"Phu.. Phu ingin hadiah ulang tahun apa?' tanya Papa Mix lembut. Anak laki-laki imut yang dipangil Phu itu menunjuk anak laki-laki lain yang tergeletak tak sadarkan diri di lantai dengan ekspresi kawatir.
.
.
"Saya adalah milik anda, tuan muda Phuwi...
"Tuan muda baik-baik saja bersama saya tuan besar" Mix membaca pesan dari Pond hatinya cemas. Sekarang Pond dan Phuwin tidak bisa di hubungi lagi. Bahkan Gps mereka mati keberadaan mereka tidak bisa dilacak.
Tadi Prim menelepon Mix menceritakan semua hal yang telah terjadi, gadis itu sangat menyesal dan menangis. Sampai malam Pond dan Phuwin tidak kunjung pulang, dan pesan itulah yang di dapatkannya. Phuwinnya anak kesayangannya pergi.
"Sayang, bagaimana ini, Phuwin pasti sangat marah padaku. Sebenarnya aku tidak berniat ikut campur urusan perasaannya. Aku cuma mau anakku bahagia" Mix menangis di pelukan suaminya Earth. Kecemasan terpancar di wajah manisnya.
"Biarkan Phuwin tenang dulu nanti dia juga pulang. Pond bersamanya. Dia akan aman." Earth mencoba memberi pengertian. Earth yakin Pond akan melindungi Phuwin apa pun yang terjadi.
"Temukan anakku, dia tidak membawa apapun bagaimana dia akan hidup di luar sana" Mix semakin cemas barusan Kouthung yang sedang mencari Pond dan Phuwin menelepon bahwa dia menemukan mobil Phuwin masih di parkiran gedung dimana Phuwin dan Prim bertengkar dan Phuwin meninggalkan dompet didalamnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ya, kita akan segera menemukannya, sekarang tenanglah" Earth memeluk Mix, mengelus pucuk kepalanya mencoba memberikan ketenangan kepadanya. Earth tidak tau siapa yang bener atau siapa yang salah, disini yang dia tau Mixnya terlalu menyayangi anak-anaknya dan ingin mereka bahagia.
.
.
Ini sudah hampir tengah malam tapi Pond dan Phuwin tidak punya tujuan. Mereka hanya bergantu-ganti menaiki kendaraan umum sampai tempat paling ujung yang berbatasan dengan laut. Mereka duduk bersebelahan di pinggir dermaga. Phuwin masih banyak diam disepanjang perjalanan, tak tau apa yang ada dipikirannya. Phuwin menggosok lengannya, udara di tepi laut memang sangat dingin di malam hari, apa lagi saat cuaca mendung begini. pakaiannya yang lumayan tipis sama sekali tidak bisa membuatnya menjadi lebih hangat, salahkan Phuwin yang kabur begitu saja tanpa persiapan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Keadaan dermaga dimalam hari kelihatan tidak aman. Belum lagi langit tampak sangat gelap bisa dipastikan sebentar lagi hujan akan turun. Pond melihat sekeliling, berpikir dimanakah mereka nanti akan tidur, tampaknya tuannya belum mau kembali kerumah malam ini.