Happy Reading!
Mimpi panjang yang dialaminya itu adalah kenyataan? Dan jika apa yang William katakan benar, wanita yang ia temui itu adalah ibunya?
Ingatan - ingatan itu memang terus terlintas dikepalanya. Belum lagi ruangan yang dilihatnya dalam mimpi dan sangat berbeda dengan tempat ini adalah dimensi lain?
Jantung Ariana berdetak kencang saat ia mengingat bahwa wanita itu memang memintanya untuk dipanggil 'ibu' saat pertama kali mereka bertemu. Apa benar - benar ibuku?
Ariana berlari dengan sangat tergesa menuju meja kerja di kamarnya. Ia selalu menyimpan foto keluarga yang sudah lama ia lupakan.
Diantara laci mejanya, ia menemukan selembar foto yang telah usang oleh zaman. Tangannya menutup mulutnya. Air mata semakin deras mengalir dari matanya saat dia sadar jika wanita itu benar - benar ibunya.
"Ibu.. Ibu.."
Ariana mengelus wajah wanita di dalam foto itu. Meluapkan perasaan sedihnya. Penyesalan yang datang diakhir membuatnya merasa semakin menderia. Seharusnya ia menyadarinya sejak pertama kali meihatnya.Tapi bagaiman bisa ia melupakannya!
***
Setelah lama termenung, ia akhirnya melihat sosok anak kecil seusianya di dalam foto itu.
Wajah dan mata abu - abu ini?
Ariana sadar jika anak perempuan ini adalah dirinya di dimensi lain. Ariana pikir tubuh yang Ariana gunakan hanya bagian dari mimpinya. Siapa sangka ia memasuki tubuh adiknya saat sang adik memasuki tubuhnya sendiri.
Ariana mulai mengerti. Itu semua bukan mimpi. Mereka berdua bertukar tempat. Ya, semua yang dialaminya adalah kenyataan.
Ariana kembali menangis sambil memeluk selembar foto itu ke dalam daadanya. Menekannya dengan kuat seakan tak ingin melepaskannya. Saat tubuhnya tak kuat menahan dirinya, Ariana terjatuh ke lantai dengan tangan yang masih memeluk foto keluarganya.
Namun matanya teralihkan pada laci yang terbuka disebelahnya. Di bawah foto keluarganya, terdapat kertas - kertas aneh yang tidak pernah di lihatnya. Ariana berusaha mengingat sesuatu. Seperti ada ingatan asing yang muncul di kepalanya. Di meja ini tiba - tiba terlintas hal - hal yang dia lakukan di kepalanya. Tapi Ariana yakin itu bukanlah dirinya. 'Ingatan yang sama seperti saat itu.'
Ingatannya membuat Ariana membuka salah satu laci di sebelah kanannya. Tapi karena terkunci dia mengikuti apa yang ada memori nya seakan - akan bisa melihat dirinya sendiri yang berjalan jalan di sekitar kamarnya.
Sebuah pot kecil yang ada di tepi jendela kamarnya menarik perhatiannya. Kunci yang tepat berada di bawah pot itu segera Ariana ambil untuk membuka laci meja kerjanya. Sebuah buku berwarna biru tua khas keluarganya dengan lipatan - lipatan yang terlihat disisinya menarik perhaian Ariana.
Saat membukanya, Ariana tahu jika buku ini adalah catatan yan ditinggalkan adiknya. Dari halaman pertama, semua adalah ceritanya mengenai apa yang dilakukannya setiap hari. Ingatan yang awalnya terasa acak dikepalanya perlahan mulai tersusun dengan benar.
Bahkan ingatan saat mereka berada di dunia jiwa dan bagaimana mereka bisa bertemu membuat Ariana menangis keras. Bagaimana bisa dia melupakan semua itu?
Hatinya terlalu sakit merasakan semua ketakutan yang Aryana rasakan selama berada di tempat ini seorang diri. Perasaan bersalah menyelimutinya, apalagi saat ia dengan senang hati mendapatkan kasih sayang ibunya, sedangkan Aryana harus berhadapan dengan banyak kebencian dari orang - orang di dunia ini karena kesalahannya. Bahkan setelah semua orang memandangnya lebi baik dan mulai merubah hidupnya menjadi lebih baik, dengan mencoba melakukan hal yang Ariana inginkan dan harapkan. Hanya untuknya...
Tapi Ariana dengan egoisnya hanya ingin mati.
KAMU SEDANG MEMBACA
SURVIVE
RomansaWARNINNG KONTEN + MENGANDUNG ADEGAN DAN BAHASA DENGAN UNSUR 18+ YANG MERASA DI BAWAH UMUR JANGAN BACA. BIJAK YA. Aryana yang masuk dalam cerita buku yang baru saja dibacanya harus berperan sebagai Ariana Asteria Cronvess. Tokoh antogonis yang hidup...
