Tak peduli meskipun putranya itu menolak, tapi dia tak bisa mundur begitu saja dengan langkah sejauh ini. Ada hasil yang harus ditunjukan dari hasil jerih payahnya selama ini. Kalian pasti bertanya-tanya mengapa selir Ling Niu bisa berbuat nekat seperti ini? Itu semua karena dirinya ingin merasakan seperti apa rasanya merendahkan seseorang berdasarkan status nya, sama seperti apa yang penguasa kekaisaran lakukan, yang memberikan batas di antara keturunan sah dan anak dari seorang selir. Bagaimana mereka menyebut status yang bagaikan langit dan bumi sehingga tak bisa mendapatkan hak yang sama.
Saat ini selir Ling Niu sedang berada di Istana Sekte Pedang Neraka untuk menemui sang ratu yang telah berkontribusi besar di dalam rencana nya.
Di atas sana, tampak Wang Mei Lan sedang duduk di atas kursi singgasana nya dengan ekspresi datar. Dengan hanfu hitam berpadu merah, sebuah mahkota dihiasi berlian dan permata berharga terpasang di atas kepalanya. Ia duduk menyilangkan kaki sambil menatap selir kedua yang berlutut di bawah singgasana.
"Ada apa kau datang ke sini? Bukankah urusan kita sudah selesai?" Suara wanita itu mengalun menyeramkan di telinga selir Ling Niu. Namun, meski demikian, dia sama sekali tak takut.
"Mohon ampun, Yang Mulia, hamba datang ke mari untuk meminta bantuan Yang Mulia lagi," ucap selir Ling Niu sembari menunduk.
Wang Mei Lan mengangkat sebelah alisnya. Merasa penasaran terhadap rencana licik apa lagi yang selir ular ini miliki.
"Bantuan seperti apa?" tanya Mei Lan. Ia cukup penasaran dengan permintaan selir yang satu ini.
"Hamba ingin Yang Mulia melindungi Kekaisaran Zhang dari serangan pasukan Kaisar Wang, dan melenyapkan Putra Mahkota, serta Kaisar Zhang," kata wanita tersebut yang kini mendongak menatap sang ratu.
Wang Mei lan tersenyum miring, otak selir ini sangat kotor dan licik. Tak menyangka jika seorang selir memiliki nyali yang sangat besar untuk melengserkan para petinggi singgasana.
"Baiklah. Imbalan apa yang akan Bengong dapatkan nanti?"
Selir Ling Niu tampak berpikir sejenak, kemudian tersenyum miring kala terpikirkan sesuatu.
"Saya akan menyerahkan anak dari Putri Mahkota Wang Xia Ai untuk Yang Mulia," jawabnya tanpa ragu.
Wang Mei lan cukup terkejut dengan tawaran selir Ling Niu. Ia menjadi sangat tertarik, anak itu pasti mempunyai aliran meridian yang sangat besar, sama seperti ibunya, bibit bobotnya sangat berkualitas. Ia bisa memanfaatkan anak itu.
"Setuju."
Satu kata, akan tetapi mampu membuat hati selir Ling Niu sangat senang. Dia semakin dekat dengan tujuannya.
Wang Mei Lan mengulurkan tangannya, tak lama kemudian muncullah sebuah cincin giok hitam di telapak tangannya.
Wanita itu melemparkannya pada selir Ling Niu di bawah sana.
Selir Ling Niu menangkap cincin giok tersebut lalu menatap sang ratu dengan wajah bingung.
"Ambil cincin itu, sebut nama sekte ini sebanyak tiga kali. Maka Bengong dan seluruh pasukan akan datang membantumu. Kau juga bisa berteleportasi menggunakan cincin itu," ucapnya dengan senyum licik yang menghiasi bibirnya.
"Terima kasih, Yang Mulia, hamba izin undur diri." Setelahnya, selir Ling Niu menghilang usai membaca mantra.
Tiba-tiba saja sebuah tangan besar menepuk pundak Wang Mei Lan dari belakang yang membuatnya terlonjak kaget. Wanita itu menoleh dan mendapati Jun Xiang ada di belakangnya.
"Ubah kebiasaan mu itu, kau memiliki kaki untuk berjalan dari arah pintu," katanya yang sudah geram akan tingkah suaminya yang selalu muncul tanpa aba-aba.
KAMU SEDANG MEMBACA
Triplets Princesses [END]
Fantasy'_Wang Xia Ai. Istri terkasih dan cinta pertama Zhang Xuen Chi _' Di Kekaisaran Wang. Kaisar Wang beserta Permaisuri Li Wei dikaruniai tiga putri kembar yang diberi nama Wang Xia Ai, Wang Chu Mei, dan Wang Mei Lan. Ketiganya disayangi dan dicintai o...
![Triplets Princesses [END]](https://img.wattpad.com/cover/316340766-64-k467194.jpg)