"Phu.. Phu ingin hadiah ulang tahun apa?' tanya Papa Mix lembut. Anak laki-laki imut yang dipangil Phu itu menunjuk anak laki-laki lain yang tergeletak tak sadarkan diri di lantai dengan ekspresi kawatir.
.
.
"Saya adalah milik anda, tuan muda Phuwi...
"Pond kau benar-benar akan melakukan ini?"tanya Phuwin serius.
"Phu ini adalah yang terbaik."
"Aku sebenarnya tidak setuju dengan ini, aku tidak masalah mereka semua tau siapa kau sebenarnya." Phuwin memeluk Pond melihat tepat ke arah manik lembut Pond yang sama sekali tidak tampak keraguan.
"Kita sudah membahas ini kan?" Pond mengelus punggung Phuwin lembut.
"Baiklah terserah kau saja, asal kau merasa nyaman." Phuwin menyerah dengan keputusan Pond, terserah Pond yang penting semua ini tidak akan mempengaruhi apapun pada hubungan mereka.
Saat ini Pond dan Phuwin berada tepat di depan pintu keluar salah satu hotelnya, melihat kearah luar dimana ada banyak wartawan yang menunggu mereka.
Berita-berita yang belum diketahui sumbernya itu mulai simpang-siur, membuat Pond sedikit khawatir jika berlanjut akan mempengaruhi bisnis keluarga Pirapat seperti kata tuan besarnya. Karena itu akhirnya mereka sepakat untuk mengadakan konferensi pers siang ini agar masalahnya cepat selesai.
Pond meminta Phuwin untuk memberikan klarifikasi dan menyangkal semua berita itu. Entah apa yang dipikirkannya, anggap saja Pond pengecut tapi ini yang terbaik menurutnya.
Pond dan Phuwin berdiri tegak di depan puluhan wartawan yang tampak sudah tidak sabar menunggu. Phuwin hanya mengenakan kemeja kerjanya yang kancingnya sudah tidak terkancing sempurna, sementara Pond menggunakan kaos oblong dengan celana panjang yang begitu santai tapi tetap terlihat rapi. Cuaca cukup panas diluar sini, mereka berharap semuanya cepat selesai.
"Tuan Phuwin .. tuan.."
"Ya, saya akan memberikan jawaban dari pertanyaan pertanyaan anda semua hari ini. Tapi kali ini bukan saya yang akan bicara, Kalian akan mendapat jawabannya langsung dari bodyguard saya." Phuwin memberikan satu microfon kepada Pond yang berdiri tampan tidak jauh darinya. Semua mata tertuju pada Pond, menunggu apa yang akan di katanya termasuk juga Phuwin.
"Saya hanya akan mengatakan bahwa benar adanya saya adalah Pond Narawit saya adalah bodyguard tuan Phuwintang, saya bekerja di keluarga Pirapat sejak usia saya 7 tahun, kami tumbuh bersama karena itu tuan menjadi sangat begitu baik pada saya layaknya keluarga." Jelas Pond panjang lebar.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Tuan Pond jadi anda benar orang yang menikah dengan tuan Phuwin?" Tanya salah satu dari wartawan itu.
"Semua kabar Itu hanyalah taktik untuk melindungi tuan saya, seseorang kolega ingin mengambil hak warisnya, karena tuan saya masih begitu muda dan belum menikah." Jawab Pond.
"Lalu bagaimana dengan foto-foto mesra itu?" Tanya yang lain.
"Emm itu hanya setingan kamera, sengaja disebarkan supaya semua orang percaya bahwa pernikahan kami adalah sungguhan, kami tidak benar-benar bermesraan." Dalih Pond. Suami Phuwin itu tidak biasa berbohong wajahnya yang berusaha serius meyakinkan wartawan-wartawan itu tampak mengemaskan dimata Phuwin.