Aroma Yang Cukup Dikenalinya

576 60 77
                                        

"Your majesty, saya tidak punya waktu banyak untuk mempersiapkan segalanya, mohon dimaklumi walau saya tahu tidak ada alasan untuk itu."

"Sekali lagi aku katakan jangan sungkan, sambutanmu sangat luar biasa. Selama perjalanan kemari Ed memberi tahu banyak tentangmu, tidak biasanya dia tertarik dengan sepak terjang orang lain."

Tuan Nohan mempersilahkan raja mencicipi domba guling yang di sajikan langsung oleh kepala masak kediamannya. Kepala masak tersebut terkenal dengan tangan ajaibnya, setiap yang di sentuhnya bisa menjelma menjadi hidangan yang lezat.

Dan hari ini dia dapat kesempatan langsung menjamu pemimpin negri, sungguh pencapaian yang luar biasa. Tidak hanya raja, dia juga melayani Edmund.

"Hidangan yang lezat, tidak kalah dari masakan istana." Puji sang raja.

"Terima kasih your Majesty."

"Saya sangat berharap bertemu dengan ratu." Nyonya Nohan tersenyum sopan pada raja. Ini pertama kali dalam hidupnya bertemu dengan orang nomor satu di negri ini.

Aura raja sangat luar biasa tapi tidak semengerikan Edmund. Raja memiliki aura yang lebih kekebijaksanaan.

"Sayang sekali nyonya Nohan, istriku tidak bisa ikut dalam perjalanan kali ini karena harus menyiapkan pesat untuk para debutan. Setiap tahun dia akan menyisakan waktunya untuk fokus pada acara-acara seperti itu."

"Aku mengerti." Nyonya Nohan tentu tahu seperti apa beratnya tugas seorang ratu. Dan sialnya adalah aura Edmund sama sekali tidak berkurang, tatapan curiga di perlihatkannya tanpa ragu.

Raja berdehem lalu berkata, "Widbury terkenal pada rumput dan perbukitannya yang hijau." Kemudian dia melirik Edmund, "dan saudaraku membutuhkan udara segar untuk menenangkan pikiran. Selama perjalanan kami, bisnis selalu menjadi topik utamanya, sama sekali tidak menikmati suasana yang di tawarkan. Kalau tuan dan nyonya Nohan berkenan aku ingin ada yang menemani saudaraku berkeliling."

"Tentu saja, suatu kehormatan bagiku. Aku ..."

"Akan terasa membosankan kalau kau yang menemaninya, kalian tetap membahas pekerjaan. Dalam perjalanan ini aku ingin saudaraku ini menilai sisi lain selain peluang bisnis." Raja menatap Emy, "aku rasa putrimu cocok untuk menemaninya. Pengawal pribadiku akan menjadi pendampingnya."

Emy bangkit lalu membungkuk hormat, "suatu kehormatan bagiku, your majesty."

Raja mengangguk lalu lanjut makan begitupun dengan rombongan yang lain. Raja dan rombongannya mungkin bekisar sekitar seratus orang, kamar mereka sudah di siapkan dan setelah makan di persilahkan untuk istirahat lebih dulu.

"Kau berhutang banyak padaku." Raja menatap Edmund penuh kemenangan.

"Aku tak memintamu bertindak sejauh itu, tidak ada hutang sama sekali." Raja terkekeh sambil melihat kepergian Edmund, saudaranya itu sangat sulit di taklukkan.

Dia menghela napas lalu beranjak keruang mandi, setelah Edmund berada di sisinya, hidupnya menjadi jauh lebih tenang.

***
Emy dengan semangat berdandan secantik mungkin, mengenakan gaun terbaik agar terlihat pantas berjalan bersisian dengan seorang duke.

"Ratusan kali kau memastikan penampilanmu. Emy, kau sangat cantik, tidak kurang satu apapun. Seluruh negri mengakui kecantikanmu, kenapa sekarang tidak percaya diri begini?" Eliza memutar jengah bola matanya.

"Aku harus terlihat lebih cantik dan pantas didepan seorang Duke. Kau tahu kedudukkannya sangat tinggi, kalau aku ..."

Ucapannya terhenti karena melihat ibunya masuk dengan raut wajah yang gelisah. Sekarang dia tahu kenapa ibunya begitu gelisah, pria itu sangat mendominasi, dan yang paling penting ibunya tidak menyukai Andrian Edmund.

SamarCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang