THAT GUY BAB 26

666 88 19
                                        

Pagi ini Maya Lewis akan pulang ke rumahnya setelah dirawat hampir dua minggu di rumah sakit. Selain Maya, Sandra juga akan ikut pulang. Keluarga Montana sudah membuat keputusan jika Sandra akan ikut tinggal bersama mereka mengingat situasi yang kurang aman.

Beberapa pelayan dari mansion datang untuk membantu mengemas barang-barang di rumah sakit. Ares tengah menonton pertandingan basket bersama Noah sementara Anna sedang mengemas barang dibantu oleh beberapa pelayan.

Steve datang setelah selesai membayar seluruh biaya rumah sakit. Meskipun ini adalah rumah sakit milik mereka tapi tetap harus membayar sesuai aturan yang berlaku.

"Sudah selesai? Sandra bagaimana?" tuan Evan bertanya pada Steve saat mereka berpapasan. "Seluruh biaya sudah dibayarkan dan nona Sandra dan kekasihnya juga sudah selesai berkemas tuan."

Pria itu mengangguk, "Kalau begitu, panggil yang lain. Kita pulang sekarang."

"Baik tuan." Steve menunduk sebelum akhirnya pergi untuk menjalankan perintah dari ayah bosnya.

«««««

Seluruh keluarga Montana baru saja sampai di mansion. Emma menunjukan kamar yang akan Sandra tempati nanti sedangkan Anna dibawa Ares. Sebenarnya pria itu cukup malas harus kembali ke mansion, tapi ini adalah pilihan yang terbaik. Menyatukan seluruh keluarganya di satu tempat yang sama agar lebih mudah dalam menjaga keselamatan mereka semua.

Begitu pintu kamar terbuka Anna terdiam menatapnya. Seluruh kamar didominasi oleh warna hitam dan biru dongker.

"Kenapa? Kau tidak suka?" Ares mematikan AC dan membuka jendela kamar.

"Semuanya warna gelap, ini kurang bagus untuk bayi. Anak bayi harus berada dalam ruangan yang dipenuhi warna cerah agar membantu penglihatan dan mengenali banyak warna."

Ares menghela napas, kesal rasanya tapi mau bagaimana lagi? "Baiklah, karena dia belum bisa tidur sendiri maka akan aku ganti. Mau warna apa?"

"Biru laut saja, tapi kalau kau keberatan dia bisa menempati kamar disebelah. Nanti tinggal dipasang pintu penghubung saja." Tawar Anna. Pria itu menggeleng, "Tidak, untuk sementara lebih baik semua berada dalam ruangan yang sama. Jangan ada yang terpisah."

Ares menidurkan Noah ke atas kasur, "Kau baru datang tapi sudah membuat repot."

Deg!

Ucapan itu membuat Anna terdiam. Hatinya serasa dicubit.

"Kenapa mengatainya merepotkan? Kau merasa kami merepotkanmu ? Apa kami pernah merengek padamu ? Bagimu kami adalah beban ?" Suara Anna bergetar. Obsidiannya sudah berembun.

Entah sengaja atau tidak, sadar atau tidak, kalimat yang Ares lontarkan itu membuat Anna merasa seperti beban dalam hidup pria itu. Padahal dia tidak pernah merengek pada Ares untuk bertanggung jawab terhadap hidupnya dan Noah.

Sementara Ares hanya terdiam. Bingung mau mengatakan apa. Mau beralasanpun kata-kata itu sudah terlanjur ia ucapkan. Dia juga tidak begitu pandai dan belum pernah sekalipun merangkai kalimat manis untuk merayu wanita.

"Istirahatlah. Aku akan pergi sebentar." Hanya itu yang mampu ia katakan sebelum melangkah keluar kamar. Meninggalkan Anna yang meringkuk dan menangis di lantai.

«««««

Jimmy membuka pintu kamar dan menuntun sang kekasih untuk duduk di tepi ranjang. Beberapa pelayan ikut masuk untuk membantu merapikan barang bawaan mereka. Setelah itu mereka keluar bersama Emma.

Sandra menatap sekeliling kamar. Mewah.

Untuk seukuran kamar tamu, ini terlalu mewah. Tapi apa mau dikata, ini adalah mansion milik salah satu konglomerat terkaya di Kanada. Fasilitas yang ada memang sudah sepantasnya.

THAT GUYTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang