THAT GUY BAB 16

782 81 6
                                        

"Ada yang mengincarmu. Dan itu ada hubungannya dengan keluargaku. Ayo!"

"Tidak! Mereka tidak akan ikut dengan kalian!" Timpal Sandra sengit. Dia tidak akan rela jika Anna dan Noah harus ikut dengan pria Montana ini.

"Sayang, biarkan Anna ikut dengannya. Situasinya cukup berbahaya sekarang. Pikirkan Noah, okey?" Jelas Jimmy, mencoba memberikan pengertian pada kekasihnya.

Sandra menggeleng, "Tidak bisa! Mereka akan ikut dengan kita!" Kekehnya lagi. "Bisa saja kan orang itu adalah suruhannya untuk menakuti Anna agar mau ikut dengannya." Tuduh Sandra.

Ares terkekeh, "Untuk apa aku melakukan hal bodoh itu?"

Baru saja Jimmy ingin berbicara tiba-tiba Steve menginterupsi, "Tuan," pria berkaca mata itu mengkode dengan kepalanya pada Ares. Seorang pria tengah menatap mereka didekat pintu masuk restoran.

"Pergilah!" Perintahnya pada Steve yang langsung berjalan dengan langkah cepat menuju pria tersebut yang kini sudah berlari dari kejaran Steve.

"Lihat itu! Ini berbahaya sayang, kalau terjadi sesuatu bagaimana? Noah?" Ujar Jimmy kembali. Sandra hanya bisa menunduk hingga Anna mengelus lengannya, "Tidak apa-apa. Aku akan ikut dengannya." Anna tersenyum lembut pada sahabatnya. Dia tahu jika semua yang Sandra katakan itu adalah bentuk kepeduliannya.

«««««

Ares, Anna dan Noah kini berada di bangku belakang mobil menuju rumah sakit tempat mama Maya dirawat. Steve didepan bersama sopir. Pria asing yang ia kejar tadi lolos karena karamaian didalam mall.

Sandra  awalnya keberatan dengan Anna dan Noah yang harus ikut bersama Ares tapi mengingat situasi yang cukup berbahaya, gadis itu akhirnya melepas Anna dan Noah pergi. Jika Anna hanya sendiri saja tak apa, tapi ada Noah hingga pilihan yang terbaik saat ini adalah ikut bersama Ares.

"Aku tahu dia tampan, tapi kau jangan sampai bodoh untuk terlena. Ingat terus semua perbuatannya. Dan lagi, dia belum meminta maaf padamu!"

Itulah nasihat yang terus Sandra bisikkan pada Anna saat mereka akan berpisah di tempat parkir mall.

Noah masih terus menempeli Ares. Saat ini bayi itu berada dalam pelukkan ayahnya yang sibuk dengan ponsel.

Anna beberapa kali merayunya untuk digendong, tapi putranya hanya mengoceh sambil mengeratkan lengan kirinya di leher Ares. Menaruh kepala kecilnya di bahu lebar itu lalu menatap ibunya sambil tersenyum senang.

'Awas saja kalau sampai haus, tidak akan Mama susui' batin Anna.

Mobil sudah sampai dan Anna langsung terkejut melihat Billy yang kini membuka pintu untuknya. Raut wajah itu tak lepas dari pantauan Ares.

Saat memasuki lobby, Ares memberi pesan kepada Billy, "Setelah ini, kita bertemu di atap."

Billy hanya mengangguk sambil terus berjalan di belakang. Ada yang memang ingin ia bicarakan dengan Ares. Begitu pikirnya.

«««««

Tuan Eric tengah duduk di taman belakang sebuah rumah mewah yang lengkap dengan taman golf mini. Saat ini pria tua itu berada di Thailand.

"Permisi tuan, ada telpon dari Puri di Orleans." Seorang pengawal datang dan memberikan sebuah ponsel.

"Hmm, ada apa? Ada yang datang?"

"..."

"APA!!! KENAPA KALIAN TIDAK MENGHALANGINYA BODOH!!!"

"..."

THAT GUYTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang