Pagi setelah sarapan tadi, Azelia juga memberikan obat penurun panas lagi kepada Leandro, dan sekarang Leandro telah tidur kembali, Azelia pun memilih untuk pergi ke ruang tamu untuk menonton tv, beberapa jam berlalu, entah karena keasikan menonton ternyata jam sudah menunjukkan pukul dua belas siang, mengingat karena sang anak yang sakit dan harus makan teratur Azelia pun berinisiatif membangunkan Leandro untuk makan siang.
Clek
Saat membuka pintu kamarnya, Azelia melihat wajah Leandro yang tertidur, tetapi anehnya kenapa badan Leandro menggigil, kemudian Azelia meletakkan telapak tangannya di dahi sang anak, ternyata panas, bahkan lebih panas dari semalam, Azelia panik, perasaan tadi panasnya sudah menurun kenapa sekarang jadi naik lagi.
Kemudian Azelia bergegas memanggil supir mereka untuk menyiapkan mobil kerumah sakit, Azelia panik sekali rasanya, kemudian ia meminta tolong kepada supir itu untuk membantunya membawa Leandro ke dalam mobil, mobil pun melaju kencang ke rumah sakit. Azelia yang mengingat bahwa ia belum mengabarkan Winter dan anaknya yang lainnnya, ia segera menelpon mereka.
Saat tiba di rumah sakit, Azelia langsung memberi tahukan petugas rumah sakit untuk membawa Leandro ke dalam. Dan Leandro sedang diperiksa oleh dokter, Azelia rasanya takut sekali, rasanya sakit sekali melihat sang anak masuk rumah sakit.
Setelah beberapa menit Winter serta Jeffran dan Alvaro tiba disana, Winter yang melihat sang istri menangis pun langsung memeluknya, Azelia menangis dan mempererat pelukan mereka.
"Hiks, Winter bagaimana ini, aku tidak becus jadi ibu, aku telah meninggalkan dia tadi saat menonton tv" ucap Azelia dengan air matanya yang masih mengalir.
"Tidak apa, kamu telah melakukan yang terbaik, kita tunggu saja, keadaan Leandro pasti membaik" jawab Winter yang sebenarnya juga khawatir, ia berusaha menutupinya agar sang istri dan anaknya tidak tau bahwa sebenarnya ia juga ingin menangis mendengar sang anak bahwa ia masuk rumah sakit.
Jeffran dan Alvaro memperhatikan keduanya, rasanya mereka ingin menangis tetapi mereka tak ingin membuat sang ibu khawatir dengan mereka.
Setelah 10 menit dokter pun keluar dari ruangan Leandro tadi, kemudian menghampiri mereka. Saat dokter itu akan berbicara, Azelia lebih dahulu memotong.
"Bagaimana keadaan anak saya dok" tanya Azelia dengan air mata yang terus mengalir.
"Panasnya sangat tinggi, karena panas yang terlalu tinggi maka nya sampai pingsan, bapak dan ibu tidak usah khawatir sebentar lagi ia akan siuman" ucap dokter tersebut kemudian pamit meninggalkan mereka.
Kemudian Azelia pergi kedalam melihat keadaan sang anak, diikuti juga oleh Winter Jeffran dan Alvaro. Saat melihat wajah pucat Leandro yang masih belum membuka matanya hati Azelia rasanya hancur, kemudian ia mendekat kepada sang anak, lagi dan lagi ia menangis, lagi dan lagi pula ia tak becus menjadi seorang ibu.
"Hiks, m-maafkan mom, maaf jika mom tidak becus menjagamu, ini semua salah mom" ucap Azelia, Winter pun langsung memeluk sang istri, Azelia juga balik membalas pelukan Winter dan menangis tanpa suara, setelah beberapa menit jari Leandro bergerak dan perlahan tapi pasti kelopak matanya pun terbuka.
"Kamu sudah bangun sayang, syukurlah mom sangat menghawatirkan dirimu" ucap Azelia dan langsung menghapus air matanya, kemudian mendekat kepada Leandro dan memeluk anaknya itu.
"Mom, m-minum" pinta Leandro, kemudia Azelia membantu sang anak untuk meminum air tersebut.
"Apakah ada yang sakit?" tanya Azelia dan dibalas gelengan kepala oleh Leandro, kemudian Azelia menawari sang anak untuk makan, lagi dan lagi dibalas dengan gelengan.
"Memangnya apa yang Le mau" tanya Azelia melihat Leandro yang seperti menginginkan sesuatu.
"Le ingin dipeluk mom" ucap Leandro kemudian bergeser di tempat tidurnya dan menepuk kasur itu, seperti Leandro ingin dipeluk olehnya, batin Azelia. Kemudian Azelia tidur disana kemudian memeluk sang anak, Winter Jeffran dan Alvaro yang merasa tidak diacuhkan pun merasa agak lain, rasanya mereka seperti tidak ada.
Winter berdehem mewakili Jeffran dan Alvaro, seketika Azelia dan Leandro menoleh, kemudian mereka tertawa pelan.
"Astaga, kalian ini, baiklah kembali saja ke kantor dan sekolah, lagipula sekarang ada aku yang menjaga Leandro" ucap Azelia, kemudian yang dibalas anggukan oleh mereka, kemudian mereka saling berpamitan dan memberikan ciuman kepada Azelia dan Leandro.
Tak beberapa lama Azelia dan Leandro masuk kedalam alam mimpi masing-masing.
√
Hari sudah sore, Azelia sebenarnya tidak akan bangun jika perawat yang bertugas memberikan obat kepada Leandro tidak membangunkannya, perawat itu berpesan jika Leandro haruslah dirawat beberapa hari ini sampai keadaannya membaik, dan menjelaskan kepada Azelia obat-obat serta jadwalnya.
Melihat jam yang sudah menunjukkan jam 5 sore, Azelia pun mengambil tissue basah yang sudah ada di nakas untuk mengelap badan Leandro, saat sedang asyik membersihkan badan sang anak, ternyata Leandro terbangun, sepertinya anak itu merasa terganggu.
"Mom" ucap Leandro.
"Ada apa sayang" ucap Azelia lembut, Leandro tetap diam sambil memperhatikan sang mommy yang membersihkan dirinya, dengan perlahan dan lembut. Setelah Azelia selesai membersihkan dirinya barulah Leandro membuka suara.
"Terima kasih" ucap Leandro menatap manik coklat Azelia, Azelia membalas dengan senyum lembutnya, anaknya ini sangat menggemaskan.
"Iya, tapi Le tenang saja, ini adalah kewajiban mom sebagai ibumu kan, yang terpenting kamu harus cepat sehat, mom khawatir tau" ucap Azelia pelan di akhir kalimat. Leandro tersenyum mendengar ucapan sang ibu, ternyata mommy nya khawatir kepadanya.
"Aku menyayangimu" ucap Leandro Azelia tersenyum sebelum membalas perkataan sang anak, ternyata perlahan-lahan suami dan anak-anaknya mulai menyayanginya, semoga saja mereka selalu bahagia.
"Mom juga menyayangimu" ucap Azelia dan mereka saling berpelukan, dan kemudian tertawa setelahnya.
√
Halo semuanya, makasii ya karena udah baca sama vote dan komen, jangan lupa vote dan komen sebanyak-banyaknya
KAMU SEDANG MEMBACA
Sorry, I'm Back
FantasiAzelia, wanita yang mati mengenaskan, ia dibunuh oleh selingkuhan suaminya. Saat saat terakhir bukannya tatapan sedih yang diberikan suami dan anak anaknya, mereka malah menatap dingin Azelia. Kemudian pergi meninggalkan Azelia sendirian dengan rasa...
