Ch. 20

247 42 1
                                        

"Apa ada sesuatu yang terjadi selama beberapa waktu ini?" Myungsoo menopang dagunya dengan kedua tangan yang ia letakan pada sisi meja. Menatap Baekhyun serta Jiyeon yang tengah makan tanpa memikirkan perihal apa yang baru saja ia tanyakan.

"Dalam konteks apa dulu? Semua hal sudah terjadi asal kau tahu." Kepala Jiyeon bahkan sudah akan meledak karena semua hal yang sudah ia alami ini.

"Bae Suzy tentu saja. Apa ada sesuatu yang terjadi dengannya?" Myungsoo kembali menerawang jauh pada saat ia menghabiskan akhir pekan bersama kekasih tercintanya itu.

Ada banyak perubahan yang Myungsoo sadari. Suzy yang kurang responsif dan sering melamun dengan tatapan kosong yang sungguh membuat Myungsoo khawatir.

"Kenapa memang dengan kelinci bunting itu?" Baekhyun bersidekap dada, semua hal aneh yang Suzy lakukan seharusnya tidak membuat Myungsoo kaget lagi. Bukannya dia sudah biasa dengan segala keanehan itu?

"Hanya aku merasa dia seperti manusia yang memiliki beban pikiran paling banyak di atas dunia ini." Myungsoo mengeluh prihatin. "Wajah cantik kekasihku menjadi muram."

Baekhyun dan Jiyeon langsung saling tatap dengan dahi yang mengeryit jijik. Menggelikan sekali pasangan muda-mudi ini.

"Kau yakin ingin tahu?" Tanya Baekhyun memastikan. Jelas saja mereka tahu kenapa Suzy menjadi manusia tanpa harapan seperti itu.

Myungsoo langsung mengangguk semangat. Tentu saja, apapun akan Myungsoo lakukan untuk si kecil itu. "Apa itu?"

Baekhyun nampak berpikir untuk beberapa saat. Suzy juga tidak pernah mengatakan untuk jangan memberi tahu Myungsoo apapun bukan? Jadi halal saja untuk Baekhyun bocorkan, benar?

"Hanya masalah sepele antara dia dan atasannya, beserta anak-anak atasannya." Ujar Baekhyun.

Myungsoo menatap penuh tanda tanya, apa yang sudah kekasihnya lakukan hingga ia mendapat masalah dengan lingkungan kerjanya? Bahkan hingga anak atasannya juga? Onar apa yang sudah Suzy ciptakan?

"Setahuku Suzy bukan pembuat onar, kenapa dia bisa mendapat masalah seperti itu?"

"Jadi, seperti ini ceritanya..."

"Sayang?" Myungsoo melambaikan tangannya di depan wajah Suzy. Menarik kembali atensi gadisnya yang sudah pergi entah kemana.

"Sayang." Lagi, masih menghubumgkan kembali ternyata.

"Bae Suzy, astaga!" Myungsoo menaikan sedikit volume suaranya hingga berhasil membuat Suzy tertarik kembali menuju kesadarannya.

"Iya?" Wajah bingung itu sukses membuat Myungsoo terkekeh pelan. Menggemaskan as always.

"Apa ada sesuatu yang mengganggu pikiran kekasihku?" Tanya Myungsoo. Mengusap helai legam yang terjuntai terbawa angin itu dengan jemari panjangnya.

Suzy nampak berpikir untuk beberapa saat, benar. Ada banyak sekali hal yang menganggu pikirannya dan itu harus segera Suzy selesaikan. "Aku ingin ice cream."

Spontan.

Kata-kata itu melintas begitu saja di otaknya dan dengan kurang ajar mulut jahannamnya ini langsung berujar begitu saja tanpa berpikir terlebih dahulu.

Alis Myungsoo berkerut tak paham. "Ice cream?"

Mengangguk antusias, Suzy tidak ingin terlihat panik karena kecerobohannya sendiri. "Iya."

"Kau sedikit lagi sudah akan flu, jangan mencari penyakit. Kau yang flu, manusia satu bumi yang ketar-ketir." Omel Myungsoo, mencubit pelan ujung hidung Suzy dengan gemas.

Last HopeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang