Ch. 7

256 46 2
                                        

Jantung Suzy langsung turun ke perut rasanya saat melihat sehun sudah berdiri di depan ruangannya. Bersidekap dada dengan tampilan yang semakin membuat perutnya mulas.

"Ada masalah?" Tanya Sehun lagi.

Jantung Suzy berdetak semakin kencang, rasanya lututnya lemas seketika walau saat ini pun ia juga tengah duduk.

"Ah, untuk jadwal pertemuan dengan KM Fondation sepertinya akan ditunda hingga minggu depan, Presdir." Jelas Suzy. Berdiri dari duduknya dengan tangan yang is letakan di depan tubuhnya.

Alis Sehun berkerut tak mengerti, beralih berjalan mendekat dan meraih kursi untuk ia duduki.

Sret.

"Kenapa begitu?" Tanya Sehun.

"Perwakilan dari perusahaan mereka baru saja mengkonfirmasi bahwa ada sedikit masalah kesehatan yang dialami oleh pimpinan utama, jadi dalam waktu dekat ini mereka belum bisa menghadiri pertemuan yang sudah dijadwalkan sebelumnya." Sesuai dengan informasi yang Suzy dapatkan, maka itu juga yang ia sampaikan.

Menganggukan kepalanya, Sehun masih duduk di depan meja Suzy. Memperhatikan gadis itu yang masih berdiri kaku di hadapannya. "Duduk." Titah Sehun.

"Mana kesepakatan yang aku minta padamu? Dan juga jadwalku untuk dua minggu ke depan." Dengan tangan yang ia bawa untuk ia bawa untuk mengusak surai legamnya.

Dengan gerakan patah-patah, Suzy memberikan beberapa hasil print out yang memang harus Sehun tanda tangani. "Ini, Presdir."

Mengangguk pelan, Sehun tidak berniat kembali ke ruangannya. Malas dia di sana, tidak ada Suho yang bisa ia ganggu. Biasanya ada Suho yang sudah duduk di sana mengerjakan pekerjaannya sendiri. Menganggap ruangan Sehun seperti ruangan pribadinya.

"Tidak ada yang tertinggal bukan?" Sehun memastikan. Ia tidak akan mentoleransi segala bentuk kesalahan yang akan berakibat fatal.

"Tidak, Presdir."

Mereka masih terdiam, Suzy dengan jantung berdetak tak karuan serta Sehun yang masih diam memeriksa pekerjaannya.

Merogoh kantong celana bahannya, Sehun mengeluarkan pulpen dan segera membubuhkan tanda tangannya. "Jadwalku?" Menengadahkan tangannya, Sehun kembali menatap Suzy seraya memberikan berkas yang sudah ia tanda tangan.

Sret.

"Jadwalku untuk minggu depan tidak ada yang kosong ya." Sehun membolak-balik lembar kegiatannya yang Sudah Suzy susun rapi.

Entah apa yang harus Suzy lakukan, intinya kepalanya mengangguk dengan spontan begitu saja. Memang untuk minggu depan banyak, bisa Suzy katakan padat malahan.

"Kosongkan jadwalku pada jumat minggu depan, aku ada acara pribadi." Titah Sehun. Membalikan kertasnya pada Suzy yang langsung Suzy terima dengan kepala terangguk cepat.

"Kerjakan sekarang, aku ingin melihatnya." Bukan ingin membuat ketidaknyamanan. Sehun hanya bosan di ruangannya, menemui Yifan juga pasti dia sedang sibuk dengan ayah mereka. Suho apalagi!

"Anda tidak kembali ke ruangan Anda, Presdir?" Tanya Suzy tak enak. Secara teknis ini memang perusahaan Sehun dan gedung ini, semuanya adalah milik Sehun. Hanya saja Suzy merasa sedikit risih jika Sehun memperhatikannya seperti ini.

"Apa kau merasa terganggu? Ini gedungku, terserah padaku. Kerjakan saja kerjaanmu, aku hanya akan bermain rubik di sini." Ujar Sehun. Mengambil rubik di atas meja dan mulai sibuk mengotak-atik benda persegi itu.

Menghela nafas pelan, Suzy mulai merasa sedikit tertekan sekarang. Tak ingin membuang-buang waktu. Suzy langsung saja memulai pekerjaannya. "Presdir, nanti akan ada meeting dalam dua siang."

Last HopeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang