Bab 12

6.1K 364 20
                                        

Besok adalah ulang tahun Phuwin yang ke 17 tahun. Phuwin tau Prim sedang menyiapakan pesta kejutan untuknya. Tapi sebelum itu Phuwin ingin memberikan Prim kejutan, Phuwin akan meminta Prim untuk menjadi pacarnya. Phuwin ingin status mereka jelas, sebelum perasaanya semakin kacau karena Pond.

"Kau tunggu disini Pond, aku akan bicara pada Prim" Phuwin berjalan memasuki sebuah gedung yang dia tau itu adalah tempat pesta kejutan untuk ulang tahunnya besok. Prim ada disana sedang menyiapkan segalanya.

Dibawanya buket besar bunga mawar merah yang sudah dipersiapkannya sebelumnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Dibawanya buket besar bunga mawar merah yang sudah dipersiapkannya sebelumnya. Dengan semangat dia memasuki tempat itu. Dia melihat Prim berdiri memunggunginya, sedang bicara dengan seseorang di telepon.

"Iya panam, paman Miix tenang saja semua berjalan sesuai rencana. Phuwin akan menjadi orang paling bahagia besok, oc paman bay" Dari tempatnya berdiri samar-samar Phuwin mendengar Prim berbicara dengan Papanya Mix. Phuwin akan mendekat tapi pergerakannya berhenti, di depan sana dia melihat seseorang laki-laki tiba-tiba memeluk Prim dari belakang.

"Sampai kapan kita harus seperti ini Prim, apa kau tidak lelah" kata laki-laki itu.

"Mau bagaimana lagi, Phuwin tidak punya siapa pun disampingnya, Paman Mix meminta tolong padaku, kau kan tau sendiri keluarga Phuwin banyak membantu usaha orang tuaku, sabarlah sedikit lagi ya, saat Phuwin jadi lebih kuat kita akan segera bersama" Prim berbalik dan mencium lelaki itu dengan mesra tidak menyadari Phuwin yang sedang menatapnya.

Bluuukk..

Bunga di tangan Phuwin terjatuh berceceran di lantai mengejutkan kedua orang yang sedang bermesraan didepannya. Hatinya sakit orang yang selama ini dipercayanya telah menipunya. Dia langsung berbalik dan berniat pergi.

"Phu.. Phu tunggu" Prim mencekal tangan Phuwin.

"Lepas" kata Phuwin dingin.

"Phu ini tidak seperti yang kau pikirkan" Prim panik. Dia tidak menyangka Phuwin akan mengetahui rahasianya secepat ini.

"Tolong Prim, lepaskan atau aku akan membencimu selamanya" Phuwin melepaskan tangan Prim dari lengannya dan berjalan cepat meninggalkan tempat itu.

"Phu.." Prim mengejar Phuwin.

"Nona, sebaiknya anda tidak mengejarnya" Pond yang ternyata juga ada disana menahan Prim untuk tidak mengejar Phuwin. Prim menangis, laki-laki lain yang sedari tadi hanya diam mematung itu menghampiri Prim dan memeluknya.

.

.

"Kenapa Kau kesini? Untuk mengasihani aku ya" Phuwin berbalik menatap Pond. Mereka ada di atap gedung itu. Pond tentu saja dengan mudah menemukan Phuwin, Pond tinggal melacak Gps nya menggunakan aplikasi yang sudah di pasang oleh tuan besarnya di handphone mereka.

"Tidak, saya hanya menghawatirkan tuan muda".

"Omong kosong, sejak dulu kau tidak mau jadi temanku".

"Saya mau, saya akan jadi apa pun yang tuan inginkan" Pond terus berjalan mendekat.

Phuwin's Birthday Present Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang