Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Bab 17

5.3K 281 1
                                        

"Kau lelah?" Phuwin memijat bahu Pond, seharian tadi Pond membantu Boun memperbaiki salah satu atap kamar yang rusak. Bahkan ini dia baru makan malam. Phuwin sengaja menunggu di dapur untuk menyiapkan makanan untuk Pond.

"Tidak apa-apa trimakasih, apa anda sudah makan?" Tanya Pond diambilnya nasi dan beberapa tumisan sayur di hadapannya.

"Sudah tadi berama Phi Prem" Phuwin meletakkan segelas air dingin di depan Pond.

"Apa anda yang memasak ini, ini lezat sekali" Pond memasukkan sesendok besar makanan ke mulutnya dan mengunyahnya perlahan.

"Benarkah? Phi Prem yang menagajariku memasak, hanya masakan sederhana saja" Pond menunjukan dua jempolnya semangat, dan menikmati makan malamnya dengan lahap terobati sudah kelelahannya seharian ini.

Kriing..kringg...

Telepon dapur berbunyi, Itu adalah telepon yang terhubung dengan kamar-kamar resort ini. Kadang tamu meminta layanan kamar seperti makanan ringan atau minuman tertentu. Dengan cekatan Phuwin mengangkat telepon itu dan berbicara sebentar.

"Ada apa?" Tanya Pond.

"Kamar 11 meminta beberpa alkohol, sebentar aku akan mengantarkannya."

"Tidak biar saya saja." Pond berhenti makan dan berdiri.

"Kau makanlah saja, ini tidak akan lama, aku segera kembali" kata Phuwin lalu berjalan meninggalkan Pond menuju kamar 11 dengan membawa beberapa botol alkohol.

.

.

Kamar 11 letaknya sedikit diujung jauh dari dapur. Phuwin berjalan cepat, dia ingin tugasnya segera selesai dan kembali pada Pond. Sampai di depan kamar diketuknya pintu itu dengan semangat. Ada dua orang laki-laki di dalamnya, memerintahkan Phuwin masuk dan meletakkan minuman itu di sebuah meja.

"Mau kemana? kenapa buru-buru bagaimana kalau temani kami minum dulu Nong" kata salah satu laki-laki itu menarik tangan Phuwin ketika dia akan pergi dari kamar itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Mau kemana? kenapa buru-buru bagaimana kalau temani kami minum dulu Nong" kata salah satu laki-laki itu menarik tangan Phuwin ketika dia akan pergi dari kamar itu.

"Maaf tuan, tugas saya hanya mengantarkan pesanan bukan untuk menemani minum." Phuwin menolak dengan tegas. Tetapi orang yang sepertinya sudah mabuk itu malah menarik Phuwin hingga terduduk disampingnya.

"Tenang saja aku akan membayarmu, sebutkan saja berapa" laki-laki itu menahan tangan Phuwin.

"Apa maksud tuan, jangan berlaku kurang ajar tuan" Phuwin mulai emosi, tamu ini sepertinya sudah keterlaluan.

"Tidak usah jual mahal, dilihat-lihat kau manis juga, ayolah minum denganku dulu" Laki-laki itu mencolek pipi Phuwin dengan tangannya yang bebas.

"Sialan..!!" Kesabaran Phuwin habis, dia mencoba memukul orang yang berlaku kurang ajar itu. Laki-laki mabuk itu begitu kuat mencengkram tangan Phuwin. Sementara laki-laki yang lainya hanya melihat dan tertawa-tawa sambil menikmati minumannya.

Phuwin's Birthday Present Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang