34. terima rapor

9.6K 630 32
                                        

Happy reading guys, jangan lupa vote dan komen yaaaa, lup uuu

...

Perlahan Bianca membuka matanya, gelap. Lagi dan lagi ia di tinggal sendirian, jika bukan karena anak yang ia kandung pria itu tak peduli padanya. Kenapa nasibnya seburuk ini, apakah ini yang di namakan karma.

Perlahan ia berdiri dan berjalan ke kamar mandi, menahan sakit di pipinya, bekas tamparan sang suami. Bianca sebenarnya sudah tidak tahan lagi, tetapi ia tak bisa keluar dari lingkaran hitam yang sedang mengelilinginya.

Setelah selesai Bianca keluar dari kamar mandi tersebut, ternyata di sana sudah ada sang suami yang duduk dengan santai sambil memainkan ponselnya.

"Makan" ucap lelaki itu datar.

"Gak mau" ucap Bianca ketus, pria itu menghela nafas.

"Makan, atau kamu mau salah satu belati yang ada di lemari bawah tanah nancap di mata kamu?" Tanya pria itu datar, Bianca langsung menggeleng, ia takut, saat baru beberapa Minggu disini, ia melihat suaminya itu menancapkan sebuah pisau di mata bawahannya hanya karena membuat kesalahan, tetapi Bianca tidak tau kesalahan apa yang dilakukan orang itu.

"Makan" ucap pria itu tajam, Bianca mengangguk dan mengambil makanan yang dibawa oleh pria itu, kemudian langsung duduk di tepi ranjang yang bersebrangan dengan suaminya.

"Duduk di samping ku" perintah pria itu, Bianca menggeleng.

"Enggak mau" ucap Bianca kesal.

"Cris, ambilkan belati yang ada di lemari bawah tanah" perintah pria itu lagi kepada Cris, bawahannya yang ada di balik pintu.

"Baik tuan" ucap Cris dan pergi dari sana. Bianca seketika langsung terkejut dan langsung duduk di samping pria yang berstatus suaminya itu.

"Pintar, kayaknya kamu harus di ancam dulu, baru nurut" ucap pria itu sambil mengelus rambut Bianca. Rasanya Bianca ingin menepis tangan bajingan gila di sampingnya ini. Bianca langsung tersentak dan menjauh saat pria itu mengelus perutnya yang langsung di hadiahi tatapan tajam dari suaminya.

"Emm, a-aku tadi hanya terkejut" ucap Bianca bergetar dan kembali mendekati suaminya.

"Mommy........" Teriak Alvaro dari dalam kamar yang terdengar oleh mereka semua yang sedang menonton tv di luar.

"Kenapa sayang" tanya Azelia tak kalah deras dari sana, bahkan lebih, hingga mereka menutup telinga saking derasnya.

"Mommy, liat Lula mom" adu Alvaro saat telah sampai di ruang keluarga, Azelia mengerutkan keningnya.

"Kenapa sayang?" Tanya Azelia.

"Iya, Lula gak ngapa-ngapain, Lula di sini aja sejak tadi" ucap Lula dengan nada biasa saja, tapi itu sangat menjengkelkan di telinga Alvaro.

"Masa ayam tadi di lepasin di kamar Al, sampai ada tai" ucap Alvaro kesal. Azelia yang mendengarnya pun menghela nafas kasar, kenapa mereka berdua sekarang lebih sering bertengkar.

"Lula, bener yang di bilang Abang?" Tanya Azelia lembut.

"Maafin Lula mom, soalnya Abang nakal, Lula gak suka" ucap Lula dengan suara bergetar.

"Sama Abang gih minta maafnya" ucap Azelia, Lula mengangguk dan perlahan mendekati Alvaro.

"A-abang" panggil Lula pelan.

Sorry, I'm BackTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang