aja ya pak jadinya, tapi satu bungkus bedakan kantongnya" ucap Azelia, pedagang itu mengangguk dan memberikan jari jempolnya kepada Azelia.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sorry, I'm Back
FantasiAzelia, wanita yang mati mengenaskan, ia dibunuh oleh selingkuhan suaminya. Saat saat terakhir bukannya tatapan sedih yang diberikan suami dan anak anaknya, mereka malah menatap dingin Azelia. Kemudian pergi meninggalkan Azelia sendirian dengan rasa...
