Suho benar-benar datang setelah jam istirahat siang. Menaiki lift untuk mencapai ruangan Sehun dengan wajah yang sudah bersungut tidak senang.
Suara bantingan pintu membuat Sehun menatap kesal padanya. Lantas, apa kalian berpikir Suho peduli? Tentu saja tidak! Pria ini bahkan tidak ingin membantunya untuk mencari alasan guna meminta ijin pada Siwon.
"Kenapa kau masuk ke dalam ruanganku? Aku menyuruhmu untuk serah terima dengan Bae Suzy." Sinis Sehun. Kembali fokus pada komputernya yang masih menampilkan grafik ulat bulu. Entah juga, Suho tidak ingin peduli.
Menghela nafas lelah, Suho membanting tas kerjanya ke atas sofa Sehun dan kembali meninggalkan ruangan untuk menuju ruangan Suzy. "Bedebah laknat!"
**
"Jadi apa yang akan kau serah terimakan padaku?" Tak ada basa-basi, Suho langsung mencecar Suzy dengan pertanyaannya. Mendekati meja Suzy yang tengah menyembunyikan wajahnya diantara lipatan tangan.
"Aku tetap akan masuk besok." Tak merubah posisinya, Suzy tidak akan menyerah begitu saja. Tak ada masalah dengan kerjaanya sehingga ia harus diliburkan oleh Oh Sehun.
"Tidak usah keras kepala, Oh Sehun jika sudah mengatakan A harus A. Percuma kau lawan keras kepalanya itu." Suho sebagai manusia yang paling lama bekerja dengan Oh Sehun tentu saja paham dengan segala tabiat buruk mantan atasannya itu.
Berdecak kesal, Suzy mengangkat kepalanya. Menatap Suho dengan tatapan tak terima. "Aku tidak melakukan kesalahan apapun."
"Terserah apa yang terjadi pada kalian. Aku tidak peduli, yang jelas katakan padaku apa yang harus aku lakukan besok?" Mengibaskan tangannya tanpa minat, Suho berdiri di belakang Suzy. Menatap pada layar komputer beserta catatan kecil yang tengah gadis itu buat.
Berbalik dengan wajah tertekuk sedih, Suzy langsung menghadap Suho dan melingkarkan tangan kecilnya pada sekitaran pinggang Suho.
"Kenapa lagi?"
"Bantu aku, aku tidak ingin libur. Tidak ada masalah yang besar." Menatap Suho dengan tatapan anak anjingnya, Suzy memohon belas kasihan.
Menghela nafas kecil, Suho tersenyum tipis. Mengusak surai hitam legam Suzy seraya menyentil kuat dahinya. "Jika aku bisa, aku akan menolong diriku sendiri terlebih dahulu. Malas sekali aku di sini." Balas Suho.
Hidupnya sudah sangat nyaman tanpa Oh Sehun selama ini, lalu atas dasar apa ia harus kembali ke sini? Pekerjaan bodoh itu namanya.
"Oppa." Rengek Suzy.
"No no no."
**
"Jahat sekali." Menendang kesal krikil di depan kakinya, mata Suzy sudah berkaca-kaca. Apa yang harus ia lakukan selama dua hari ini? Apa ia kembali ke rumah orang tuanya saja ya? Pasti Jinyoung juga akan pulang karena ia di rumah.
"Pulang ya, aku akan pulang."
Mengambil ponselnya dari dalam kantong celana, Suzy segera menelfon nomor Jinyoung. Memerintahkan kakak tercintanya itu untuk segera menyusul dirinya. Tak peduli seberapa sibuknya Jinyoung, pria itu harus pulang.
Suzy tidak mau tahu!
**
"Kau ini kenapa?" Suho bertanya jengah. Pekerjaannya juga banyak ya asal kalian tahu, tidak bolak-balik pindah lantai saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Last Hope
FanfictionSuzy tak pernah meminta lebih akan sesuatu dalam hidupnya. Menapaki jalan yang sudah disiapkan oleh dua sosok yang selalu ia panggil dengan sebutan mama dan papa. Menjalani sisa hidupnya dengan semua rasa bersalah yang sudah ia pendam selama bertahu...
