42

7K 828 67
                                        

Ku tatap kembali layar laptop dan kulihat Fanya membalas tatapan Asha dengan lekat saat Asha tersenyum manis ke arahnya.

Aku benci jatuh cinta dan aku benci Fanya. Aku benar-benar membencimu Fanya.

"Aku mencintaimu", ucap Fanya sekali lagi yang membuat hatiku terus di tusuk-tusuk oleh ribuan jarum.

Bangsat.

"Terimakasih banyak".

Kulihat Fanya menggeleng pelan "tapi sayangnya cintaku kepadamu hanya sebesar 0,0000001%".

"0,0000001%? Jadi kamu sudah tidak mencintai ku?"

Kepala Fanya mengangguk mantap "ya. Aku sudah mencintai orang lain".

Fanya mencintai orang lain? Siapa?

Asha tersenyum miring "bohong. Mana mungkin kamu bisa mencintai orang lain selain aku?"

"Bohong? Untuk apa aku berbohong padamu".

"Oke. Aku anggap kamu tidak berbohong padaku. Tapi aku yakin orang itu jauh di bawah ku".

Fanya mengangguk "ya ...harus ku akui kalau dia jauh di bawahmu tapi dia lebih mempercayai ku, mencintaiku mengutamakan ku, dan rela mengorbankan nyawanya sendiri untukku. Bahkan dia menyelamatkan ku seorang diri saat aku di culik".

Deg

"Siapa orang itu?"

"Razel Wilma".

Deg

Ku rasakan jantungku berdegup kencang dan aku segera mengusap air mataku sambil tersenyum tipis saat melihat Asha yang diam membisu.

Kenapa Fanya bisa membuatku menangis dan tersenyum dalam sesaat?

"Apa kamu yakin dia mencintai mu? Apa kamu tidak takut jika dia seperti ku huh?"

Fanya menggelengkan kepalanya dengan mantap "dia bukan orang seperti itu. Walaupun dia terlihat acuh padaku tapi aku sangat yakin dia mencintai ku dengan caranya sendiri".

"Hahahaha astaga nyonya....kenapa kamu sangat yakin sekali huh? Apa kamu lupa kalau dulu kamu juga yakin padaku tapi aku malah menghianati mu?"

Kulihat Fanya menatap Asha yang masih tertawa dengan tatapan datar "apa kamu tau alasanku tidak mencarimu lagi?"

Asha berhenti tertawa dan mengulum senyumnya "apa?"

"Karena dia memintaku untuk tidak mencarimu dan mengusik hubungan mu dengan Kiara".

"Alasanku tidak membunuhmu saat ini dan seterusnya juga karena permintaan nya",tambah Fanya.

Kedua mataku berkedip pelan saat kulihat Fanya tersenyum tipis ke arah Asha "dia satu-satunya perempuan yang tidak takut padaku dan dia juga satu-satunya perempuan yang sangat mempercayai ku".

Damn....aku meleleh seperti mentega saat di panasi di atas teflon.

Asha mengangguk-anggukan kepalanya "mungkin kamu menurutinya karena dia yang memintamu agar kamu tidak mengusikku dan Kiara. Tapi bagaimana dengan Jeslyn?"

"Jeslyn urusanku. Lebih baik kamu pergi dari sini dan kembalilah ke Kiara. Dia adalah pilihan mu, jadi kamu tidak boleh seperti ini lagi. Kamu harus setia padanya dan kamu jangan menjadi perempuan brengsek. Cukup aku saja yang menjadi korban kebrengsekanmu".

"Apa kata-kata mu serius kalau kamu dan Jeslyn tidak akan mengusikku dan Kiara dan lagi?"

"Aku serius. Aku janji tidak akan mengusik kalian lagi dan aku juga janji tidak akan membiarkan Jeslyn mengusik kalian".

RETURN (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang