Hutangmu Sudah Menumpuk

821 61 79
                                        

"Tolong jangan salah paham, kedatanganku kemari hanya untuk menyapamu. Bagaimanapun kita hampir menjadi keluarga kalau sipembawa sial itu ..."

"Jangan berani melangkahkan kaki kedalam kastil ini tanpa izinku." Edmund melirik Polo yang berdiri tidak jauh darinya, "kau mulai bermasalah dengan kinerjamu sepertinya."

"Maaf your grace, nona Dowson mengatakan ada hal penting yang ingin dia sampaikan perihal mendian nona Dowson."

Edmund beralih pada Casey, matanya menyipit tajam, meminta penjelasan atas informasi yang Polo berikan.

Casey menelan ludah susah payah, sebelum memutuskan kemari sudah membayangkan kalau hal ini akan terjadi. Edmund menolak dan bersikap dingin padanya.

Dari awal pria ini juga begitu, tidak pernah ramah pada siapapun kecuali pada Camelia tentunya. Sungguh beruntung Camelia mendapat cinta pria dingin ini, bahkan sampai sekarang tidak tergantikan.

"Charles memintaku membereskan barang-barang Camelia."

"Membereskan?" Suara dingin Edmund semakin membuat nyali Casey ciut. Gadis yang sudah pantas menikah karena usianya tak muda lagi itu tampak ragu melanjutkan ucapannya.

"Charles ingin kamar itu di kosongkan. Sudah terlalu lama tidak di huni, barang-barang mulai berdebu. Rencananya papa ingin menjadikan kamar Camelia sebagai galery keluarga."

Edmund tersenyum sinis lalu berkata, "dengan kata lain kalian ingin membuangnya."

"Bukan begitu! Kami akan memindahkannya kekamar lain, aku mengatakan ini karena sebagian besar isi kamar Camelia adalah pemberianmu. Jadi kupikir kay harus tahu, sampai detik ini belum ada yang menyentuh satupun barang dikamar itu."

"Bagus, aku yang akan membereskan kamar itu. Katakan pada Charles jangan buru-buru menyingkirkan kekasihku." Casey terdiam.

"Kau sudah menyampaikan informasi yang sangat penting, untuk itu aku tidak mempersoalkan kedatanganmu ini. Tapi jika kau berani mengulanginya lagi, aku tidak akan melihatmu sebagai kakak dari kekasihku."

"Apa kami punya salah denganmu? Kenapa kau selalu bersikap dingin seperti ini."

"Awalnya tidak tapi setelah Camelia-ku mati, kalian semua yang berada dirumah itu bersalah. Dan aku bersumpah tidak akan menjalin hubungan apapun dengan keluarga kalian."

"Tapi kau mengundang Charles beberapa waktu lalu, artinya kau menganggap kami keluarga."

"Keluarga? Aku tidak memiliki keluarga setelah Camelia meninggal. Kau bisa tanya Charles kenapa aku mengundangnya. Kalian para wanita terlalu sibuk mencampuri urusan pria."

"Sebaiknya anda pergi, nona Dowson." Polo menghentikan Casey yang tetap ingin berkeras mendebat Edmund yang sedari tadi menatap gadis itu jijik.

"Dan satu hal lagi, walaupun aku menikah dengan Camelia, kalian tidak akan pernah menjadi keluargaku. Karena aku menikahi Camelia bukan keluarganya."

Jantung Casey berdentum.

"Pastikan dia sampai kekediamannya dengan selamat. Kalau terjadi sesuatu, gosip akan menyebar dan aku tidak akan membiarkan orang lain mengambil keuntungan dari kesialanku."

"Ya, Your grace."

Casey tersenyum sinis, "sikapmu seperti ini seolah menegaskan Camelia selalu ada dihatimu. Tapi pada kenyataannya kau tertarik dengan wanita lain yang sangat jauh berbeda dengan adikku." Setelah mengatakan itu Casey pergi.

Tadinya dengan menggunakan alasan itu dia bisa membuka obrolan yang lebih lama tapi Edmund langsung menolaknya. Sungguh luar biaaa seorang Adrian Edmund.

SamarCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang