Hera bertemu tatap dengan seorang pria saat keluar dari arah masuk menuju pemandian pribadi Edmund. Pria itu tersenyum sopan padanya, Hera langsung lari seperti sedang melihat hantu.
Pria itu sempat terpana dengan kecantikkan Hera, meski tanpa riasan.
"Tuan mempersilahkan anda masuk." Polo mengintrupsi pria tampan yang kaget dengan suaranya.
"Maaf aku lancang, berkeliling tanpa meminta izin lebih dulu."
"Harusnya tidak melakukannya, anda bukan orang yang tidak tahu aturan. Kali ini saya mengabaikannya karena anda memiliki urusan penting dengan tuan saya." Pria tampan itu mengangguk sopan, salahnya tidak minta izin lebih dulu.
Sebelum masuk kedalam kastil, pria itu sempat menoleh kearah Hera lari. Jalan setapak berbukit yang entah berujung kemana, estat Edmund memang seluas itu.
Sejauh mata memandang adalah miliknya, apalagi sekarang dia pemilik sah dari beberapa estat mewah lainnya, milik lawannya dimeja judi.
"Silahkan." Suara Polo kembali mengintrupsinya dan kali ini terdengar lebih tegas.
**
"Selamat pagi tuan Andrian, perkenalkan aku ..."
"Zavion Nohan. Putra dari tuan Nohan, pemilik peternakkan terbesar di Widburry."
"Aku tersanjung anda mengenal silsilahku dengan baik," ucap pria tampan itu sambil membungkuk hormat.
"Apa yang kau tawarkan? Aturan bisnis denganku, kau harus menawarkan keuntungan besar." Edmund mempersilahkan Zavion duduk.
Dia mengambil minuman dari tempat penyimpanan yang memang tersedia di ruang kerjanya.
Zavion tersenyum, "biarkan aku memperkenalkan diri dengan baik agar memiliki kesan berbeda. Kita pembisnis dan sudah seharusnya memberi kesan baik pada calon mitra."
Edmund mempersilahkan.
"Meski menyandang nama besar ayahku, tapi anda harus tahu, pencapaian yang aku dapatkan sampai detik ini merupakan hasil kerja kerasku sendiri. Bukan ingin berbangga hati tapi ingin menegaskan kalau aku bukan anak manja yang terjun kedunia bisnis mengandalkan nama orangtua."
Edmund mendengar dengan baik sambil menuangkan minuman kedalam gelas.
"Widburry terkenal akan woll dan susu. Sedangkan Cadburry terkenal dengan hasil kapasnya. Seperti yang kita tahu, Cadburry memiliki cuaca paling dingin diantara daerah yang lain, sampai detik ini kalian masih mengambil woll dari tempat kami dengan harga yang tidak murah. Aku menawarkan kerjasama yang cukup potensial, membangun pabrik woll dan kami mengimpornya. Anda bisa memproduksi sendiri dengan tenaga kerja yang kami pinjamkan untuk sementara. Kami akan menjadi pemasok tetap dengan harga jual yang cukup layak, bukankah kita bisa sama-sama untung?"
"Kau menjadikanku batu loncatan untuk gebrakkan barumu? Jika aku menerima tawaran kerjasama ini maka kau dengan mudah menawarkannya kedaerah lain karena aku menjadi tolak ukur mereka."
"Ya, anda pembisnis potensial. Kalau aku bisa menaklukkan anda, itu artinya aku berhasil maju seratus langkah dari pembisnis lainnya. Dalam kerjasama ini juga, aku ingin anda menjadi pemasok tetap kapas untuk pabrik kami."
"Meminjamkanku tenaga kerja sama saja seperti sedang memata-mataiku. Kau snagat berterus terang untuk bertindak curang." Edmund menenggak habis anggurnya.
"Pinjaman itu hanya bersifat sementara, setelah orang-orangmu terlatih dengan benar, aku akan menarik orang-orangku kembali. Aku meminjamkan mereka untuk mengajari orang-orangmu, memintal benang menjadi pakaian tidak mudah. Pabrikku terkenal menghasilkan hasil pintalan yang sempurna. Bahkan keluarga kerajaan mempercayakan baju musim dinginnya pada kami."
KAMU SEDANG MEMBACA
Samar
RomanceNovel sedang proses cetak. Kunjungi Ig: Ado_9027 atau Novelis_ado9027 untuk info lebih lanjut. Edisi exlusive, terbatas. Hanya untuk 22 orang tercepat. Terdapat extra bab yang tidak ada di PLATFORM. *** Jangan coba-coba berani plagiat cerita ini kal...
