Bab 18

5.3K 297 7
                                        

Mereka mendarat di atap gedung disebuah rumah sakit besar di kota. Petugas medis sudah bersiap, tadi Gulf menelepon pihak rumah sakit saat dalam perjalanan.

Brankar didorong ke ruang ICU Phuwin berada diatasnya, Pond berjalan cepat disampingnya sambil terus memegang tangan Phuwin.

Di depan pintu ICU tampak orang tua Phuwin yang sudah menunggu. Tadi rumah sakit yang ternyata milik dokter Arm itu memberitahu orang tua Phuwin. Melihat anak yang sudah lama dicarinya ini terkapar dengan alat bantu pernapasan, Mix langsung menangis dan berhambur memeluknya. Pond melepaskan genggamannya dan digantikan genggaman tangan Mix, Pond berdiri diam tidak tau harus berbuat apa.

Plaaakkk ..

"Kau bilang Phuwin baik-baik saja bersamamu, bagaimana bisa jadi begini?" Earth menampar Pond rasa khawatirnya terhadap Phuwin menggelapkan matanya, bahkan dia tidak menyadari Pond sedang terluka dan pucat. Pond hanya menunduk tidak berani mengatakan apa pun, hanya memegangi lengan kanannya yang mati rasa.

Bukankah ini benar salahnya, dia yang tidak bisa menjaga Phuwin dengan baik sampai semua ini terjadi.

"Pond.. jangan memukulnya ayah. Phu yang salah.. Pond.. Pond" lirih Phuwin dari balik alat bantu pernapasan, dilepaskannya genggaman Papanya, tangannya menggapai-gapai mencari keberadaan Pond.

"Saya disini." Pond dengan cepat menghampiri dan menggenggam tangan Phuwin.

"Jangan pergi, tetap disini jangan kemanapun" lirih Phuwin.

"Ya saya tidak akan kemana-mana saya akan menunggu disini, saya berjanji" kata Pond mencoba memberikan ketenangan kepada Phuwin.

Dengan berat hati Pond melepaskan tangan Phuwin, Phuwin harus segera dibawa ke dalam ICU untuk diberi perawatan. Pintu ruang ICU tertutup sempurna, meninggalkan orang-orang yang tampak cemas di depannya. Mix menangis di pelukan Earth suaminya.

"Pond kau harus segera di operasi" Khaotung mendekati Pond yang masih setia menunggu Phuwin mengabaikan lukanya.

"Tidak bisakah saya menunggu sebentar lagi, saya sudah berjanji." Kata Pond bersikeras.

"Maap anak muda, ini tidak bisa ditunda lagi" diam-diam Dokter Jimmy menyuntikkan obat bius ke lengan Pond

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Maap anak muda, ini tidak bisa ditunda lagi" diam-diam Dokter Jimmy menyuntikkan obat bius ke lengan Pond. Perlahan tapi pasti kesadaran Pond menghilang. Dengan sigap dua orang perawat laki-laki mengambil alih tubuh Pond di letaknya di sebuah brankar yang sudah dari tadi disiapkan menuju ruang operasi. Pond sudah benar-benar kehilangan kesadarannya.

.

.

"Jadi mereka adalah anak-anakmu Phi?" Tanya Gulf kepada Earth, saat ini mereka sedang berada di ruangan pribadi Dokter Arm. Pemilik rumah sakit ini.

"Ya Phuwin anakku dan bodyguardnya Pond." jawab Earth.

"Maap Phi aku tidak menjaga anak-anak itu dengan baik hingga terjadi hal seperti ini." kata Gulf menyesal.

Phuwin's Birthday Present Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang