Terdiam untuk beberapa saat, Suzy masih terpaku dengan sosok Oh Sehun yang baru saja masuk dengan setelan casualnya. Celana panjang hitam, hoodie hitam, sepatu putih, serta rambut yang terlihat sedikit berantakan.
Sial, kenapa dunia serasa berhenti saat ini?
"Bae Suzy." Sapa Sehun dengan senyum tipisnya, berhenti sebentar di sisi meja Suzy untuk mengacak halus surai hitam itu.
Baekhyun dan Jiyeon langsung memasang senyum aneh saat melihat Suzy yang hanya terpaku diam bagai batu.
Bodoh.
"Presdir." Menunduk pelan, Suzy malas sekali untuk berdiri rasanya, mengantar kepergian Sehun dengan lirikan matanya yang mengikuti gerak-gerik pria itu.
Seperti biasa, Sehun selalu sempurna dimana saja ia berada.
"Itu atasanmu? Kau jadikan pacar saja itu." Bisik Jiyeon. Tidak mengecewakan juga sejujurnya. Tampan dan kaya. Sudah lengkap itu.
"Jangan banyak tingkah, diam kau. Tidak mungkin aku jadikan pacar juga dia." Sinis Suzy. Sudah malas duluan Suzy memikirkan bagaimana bisa hubungan dua orang itu berakhir. Belum lagi dengan empat orang buntut yang selalu mengikuti Sehun kemana saja.
"Kenapa? Jadi yang kedua juga tidak masalah. Uangnya banyak itu." Bisik Baekhyun tak mau kalah.
"Dia duda, Bajingan."
**
"Dad! Kau melihat mommy?" Tanya Hyunjin heboh.
Dahi Sehun langsung berkerut heran. "Mommy siapa yang kau bicarakan ini?" Heran Sehun. Mantan istrinya bahkan entah sudah kemana dia saat ini.
"Mommy Suzy." Gemas Hyunjin. Lama sekali otak orang tua ini. Sudah tahu Hyunjin sumbu pendek.
"Sejak kapan dia menjadi mommy kalian?" Tanya Sehun. Entah kapan Sehun menikah dengan kelinci betina satu itu. Menyatakan cinta saja tidak.
"Makanya cepat nikahi. Atau biar aku saja yang menikahinya." Jasper tersenyum manis. Suzy tidak buruk juga, dia lucu, manis, dan menggemaskan. Masih termasuk ke dalam tipe ideal Jasper sejujurnya.
"Heh!" Bukan Sehun yang protes, melainkan Hyunjin, Yeji, dan juga Haowen. Malas sekali mereka, jika seperti itu mana bisa mereka memanggil Suzy dengan sebutan mommy. Sialan sekali kakak mereka ini.
"Dia sudah memiliki kekasih. Berhenti memanggil dia dengan sebutan mommy, bisa saja dia risih." Ujar Sehun. Mengacak asal surai empat anaknya yang langsung diam membatu ini. Sehun sedikit kasihan sejujurnya.
"Tahu dari siapa?" Tanya Yeji memastikan. Impiannya sedari semenjak bertemu Suzy pupus begitu saja? Yeji tidak terima!
"Percaya saja pada daddy."
"Biar aku tanyakan sendiri!" Berdiri dari duduknya, Yeji langsung bergegas pergi menuju meja Suzy. Lebih baik ia pastikan sendiri, Sehun terkadang kelakuannya macam tai sejujurnya.
**
"Yang kita tunggu akhirnya datang." Baekhyun bertepuk tangan pelan dan langsung menjabat tangan Myungsoo dengan ramah.
"Sudah makan?" Mengusap pelan kepala Suzy, Myungsoo duduk tepat di sisi kanan gadisnya, tersenyum ramah pada Jiyeon dan juga Baekhyun yang selama ini sudah menjaga kekasihnya.
"Sudah, ingin pesan apa?"
Menggeleng pelan, Myungsoo lebih memilih untuk merampas gelas minuman Suzy yang berada tepat di depan matanya. "Aku sudah kenyang. Nanti saja." Tolak Myungsoo.
KAMU SEDANG MEMBACA
Last Hope
FanfictionSuzy tak pernah meminta lebih akan sesuatu dalam hidupnya. Menapaki jalan yang sudah disiapkan oleh dua sosok yang selalu ia panggil dengan sebutan mama dan papa. Menjalani sisa hidupnya dengan semua rasa bersalah yang sudah ia pendam selama bertahu...
