Happy Reading!
Jantung Ariana terus berdetak kencang. Setiap langkah yang dia ambil semakin membuat jantungnya berdetak semain kencang. Ariana bahkan bisa merasakan sesak di dadanya saat ia sudah bisa melihat siluet putri kekaisaran ini. Padahal ia tidak pernah setegang ini sebelumnya.
"Salam kepada Yang Mulia Putri kekaisaran." Nyonya Herlton langsung memberi salam kepada Puteri Cecilia. Ariana yang masih dalam kekalutan mentalnya tidak sempat mengikuti salamnya dan berakhir hanya menunduk tanpa berucap sepatah katapun.
'Tamatlah riwayatmu Ariana.' Ariana merutuk dalam hati. Sudah pasti ia akan mendapat sasaran objek penidasan dari puteri kaisar ini.
"Sepertinya nona Ariana Cronvess tidak begitu paham mengenai etiket kekaisaran. Ah, aku selalu lupa sekarang kau adalah seorang lady." Wajah angkuh Cecilia bena - benar menunjukkan kepercayaan dirinya saat ini.
"Maaf atas kelancangan saya Yang Mulia Putri. Ariana Asteria Cronvess memberi salam kepada Yang Mulia Puteri Kekaisaran Sloppen." Ariana akhirnya bisa menenangkan dirinya setelah menganggap dirinya sedang berhadapan dengan dosen paling menyeramkan di kampusnya. Tanpa diduga hal ini bisa membuatnya jauh lebih baik.
"Apa yang membuat Yang Mulia Puteri datang ke tempat ini?" Elisabeth bertanya tanpa ragu. Ia masih berdiri disamping Ariana entah kenapa. Padahal, nyonya Herlton sudah mendekat dan berubah menjadi penjilat dengan berdiri disamping Puteri Cecilia. Tapi ia justru berdiri disampingnya menghadapi Puteri Cecilia dan para pengikut dibelakangnya termasuk Amanda.
"Apa aku tidak boleh datang? Kudengar kalian membuka salon baru. Jadi aku hanya memeriksanya. Seperti dugaanku kalian selalu menciptakan sesuatu yang tidak seperti seharusnya."
"Kami hanya mencoba hal baru yang mungkin bisa lebih menarik. Saya sangat tersanjung tuan puteri sangat memperhatikan kami." Elisabeth menjawab masih dengan intonas yang sangat tenangnya, tidak diragukan lagi, wanita dengan kontrol emosi paling menakjubkan. Ariana bersorak dalam hati.
"Kalau begitu kau seharusnya paham dengan maksud kedatanganku hari ini. Apa kau tidak sadar atau pura - pura bodoh jika yang kau lakukan ini sudah sangat menyimpan dari salon yang seharusnya dibangun untuk perkumpulan para bangsawan!" Suara sinis Puteri Cecilia yang cukup keras seakan menggema diseluruh ruangan. Tak ayal semua orang pasti mendengar perkataannya.
"Maaf puteri, tapi esensi dari perumpulan para bangsawan yang tuan puteri sebutkan tidak berubah di salon ini. Kami hanya menambah beberapa hal agar para bangsawan bisa lebih menikmati waktu mereka saat sedang berkumpul." Elisabeth masih menjawab dengan lugas. Ariana meliriknya dari samping, berusaha merekam kejadian ini dikepalanya. Kejadian ini seharusnya ditambah dengan kalimat tajamnya yang seperti biasa. Sayangnya jika itu terjadi, kita harus memakai kekuatan keluarga lagi.
"Kalian masih tidak paham dengan peringatanku tempo hari? Atau kalian tidak mengerti apa yang kalian lakukan sekarang adalah merubah warisan budaya yang sudah ada sejak awal mula kekaisaran ini berdiri hingga sekarang. Bagian yang kau tambah itu sama saja dengan merubahnya lady dan kau masih tidak merasa bersalah? Aku bertaya - tanya bagaiamana keluarga kalian mendidik kalian berdua. Ah! atau karena kalian tidak besar dengan kasih sayang seorang ibu membuat kalian menjadi liar seperti ini!" Perkataan kasar Puteri Cecilia seperti menyulut peperangan diantara keduanya.
Ariana yang awalnya hanya menyaksikan perdebatan keduanya kini justru terlihat yang paling terprovokasi. Wajah menunduknya kini sudah terangkat dan membalas tatapan Cecilia padanya. Elisabteh yangt terkejut melihat tindakan Ariana, beberapa kali menarik tangan Ariana agar kembali menunduk.
"Walaupun sebenarnya kita bisa dengan mudah mengalahkan anak kaisar ini, kita sudah berjanji hanya mengandalkan kekuatan kita sendiri Ariana! Cepat menunduk!" Bisikan Elisabeth justru semakin membuat Ariana berani seolah ia memiliki senjata baru yang tiba - tiba jatuh dari langit.
KAMU SEDANG MEMBACA
SURVIVE
RomantizmWARNINNG KONTEN + MENGANDUNG ADEGAN DAN BAHASA DENGAN UNSUR 18+ YANG MERASA DI BAWAH UMUR JANGAN BACA. BIJAK YA. Aryana yang masuk dalam cerita buku yang baru saja dibacanya harus berperan sebagai Ariana Asteria Cronvess. Tokoh antogonis yang hidup...
