Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Bab 60

2.4K 155 19
                                        

Lisa dengan cepat memalingkan wajahnya menghindari tatapan Pond, kemudian menghapus air matanya dengan kasar, mencoba menghentikan tangisanya, berharap Pond tidak mendengar semua yang telah diucapkannya tadi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Lisa dengan cepat memalingkan wajahnya menghindari tatapan Pond, kemudian menghapus air matanya dengan kasar, mencoba menghentikan tangisanya, berharap Pond tidak mendengar semua yang telah diucapkannya tadi.

"Pond ada apa?" Tanya Dokter Jimmy melepaskan tangannya yang sedari tadi masih menahan Lisa untuk tidak pergi bersikap tenang seperti biasa.

Tapi Pond hanya diam menatap Lisa, tidak menjawab apa pun pertanyaan dari Dokter Jimmy. Membuat suasana ruangan milik Dokter Jimmy menjadi semakin mencekam.

"Lisa katakan pada saya apa yang barusan saya dengar itu tidak benar. Anda sedang berbohong kan? Tolong katakan ini hanya lelucon." Akhirnya Pond bersuara, tersenyum seperti biasa mendekat ke arah Lisa.

"Pond.." Lisa tidak bisa berkata-kata, Pond pasti sudah mendengar semua yang dikatakan tadi, Bagaimana Lisa harus menjelaskan semua ini.

"Katakan anda sedang mengerjai saya kan?" Tanya Pond lagi mencoba terus berpikiran positif, tadi dia hanya mau bertanya pada Dokter Jimmy tentang kesehatan Phuwin, tapi yang didengarnya adalah hal yang sama sekali tidak masuk akal baginya.

Saat dia datang pintu Dokter Jimmy tidak tertutup sempurna, tidak berniat menguping tapi suara perdebatan di dalam ruangan itu bisa di dengarnya dengan jelas di telinganya, juga tentang kehamilan Lisa yang mau digugurkannya.

"Pond maaf.. maafkan aku. Itu aku.." Lisa tergagap bingung menjawab pertanyaan Pond., wajah cantiknya perlahan memucat.

"Ikut saya sekarang." Belum sempat mengatakan apa pun lagi, Lisa ditarik Pond keluar menuju ruangan rawat Phuwin. Semua ini harus jelas, agar tidak akan ada kesalahpahaman yang akan menjadi masalah kedepannya.

"Pond tunggu....kau salah dengar semua tidak benar tunggu..." Lisa mencoba melepaskan tangannya dari cengkraman Pond. Walau Pond tidak mengunakan seluruh tenaganya Pond tetap bukan tandingan Lisa.

"Ya saya tau...ayo kita tanyakan pada Phuwin  tentang kebenarannya?" Pond tidak perduli sekitarnya terus menarik Lisa. Dokter Jimmy yang sedari tadi terabaikan hanya bisa melihatnya, itu adalah masalah pribadi antara Lisa Pond dan Phuwin, sebagai orang luar dia tidak bisa melakukan apa pun. Dokter Jimmy yakin Pond tidak akan melakukan hal buruk pada wanita, apa lagi itu Lisa yang kemungkinan benar mengandung anak Phuwin.

.

.

Brakk....

"Pond kenapa lama, bagaimana apa kata dokter Jimmy, apa aku sudah boleh pulang aku sudah rindu Hanabi?' tanya Phuwin saat melihat Pond masuk ke dalam ruangannya dengan sedikit tidak santai, Phuwin tidak sadar Pond tidak datang sendiri karena Lisa yang berjalan dibelakang Pond tidak terlihat tertutupi badan besar Pond.

Ruang rawat VVIP itu sepi didalamnya hanya ada Phuwin sendirian, Papanya Mix sedang makan di kantin rumah sakit bersama Ayahnya Earth yang baru pulang dari luar kota menyelesaikan bisnis mereka.

Phuwin's Birthday Present Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang