"Phu.. Phu ingin hadiah ulang tahun apa?' tanya Papa Mix lembut. Anak laki-laki imut yang dipangil Phu itu menunjuk anak laki-laki lain yang tergeletak tak sadarkan diri di lantai dengan ekspresi kawatir.
.
.
"Saya adalah milik anda, tuan muda Phuwi...
Meja makan yang biasanya penuh canda tawa Pond dan Phuwin itu kali ini sepi. Yang duduk disana berhadapan bukan Pond dan Phuwin melainkan Phuwin dan Lisa dengan canggung.
"Jangan pikir aku membiarkanmu tinggal disini karena aku mau, ini semua karena Pond." Ucap Phuwin datar.
"Tuan pikir semua ini mau saya juga?"
"Kalau begitu pergi dari sini."
"Katakan itu pada suami anda, dia yang memaksa saya tinggal disini." Kata Lisa tidak mau kalah.
Dua orang yang sedang berdebat itu dengan bersamaan melirik seseorang lagi yang sedang serius memasak di dapur yang terletak tidak begitu jauh dari meja makan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Lihatlah padahal dia hanya sedang memasak tapi entah kenapa begitu tampan. Mungkin tinggal disini tidak seburuk itu pikir Lisa.
"Apa yang kau lihat?" Phuwin sadar apa yang sedang ditatap Lisa dan memicing kesal. Berani-beraninya perempuan ini terang terangan menatap suaminya Pond.
"Apa yang saya lihat itu bukan urusan tuan."
"Tidak masalah jika itu bukan milik orang lain." Ejek Phuwin.
"Siapa yang tau kedepannya kan?"
"Kau ini.!" Phuwin hampir melempar Lisa dengan sendok yang tertata rapi didepannya dengan emosi.
"Hei ada apa?" Tanya Pond yang melihat sedikit ketegangan di sekitarnya.
"Tidak ada." Jawab Phuwin meletakkan kembali sendok yang dipegangnya ke tempat semula. Tidak mau memperpanjang maslah dan berakhir bertengkar dengan Pond.
"Kalau begitu mari makan." Pond meletakkan beberapa masakan sederhana dihadapan dua orang yang sedang saling membunuh dengan tatapan itu.
Phuwin sebenarnya tidak mau makan semeja bertiga seperti ini, tapi dia juga tidak mau membiarkan Pond hanya makan berdua dengan Lisa, enak saja.
Lisa melihat makanan di depan matanya, ada tumis sayur dan daging, omlet dan sub ikan, Lisa sedikit bersemangat ingin tau apa rasa masakan Pond karena ini pertama kalinya dia mencobanya.
"Uhukk..uhukk.." baru satu suap tumis daging masuk ke mulutnya Lisa langsung berdiri dan berlari ke arah wastafel, tiba-tiba perutnya merasa mual dan ingin muntah. Mulai lagi pikirnya.
"Ada apa anda baik-baik saja?" Tanya Pond yang dengan cepat ikut berdiri dan mendekati Lisa dengan wajah khawatir.
"Tidak apa-apa Ini hanya mual, maaf." Kata Lisa yang masih mencoba mengeluarkan isi perutnya walau sama sekali tidak ada yang apa pun yang keluar.
"Anda tidak meminum vitamin dan obat anti mual anda?" Tanya Pond disodorkannya segelas air putih ke arah Lisa yang masih mencoba menahan mualnya.