Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Bab 15

5.9K 305 9
                                        

Buuukk..

Phuwin melompat ke atas Pond yang masih tertidur, Pond terkejut tapi langsung memeluk saat sadar itu Phuwin.

"kau belum bangun?" Phuwin menduselkan wajahnya ke dada Pond.

"Emm"

"Ayo bangun"

Pond tidak merespon sepertinya dia kembali ke alam mimpi.

"Pond.. bangun" Phuwin menggoyang-goyangkan tubuh Pond, karena kesal Pond yang tidak kunjung bangun.

"Kau tidak mau bangun juga...oke rasakan ini rasakan" Phuwin menggelitiki Pond. Pond yang kegelian akhirnya bangun menangkap tangan Phuwin dan mengungkungnya mencoba menghentikan kenakalan Phuwin.

"Anda tidak akan bisa menang melawan saya"

"Benarkah?" Senyum licik tampak di wajah Phuwin.

"Benarkah?" Senyum licik tampak di wajah Phuwin

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Cupp..

"Morning kiss" Phuwin mengecup bibir Pond sekilas, memanfaatkan Pond yang membatu karena terkejut, mendorongnya dan berlari pergi, meninggalkan Pond yang memegangi bibirnya yang baru saja di cium Phuwin.

Terlintas dipikirannya hal yang semalam dilakukannya bersama Phuwin, Pond tersenyum kecil, apakah dia sedang bermimpi.

.

.

"Pond ayo berkencan" Phuwin menggoyangkan kunci di tangannya. Itu kunci sepeda motor yang dipinjamnya dari Prem, sepeda motor tua yang nyentrik.

Hari ini pekerjaan mereka selesai lebih cepat, karena itu Phuwin memutuskan untuk mengajak Pond jalan-jalan menikmati pemandangan pantai.

Pond mengendarai sepeda motor itu dengan kecepatan sedang, membiarkan Phuwin melihat sekeliling dengan kagum

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Pond mengendarai sepeda motor itu dengan kecepatan sedang, membiarkan Phuwin melihat sekeliling dengan kagum. Tangan Phuwin melingkar nyaman di pinggang Pond,  Pond melirik tangan di pinggangnya, begitu pas membuatnya ikut tersenyum. Sepertinya Pond akan benar-benar jadi gila kalau hal-hal seperti ini terus saja terjadi.

Mereka terus berjalan-jalan tanpa tujuan sampai akhirnya mereka berakhir duduk di pinggiran pantai yang tampak sepi. Pond membuka kemejanya, merebahkan dirinya di samping Phuwin yang sudah asik membaca buku diatas karpet yang mereka bawa tadi, punggungnya sedikit lelah.

Phuwin's Birthday Present Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang