Alxero datang dengan wajah angkuh menghampiri 3 orang yang sudah diikat serta mata mereka yang di tutupi
"Kalian siapa! Lepasin kita!" Kata Shera bergerak heboh untuk melepaskan ikatan yang melilitnya
Alxero mendesis kesal dia terganggu dengan suara Shera yang heboh segera dia menyuruh salah satu anak buah untuk memberikan sengatan listrik yang membuat tubuh Shera lemas.
"Buka penutup mata mereka."
Ketika pembuka mata di lepaskan merkaa menyesuaikan pencahayaan ruangan tersebut, setelah fokus semua terkejut dengan wajah dingin seorang laki laki yang mereka kenal bukan tapi memang Alxero yang terkenal dikalangan para wanita karena wajah tampannya saat balapan motor.
"Bantu bebasin kita, plieeesss" kata Shera memohon dengan wajah imut andalannya
Alxero berdecih jijik dalam hati nya
"Sebelum kalian aku lepaskan aku kasih pelajaran dulu."
"AMPUN MAAFKAN KAMI" teriak Shera sudah banjir air mata
Sungguh badan Shera seperti akan terbelah menjadi empat sepertinya
"Ampun? Kalian menyiksanya selama 5 bulan tepat, oh aku sampai lupa di sekolah kalian juga sering membullynya kan? Hahaha selamat menikmati siksaan kalian"
Alxero men cambuk mereka bertiga secara bergantian sedangkan mereka duduk di kursi jadi yang kena cambuk kaki mereka
"Aku pernah dengar kalian menendang perut dia juga menggunting rambut miliknya? Bagaimana jika aku melakukan pada kalian juga?"
Alxero tanpa berlama lama nyuruh anak buahnya menggunting ketiga rambut gadis itu
"Jangan jangan Lo potong rambut gue! Jangan" Shera berteriak keras untuk tidak memotong rambut nya yang sudah dia rawat hingga cantik seperti ini tapi dengan kejam pria itu memotong seenaknya?
Alxero berdecak kesal lalu menunjuk Shera
"Kau kenapa berisik sekali seperti jalang?!" Kata Alxero lantang
Shera seketika ketakutan dengan tatapan yang di layangkan oleh Alxero begitu tajam
"Kalian bertiga pergi dari sini aku yang akan mengurus tiga hama merepotkan ini yang berani menganggu Kesayangan ku"
Alxero berjalan menuju Shera sambil membawa alat listrik lalu segera dia menempelkan nya kedua tangan Shera (kanan kiri, mereka pakai kursi Yang ada sandaran tangannya di sebelah kanan kiri jadi tangannya di ikat di sandaran kursi itu. Paham gak?)
Alxero juga memasangnya di kursi tepat dibelakangnya lalu dengan seringai tetap berdiri di belakang Shera tanpa aba aba Alxero menyalakan alat setrum listrik dengan normal
"Nikmati dulu ya? Aku mau urusin dua temen kamu itu" Alxero berbisik di samping telinga Shera
Alxero berjalan ke jajaran alat alat miliknya dan mengambil pisau kerabit lalu berjalan ke arah Viola dan Milly yang menutup mata mereka karena mendengar rintihan Shera
"Kenapa kalian mau juga kayak dia?" Tanya Alxero santai
Keduanya menggeleng cepat
Alxero terkekeh lalu mengeluarkan remote kontrol alat listrik tersebut dan menaikan levelnya menjadi medium
"AKKKGH" Teriak Shera
Alxero menatap Shera sedikit puas lalu menatap kedua temannya dan...
Srakk
Srakk
Srekk
Srekk
Alxero menggoreskan pisau kerabit itu ke kedua kaki mereka yang sudah bersimpah darah akibat di cambuk
Viola dan Milly kompak berteriak kesakitan sedangkan Alxero tersenyum senang diangkatnya dagu Milly dengan paksa
"Lo perlu di kasih pelajaran biar setimpal oh gue maunya bukan setimpal tapi bertubi-tubi sampai kalian semua berlutut dibawah kaki Lyana dan mendapatkan maaf darinya atau bisa saja gue bunuh kalian sekarang juga"
KAMU SEDANG MEMBACA
ALXERO
Teenfikce"beraninya tangan kotor mu menyentuh miliku!." "Terima kasih." "Untuk Apa?" "Sudah menolongku waktu di gang" Lyana Natsir bekerja keras untuk membiayai dirinya sendiri juga sang bunda yang terbaring di rumah sakit membuat Lyana berkerja setelah Pula...
