Happy reading guys, jangan lupa vote dan spam komen yaaaa...... double up yaaa
√
Azelia masuk ke dalam kamar yang ia tempati dahulu kemudian memperhatikan bayangannya di cermin meja riasnya, air matanya luruh, kemudian memecahkan kaca tersebut dengan sebuah gunting yang ada disana. "Argh, sialan, kenapa aku bisa jadi iblis seperti ini, hiks hiks" ucap Azelia dan mengobrak-abrik seluruh produk perawatan yang ada di meja riasnya.
Azelia berjalan dengan lemas ke arah kamar mandi ia menyalakan shower kemudian mengisi air di bathtub dan langsung saja berendam disana tanpa melepaskan pakaiannya.
Ia menutup telinganya yang seolah-olah mendengar semua siksaan yang dia berikan kepada anak-anaknya, terutama Leandro yang sering ia kasari.
"Argh, tidak, tidak, dasar sialan, ibu macam apa aku ini" ucap Azelia sambil menatap kosong dan memukul dirinya sendiri.
Kemudian ia memilih merendam dirinya lebih dalam, setelah beberapa menit ia mulai pusing, tetapi ia tetap berendam tanpa mementingkan rasa pusing itu. Dahulu waktu sebelum kehidupan keduanya, Azelia sangat sering seperti ini dikarenakan stress, bahkan ia juga sering menyayat dirinya sendiri, tetapi dahulu hanya sampai kepalanya pusing dan akhirnya ia keluar dari sana, tetapi sekarang ia memilih tetap disini.
Ting
Hanya terdengar dengungan di telinganya, Azelia tersenyum dan tak lama semua pandangan gelap, ia tak lagi melihat air, semua pandangannya gelap.
√
Tiga puluh menit berlalu, tetapi Azelia tidak muncul-muncul, itu membuat Winter khawatir dengan sang istri, karena ingin menepis ke khawatiran nya, Winter mencari Azelia di kamar istrinya terdahulu.
Dikunci, pintu itu tak bisa dibuka.
"Zelia" panggil Winter dengan sedikit berteriak, tetapi panggilan itu tak di sahuti, dan Winter kembali memanggil Azelia hingga tiga kali.
"Azelia" ucap Winter marah, kemudian ia mendobrak pintu tersebut, hingga yang ketiga kali dorongan pintu itu terbuka.
Clek
"Azelia, kau dimana" tanya Winter yang nada suaranya menjadi lemah saat melihat keadaan kamar yang sudah seperti kapal pecah.
"Sa-sayang, kamu dimana" tanya Winter bergetar, kemudian ia mendengar suara air di kamar mandi, Winter langsung saja melihat dan kebetulan tidak dikunci.
"Astaga, Azelia" ucap Winter terkejut, kemudian ia langsung saja mengendong Azelia keluar.
"Jeffran, Leandro Alvaro, cepat keluarkan mobil" ucap Winter berteriak, mendengar teriakkan sang ayah yang sangat keras pun mereka keluar, dan melihat sang ayah yang mengendong sang ibu dalam keadaan basah pun membuat mereka khawatir.
"Kenapa mom dad" tanya Jeffran panik.
"Cepat saja keluarkan mobil" ucap Winter panik, Jeffran seketika berlari ke arah garasi dan mengeluarkan sebuah mobil yang memiliki kecepatan paling tinggi.
"Kebut saja kau membawanya" ucap Winter, Jeffran mengangguk dan kembali menambah kecepatan mobil itu, setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai di rumah sakit terdekat disana.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sorry, I'm Back
FantasyAzelia, wanita yang mati mengenaskan, ia dibunuh oleh selingkuhan suaminya. Saat saat terakhir bukannya tatapan sedih yang diberikan suami dan anak anaknya, mereka malah menatap dingin Azelia. Kemudian pergi meninggalkan Azelia sendirian dengan rasa...
