Apa yang Hera takutkan menjadi kenyataan, iblis ini berhasil menemukannya. Ya, dalam hati Hera sudah mengikrarkan kalau kekasih bibinya ini adalah seorang iblis.
Hera menekan perasaannya, mencoba tidak ketakutan tapi tidak berhasil. Aura Edmund sangat mengerikan, kalau malam ini menjadi malam terakhirnya hidup, sungguh hatinya bahagia tapi bagaimana jika malam ini awal penderitaan yang lebih mengerikan?
Edmund menghempas wajah Hera kesamping, untung tidak terbentuk tembok. Dia menarik asal kursi meja rias lalu duduk bak seorang dewa neraka yang siap menyiksa.
"Zavion Nohan memiliki keluarga yang harmonis. Kedua orangtuanya sangat terpandang, terkenal sebagai keluarga yang santun, tidak pernah bermasalah dengan siapapun. Reputasi mereka sangat terjaga secara turun temurun, bagaimana kalau aku menghancurkan nama baik itu?"
"Jangan berani bersuara sebelum aku selesai bicara. Kau tahu? Saat ini aku sangat ingin membunuhmu, menghancurkanmu menjadi cincangan daging halus lalu ku jadikan makanan anjing. Tapi jika aku melakukan itu kau pasti senang karena tidak bertemu denganku lagi sementara aku belum puas membalaskan dendamku, sialan!" Terdengar gigi Edmund bergemeletak.
Hera menutup mulutnya rapat, menggigit lidahnya sekuat mungkin agar suaranya tidak keluar.
"Dan sekarang kau membuatku membenci seorang Zavion Nohan. Dia berani membawa lari peliharaanku, nyalinya sungguh besar dan aku harus membalasnya berkali lipat. Menjatuhkan harga diri keluarganya melalui adik perempuannya pasti sangat menyengangkan. Akan kubuat dia dan keluarganya menanggung akibat dari kesialanmu. Aku ingin lihat, setelah mereka mengalami kehancuran dan rasa malu yang tidak bisa di tebus sampai tujuh turunan, masihkah mereka menganggapmu bukan pembawa sial?"
"Kumohon, jangan." Akhirnya Hera bersuara, tidak begitu jelas. Lebih mirip cicitan tikus.
"Aku bilang jangan bersuara!" Desis Edmund, Hera semakin memggigil ketakutan. Dia menikmatinya, kekesalannya harus terlampiaskan.
"Salah satu adik perempuannya tertarik padaku, sangat mudah mengundangnya keatas ranjangku. Setelah itu seumur hidup dia akan menanggung malu karena berani menggoda seorang Duke. Tidak akan ada pria yang mau menikah dengannya, bisa kau bayangkan hidup seperti apa yang akan dia jalani setelahnya?" Hera menggeleng pelan.m
Demi Tuhan Hera tidak berani membayangkannya.
"Ibunya yang angkuh akan sadar kalau dia sudah melindungi orang yang salah. Seumur hidup dia akan menganggapmu sipembawa sial, tapi sayang tidak ada yang bisa dia lakukan setelah aku menghancurkan keluarganya sampai tak bersisa."
Hera turun dari ranjang lalu bersimpuh, kedua tangannya terkatup, memohon ampun pada Emdund, "lampiaskan semua amarahmu padaku. Seumur hidup aku akan menjadi peliharaanmu, kumohon tuan, jangan sentuh mereka. Mereka tidak bersalah, aku ..."
Edmund mendorong bahu Hera dengan kakinya hingga gadis itu terjatuh, "semua memang kesalahanmu. Akibat kutukkan yang kau bawa dari lahir, semua orang disekitarmu akan menanggung rugi. Dan jangan harap aku mau merasakan kesialanmu seorang diri?"
"Aku yang meminta tolong padanya untuk membawaku pergi."
"Oh ... selain pembawa sial kau juga pembohong. Berbohong demi seorang pria? Apa kau sudah melayaninya? Menghangatkan ranjangnya sampai timbul benih-benih cinta?"
Suara Edmund terdengar meremehkan dan merendahkan, tatapan jijiknya bak pisau tajam yang menggores hati tanpa rasa kasihan.
"Aku sudah memberimu kesempatan saat mendatangi Zavion Nohan dikediamannya. Tapi yang kau lakukan justru lari bukan kembali."
Hera tersentak karena Edmund mengetahui keberadaannya saat itu. Dan darimana pria ini tahu kalau dia mendengar semua pembicaraan itu walau dalam keadaan tak sadarkan diri?
KAMU SEDANG MEMBACA
Samar
RomansaNovel sedang proses cetak. Kunjungi Ig: Ado_9027 atau Novelis_ado9027 untuk info lebih lanjut. Edisi exlusive, terbatas. Hanya untuk 22 orang tercepat. Terdapat extra bab yang tidak ada di PLATFORM. *** Jangan coba-coba berani plagiat cerita ini kal...
