Kepala pelayan kediaman Scott memberi tahu nyonya rumah kalau tamu lain sudah datang. Emy menatap bingung mrs. Scott karena sebelumnya tidak tahu kalau ada tamu lain yang datang.
"Kalau begitu aku permisi."
"Eh ... jangan buru-buru, tamu itu akan bergabung dengan kita. Tunggu sebentar, aku menyambut kedatangannya dulu." Mrs. Scott menahan Emy setelah itu bangkit untuk menemui tamunya.
Tidak lama kemudian nyonya Scott kembali dengan menggandeng seorang wanita yang rupanya sangat cantik. Wajanhnya mungil berbentuk hati, mata hijau yang sangat indah ditambah lagi dengan rambut pirangnya.
Dan yang paling menarik perhatian adalah gaun yang dikenakannya terlihat modis dan mahal, dilengkapi kaling herlian yang melingkar dilehernya.
Tatanan rambutnya juga bagus, dikepang gulung dengan cocangan yang indah, penatanya pasti seorang stylish ternama. Emy menyadari satu hal, Cadburry jauh lebih maju dari Widburry dibidang fashion.
"Kenalkan, nona Nohan. Ayahnya bekerjasama dengansang duke." Nyonya Scott meminta Emy berdiri, "sayang kenalkan, ini noa Dowson."
Emy mengulurkan tangan, "Emy Nohan."
"Casey Dowson," balas gadis itu ramah kemudian duduk setelah di persilahkan oleh nyonya rumah.
Dia menuangkan teh melati untuk Casey lalu mempersilahkannya minum. Emy bisa melihat bagaimana nyonya Scott begitu hormat dan sopan pada wanita yang sedikit lebih tua darinya ini.
Mungki seusia Zavion, entahlah.
"Kami baru saja membahas keluargamu." Ucapan nyonya Scott menyadarkan Emy kalau wanita cantik didepannya ini salah satu anggota keluarga Scott.
Tapi yang jelas bukan wanita yang Edmund nikahi karena wanita itu sangat dibenci.
"Apa yang kalian bahas? Jangan bilang tentang sipembawa sial." Emy cukup terkejut dengan sikap ketus Casey. Sungguh tidak menyangka kalau di lihat dari wajah cantiknya.
"Siapa lagi kalau bukan dia? Nona Nohan penasaran kenapa your grace menikahi sipembawa sial."
"Aku tidak pernah mengatakannya, mrs." Ralat Emy.
Nyonya Scott tertawa kecil dengan menutup mulutnya, setelah itu berkata, "kau bertanya tentang sipembawa sial yang kau anggap mitos. Ketertarikkanmu padanya menyimpulkan kalau sebenarnya kau penasaran kenapa your grace menikahinya."
Emy menggeleng pelan, "aku lebih penasaran kenapa kalian percaya pada hal semacam itu. Katakanlah kalau kalian percaya kota ini sebelumnya dihuni penyihir tapi kebenarannya belum pernah dijelaskan secara rincikan? Bukti peninggalannya juga tidak ada, aku mempelajari setiap kota yang ada di Inggris raya" sejak kecil, Cadburry salah satunya. Tapi aku tidak pernah mendengar cerita seperti itu."
"Kau tidak bisa meragukan kepercayaan budaya lain," ucap Casey, "keluargaku mengalaminya secara nyata. Tidak ada yang lebih tahu dibandingkan kami."
Suara Casey membuat nyali Emy sedikit ciut.
"Kehilangan dua orang tersayang setelah kelahirannya, kau pikir bukan kesialan? Kalau bukan apa namanya? Coba beritahu aku."
"Maaf, aku tidak bermaksud menyinggung kalian. Aku tarik kata-kataku kembali."
"Memang seharusnya begitu, kau tidak seharusnya mengutarakan pendapatmu terlalu jelas, sangat tidak sopan."
Casey beralih pada nyonya Scott, "ratu mengundang kita pada pesta perjamuan. Aku akan pergi karena Edmund juga pasti hadir, raja mengundangnya langsung. Titah raja dengan stempel khusus tidak boleh ditolak, ini pesta pertamanya setelah lama menghilang dari seluruh pesta yang diadakan."
"Aku tahu, semoga nona Nohan masih berada disini saat acara berlangsung," ucap nyonya Scott.
"Nona Nohan tamu spesial your grace, dia memintaku menjaga nona Nohan selama perjalanannya kemari."
"Oh ... ya?" Casey langsung beralih dengan tatapan menilai. Emy sedikit tidak nyaman dengan tatapan tersbut.
"Sepertinya your grace memiliki kesan baik terhadap nona Nohan sendiri." Hati Emy serasa ditaburi mawar, hangat dan harum.
Nyonya Scott melanjutkan, "tidak biasanya your grace bersikap seperti itu. Karena itu aku merasa punya tanggung jawab untuk menjaga nona Nohan selama berada disini."
Casey mengangguk, "kalau boleh tahu kapan kau bertemu Edmund?"
Emy memperhatikan sedari tadi Casey menyebut langsung nama pria itu, sepertinya hubungan mereka cukup baik. Nyonya Scott juga tidak mempermasalahkannya.
"Desaku menjadi salah satu tempat yang raja kunjungi bersama rombongannya. Dan aku mendapat kehormatan dari raja untuk membawa your grace berkeliling, melihat keindahan Widburry."
"Dan lagi ayahmu menjalin kerjasama dengan ayahmu." Nyonya Scott menatap Casey, "kau tahu tuan muda Nohan yang tampan itu? Dia kakaknya nona Nohan."
"Aku tidak pernah melihatnya langsung tapi dari gosip yang beredar mengatakan kalau pria itu sangat tampan. Bagiku kalau belum hisa mengalahi ketampanan Edmund maka tidak bisa dikatakan tampan."
"Jangan membandingkannya dengan your grace, aku yakin kalau bertemu tuan Nohan, kau akan menarik kata-katamu barusan. Dia tampan dan menawan, kharismanya sangat kuat. Kau tidak akan bisa berpaling darinya."
Casey tidak menanggapi.
"Aku harap kau tidak salah paham dengan sikap Edmund. Dia tidak tertarik dengan wanita manapun selain mendiang adikku. Sambutan baiknya hanya karena dia memandang raja dan ayahmu."
Emy serasa ditampar dengan kalimat Casey.
"Jangan bicara begitu." Tegur nyonya Scott sok prihatin padahal senang dengan kegaduhan seperti ini. Bahan gosip yang bisa di jualnya saat pesta berlangsung.
"Aku harus mengingatkannya, banyak wanita yang salah paham dengan sikap Edmund. Jangan sampai nona Nohan ini menjadi salah satu diantaranya. Kalau itu terjadi, kerjasama yang terjalin bisa berakhir, kau tahu benar bagaimana watak Edmund."
Nyonya Scott mengangguk, "tapi sikap baiknya pada nona Nohan patut di acungi jempol. Sebaik-baiknya your grace, dia tidak pernah berbuat baik pada orang lain secara khusus."
Emy serasa melambung tinggi padahal baru saja ditampar dengan kalimat Casey.
***
"Zavi!" Emy berlari kecil menyusul kakaknya yang baru masuk kedalam rumah.
"Aku baru pulang dari rumah kediaman Scott, dan kau tahu aku bertemu siapa disana? Kakaknya mendiang kekasih your grace."
Zavion mengernyit, guratan dahinya tampak lelah dan penuh beban yang di pikul.
"Ada urusan apa kau dengan nyonya Scott? Kenapa tidak memberi tahuku lebih dulu? Dan kau bertemu siapa?"
"Nyonya Scott mengundangku minum teh, dan aku tidak tahu bagaimana meminta izinmu, kau entah kemana seharian ini, Norman juga." Emy menuangkan teh untuk Zavi lalu memberikannya, mereka duduk diruang keluarga, "Casey Dowson. Wanita yang sangat cantik tapi tidak disangka berlidah tajam. Dia tidak suka your grace bersikap baik padaku, tapi nyonya Scott selalu membelaku."
"Jangan lagi bertemu dengan siapapun termasuk mereka, kau tidak punya keperluan menjalin hubungan dengan merek. Emy, kau tidak tahu bagaimana cara orang-orang disini bergaul, menjauhlah sebelum tertimpa masalah."
Zavion melanjutkan, "terutama keluaga Dowson. Mereka bukan manusia tapi iblis, dan aku tidak mau kau terlibat dengan siapapun diantara mereka."
"Kau tahu cerita tentang gadis itu?"
"Bukan urusanmu, berhentilan penasaran. Kau bukan seperti dirimu."
Zavion melanjutkan, "jangan kemanapun sampai jadwal kita pulang."
"Kau akan pulang?"
"Sebentar lagi urusanku disini selesai." Pada kenyataannya Zavi hanya pulang untuk mengantar Emy.
KAMU SEDANG MEMBACA
Samar
रोमांसNovel sedang proses cetak. Kunjungi Ig: Ado_9027 atau Novelis_ado9027 untuk info lebih lanjut. Edisi exlusive, terbatas. Hanya untuk 22 orang tercepat. Terdapat extra bab yang tidak ada di PLATFORM. *** Jangan coba-coba berani plagiat cerita ini kal...
