21. CAUGHT

5.8K 141 0
                                        

Seperti sudah biasa dengan keadaan  ini serta siksaan yang dia dapat dan kata kata yang menyakiti hati nya Lyana seperti sudah pasrah, di dalam hatinya seperti sudah tidak ada kehidupan atau kata lain dia pasrah.

Sekarang saja dia sedang di siram dengan air got lalu lengan sebelah kiri nya susah bersimbah darah karena Viola menggoreskan Cutter ke lengan tersebut katanya ingin saja membuat mahakarya disana.

"Lo laper gak?" Tanya Shera ke Kedua temannya yang masih menyiksa Lyana
"Laper poll tenaga gue udah terkuras gara gara nyiksa dia yang gak berguna ini karena kata Papa aku beasiswa punya dia bakal dicabut , but why? Karena Lo udah gak masuk selama 4 bulan dan kalo Lo sampai 5 bulan belum masuk sekolah udah tuh Lo di cabut beasiswa nya." Jelas Viola tertawa bahagia

"Kalo gak punya uang gak usah sok Sokan pakek beasiswa gak bakal berguna juga" timpal Milly sambil menatap Lyana yang diambang batas kesadarannya
Posisi Lyana tidak berubah tetap di rantai, posisinya tidak berubah.

"Yaudah pesen makanan aja nanti biar diambilin sama mereka tuh" tunjuk Milly ke para penjaga
"Oke deh yuk pesen apa nih. Gue traktir" seru Shera bersemangat mengabaikan Lyana yang sudah kesakitan menahan pergelangan tangannya yang dirantai ke atas.

Rantai tersebut dikontrol dengan remot yang di pegang oleh Milly jadi bisa diturunkan ketinggian nya atau di naikan. Jika ingin melepaskan rantai tersebut menggunakan kunci bukan menggunakan remote kontrol.

Shera melirik Lyana yang tergantung di atas, Milly menaikan kembali posisi Lyana persis seperti pajangan.
"Belikan makanan basi aja dia" kata Viola melirik sinis ke Lyana
"Gak usah biar bawahan aja yang kasih makan" kata Milly sambil merokok , posisinya mereka duduk berjejer bertiga dengan Shera di tengah.

Sedang asik sibuk memilih banyak makanan di handphone ketiga orang tersebut mendengar suara ribut dari Pintu dengan segera Milly memerintah Bawahan Papa nya yang tersisa untuk mengecek di luar.

Tapi tidak ada suara ribut lagi bahkan bawahan yang suruh juga belum melaporkan apa yang terjadi diluar.
Malahan hanya ada kesunyian malam yang ada
"Paling juga udah ketangkep orangnya lagi diberesin" kata Viola

Milly menghembuskan asap rokok nya
"Hmm mungkin tapi biarin aja nanti juga balik"
Mereka melanjutkan aktivitas seperti sebelumnya tapi sebuah bisikan tepat di samping telinga Milly membuat nya tersentak kaget begitu juga Viola dan Shera yang kaget dengan Milly

Don't touch my girl instead as you have gone beyond your limits to hurt mine.

(Translate: Jangan sentuh gadisku karena kamu telah melampaui batasmu untuk menyakiti milikku)

"Woiiii Milly kenapa Lo?" Tanya Viola sewot
Milly tersadar dari lamunannya lalu menengok kedua temannya lalu ke arah Lyana yang seperti sudah pingsan mungkin(?)

"Gpp tiba tiba keinget bulan depan ikut bapak sama emak gue perjalanan bisnis" Milly kembali duduk
"Anjay bisa kali oleh oleh setiap negara" Kata Shera
"Ya entar gue belikan."
"Terus tuh jalang gimana?" Tanya Viola menunjuk Lyana dengan dagunya

"Kita jual aja jadiin dia pelacur" jawab Shera enteng
"Menarik juga ide Lo gue juga punya kenalan orang yang punya Bar pasti dia mau Nerima Tuh bocah" sahut Milly
"Nah mau di hargai ber--"

Srakk

Plakk

Duagh

"VIOLA" teriak Milly dan Shera barengan melihat temannya dia lempar begitu kuat hingga suaranya terdengar begitu keras
Milly mendesis siapa yang berani melakukan hal seperti itu kepada temannya
"Bangsat" umpat Milly

Entah asap dari mana bisa masuk membuat pandangan keduanya terhalang membuat Shera serta Milly berpencar tak tentu arah
"Keluar Lo!" Teriak Shera tapi sedetik kemudian teriakan melengking dari Shera terdengar
"Shera Lo kenapa?!" Teriak Milly panik

Milly melihat dari sana terdapat seseorang sedang menarik rambut Shera lalu orang tersebut berjalan ke arah Milly, Milly ikut ketakutan karena aura yang berubah menjadi menakutkan serta aura orang tersebut yang mencekam mengelilingi seluruh gudang tersebut.

"Hi I caught you" ucap seseorang tersebut dengan nada beratnya Milly tak dapat melihat wajahnya karena tertutupi oleh Masker dengan lambang yang unik menurut Milly
"Siapa Lo?! Menjauh dari gue! Mana Viola sama Shera?!" Kata Milly

Orang tersebut mendekat lalu segera menampar Milly hingga sang empu tersungkur diikuti asap itu menghilang.
Lalu ada orang berpakaian hitam banyak sepertinya bawahan orang tadi.

Milly ditahan disisi kanan kiri lalu Milly menatap orang yang menamparnya tadi yang berjalan ke arah Lyana.
"Apa apaan Lo?! Nampar gue seenak jidat gitu?! Kurang ajar!" Teriak Milly lantang

"Ikat dia di kursi" perintah orang tadi dan di jalankan oleh anak buahnya
"Lepasin gue bajingan Lo semua!" Teriak Milly di seret paksa.

Orang yang memerintah tadi menatap Lyana yang di rantai di atas dan dengan gesit Orang tersebut memotong rantai dan tubuh lemah Lyana dia tangkap
"Baby"

Milly terdiam apa yang orang tersebut katakan lalu orang tersebut membuka masker nya dan wajah tampan itu membuat Milly terpaku tapi sepertinya dia mengenali wajah itu.

Alxero.

"Alxero!" Teriak Milly terkejut
Juno juga terkejut ketika Milly mengenali anak bosnya
Alxero menoleh ke arah Milly serta kedua temannya yang masih pingsan akibat dirinya.

"Jalang sialan" desis Alxero marah kepada Milly
"Kau berani sekali kepada milikku!" Teriak Alxero sambil menunjuk Milly

Alxero berjalan sambil mengendong Lyana yang seperti nya masih sedikit sadar , Alxero merasakan ada yang menyentuh pipinya tangan orang tersebut dingin sekali Alxero menundukkan kepalanya menatap Lyana yang menatap nya sayu dengan wajah banyak lebam serta pergelangan tangannya yang merah dan terkena darah

"Alxero"

Panggilan lirih itu membuat hati Alxero menghangat lalu mencium kening Lyana sayang
"Kau aman sekarang." Kata Alxero tersenyum tipis
Lyana membalas tersenyum tapi setelahnya dia tak sadarkan diri

Alxero reflek menepuk pipi Lyana berusaha membangunkan nya agar sadar dan bertahan
"Bawa mereka ke markas Leviathaneos lalu tunggu aku pastikan aku datang kedua temannya sudah sadar dan siapkan alat" ujar Alxero tegas lalu segera pergi sambil mengendong Lyana

Semua segera menjalankan tugas yang diberikan tadi
"Hei, brengsek lepaskan aku! Bajingan kalian aku akan melaporkan kalian kepada Papa aku! Kalian pasti akan dihukum akan perilaku kalian terhadap aku anak kesayangannya." Teriak Milly

"Nona sepertinya Papa anda tidak akan ikut campur urusan anda yang melibatkan dengan orang penting." Kata salah satu bawahan
"Apa maksud mu! Bahkan aku bisa saja membuat Alxero bertekuk lutut di kaki ku dan meminta maaf begitu juga kalian!" Teriak Milly lagi tak terima di rendahkan

Juno yang mendengar perkataan Milly tadi segera mencengkram dagu anak itu kuat dan kasar
"Lepaskan tangan kotor mu dari dagu ku sialan" Milly kesakitan ketika dagunya di angkat paksa menatap wajah Juno

"Jalang kecil lebih kau belajar sopan santun dahulu dan juga kata kata mu tadi hanya imajinasi mu semata karena nanti kau yang akan bertekuk lutut beserta keluarga mu itu." Juno melepaskan cengkraman dagu Milly dan menghempaskan nya dengan kuat.

"Tuan muda keadaan sangat parah ada beberapa bagian yang harus dilakukan dengan operasi segera , apakah saya bisa melakukannya?" Tanya dokter
"Lakukan apapun agar dia sembuh" jawab Alxero
Dokter tersebut bergegas bersiap melakukan operasi terhadap gadis yang dibawa oleh Tuannya

"Sial sial akan aku habisi nyawa mereka."

💫TBC💫
VOTE DAN KOMEN JANGAN LUPA
BIAR CEPAT UPDATE
SEE NEXT CHAPTER ALL.

liburannya gimana guys?
Maaf ngebosenin alurnya aku usahakan lebih asik pasti kalian juga kangen sama anak anak Adeos alias geng motor Alxero
Paling muncul bentar lagi.

Vote dan komen
Follow me guys.

ALXERO Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang