Bab 32

4.7K 267 1
                                        

Pond menarik Phuwin menyudutkannya di pintu, dlsedetik kemudian setelah pintu kamar Phuwin tertutup sempurna. Bibir Pond langsung sibuk melumat bibir Phuwin, Pond sangat rindu pada Phuwin, rasanya seperti akan gila. Bagaimana tidak gila orang yang dipujanya ini selalu ada didekatnya tapi tidak bisa disentuhnya sembarangan.

 Bagaimana tidak gila orang yang dipujanya ini selalu ada didekatnya tapi tidak bisa disentuhnya sembarangan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Phu..,saya rindu..."

Pond berbisik ditelinga Phuwin dengan suara beratnya, belum sempat menjawab Pond sudah lebih dulu menghisap leher Phuwin  dengan keras menyisakan bercak ungu kemerahan yang cantik. Kedua lengan Phuwin melingkari leher Pond dan tangan Pond sendiri sibuk membuka kancing kemeja Phuwin. Jangan tanya kemana jas Phuwin, jas tidak berdosa itu sudah tergeletak tak berdaya di lantai kamar yang dingin.

Semenjak kepergian Tuan Besarnya hampir tiga bulan lalu, Phuwin jadi begitu sibuk, dengan pekerjaan kantor, kuliah online dan segunung aktifitas yang sulit membuat mereka hanya untuk sekedar saling berpelukan. Biarkan malam ini Pond akan membalaskan rindunya.

Phuwin tentu saja menerimanya dengan senang hati, walau sebenarnya tubuhnya sangat lelah tapi jauh di lubuk hatinya, dia sangat menginginkan sentuhan kekasihnya Pond.

"Bolehkah?" Pond menggeram dengan kedua tangannya yang merayap ke dada Phuwin yang terbuka, kemejanya sudah menggantung disisi-sisi tubuhnya.

Phuwin mengangguk pelan, bibir bawahnya ia gigit menahan hasratnya yang kian mengudara entah kemana. Kakinya mulai terasa lemas seperti jeli.

Merasa mendapat persetujuan, tangan Pond terus bergerilya turun ke zipper celana Phuwin. Menariknya ke bawah, celana kain  Phuwin sukses merosot menyusul jasnya di lantai menyisakan boxer pendek yang memperlihatkan paha mulus Phuwin yang bisa dipastikan sebentar lagi penuh tanda-tanda cinta dari Pond.

Pond mengendong Phuwin ala Kuala. membawanya ke tempat tidur tanpa memutuskan tautan bibir mereka, membaringkannya perlahan dan menindihnya lagi.

 membawanya ke tempat tidur tanpa memutuskan tautan bibir mereka, membaringkannya perlahan dan menindihnya lagi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Phuwin berjengit kecil saat tangan Pond merayap masuk kedalam celana boxernya. Mengelus sesuatu yang mulai terdesak di dalamnya. Tubuh Phuwin benar-benar dibuat lemah akibat jamahan jemari Pond, sentuhan itu membuat erangan Phuwin semakin keras terdengar disela-sela ciuman mereka.

Phuwin's Birthday Present Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang