Bab 39

4.8K 275 7
                                        

"Pond cukup aku lelah biarkan aku tidur." Pinta Phuwin, Pond masih sibuk mengecupi leher jenjang Phuwin yang hampir penuh dengan warna merah ke biru-biruan ciptaannya sepanjang malam.

"Tidak belum." Jawab Pond sambil terus melanjutkan kegiatannya. Ini sudah pagi, matahari sudah menembus korden kamar itu tapi Pond tidak mau berhenti juga.

"Aku benar-benar lelah."

"Anda cukup diam saja, biarkan saya melakukannya untuk anda."

Phuwin memaki dalam hati, ini salahnya sendiri harusnya dia tidak memberi Pond obat perangsang yang diberi Papanya kemarin. Papanya bilang kalau Pond tetap marah dan tidak bisa diajak bicara baik-baik, obat itu pasti bisa membantu, ya memang benar dan sekarang Phuwinlah yang butuh bantuan karena obat itu. Bukankah ini sama saja dengan senjata makan tuan. sebenarnya sekeras apa obat itu sampai sekarang efeknya masih juga ada.

"Pond aku rasa aku benar-benar bisa pingsan." Phuwin menarik rambut Pond menjauhkannya dari dadanya, Pond yang sedang asik menjilati puting Phuwin cemberut merasa mainannya hilang.

"Satu kali lagi."

"Ini satu kali lagi sudah untuk yang entah ke berapa kalinya kalau kau lupa, dengar Pond berhenti sekarang juga atau kita tidak akan pernah melakukan hal seperti ini lagi selamanya." ancam Phuwin.

"Lalu bagaimana dengan ini." Tanya Pond menunjuk miliknya yang masih berdiri tegak, walau entah sudah berapa kali mendapatkan puncak. Phuwin heran, bukankah Pond belum makan dari kemarin dari mana asal tenaganya, kenapa belum tumbang-tumbang juga.

"Pergi berendam lah dengan air dingin, jernihkan kepalamu dan ambilkan teleponku aku harus bicara dengan Papa sekarang juga."

Wajah Pond tertekuk tapi tidak berani membantah Phuwin, ancaman Phuwin bukan main-main dia masih mau menikmati hidupnya, karena itu dia menurut saja.

Oh mereka sedang tidak ada di rumah, ini adalah salah satu kamar hotel mewah milik keluarga Pirapat, nanti malam pertunangan Pond dan Phuwin akan diadakan di tempat ini. Itu juga kalau mereka berdua tidak bertengkar lagi dan berubah pikiran.

.

.

"Berhenti menatapku seperti itu, Pond

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Berhenti menatapku seperti itu, Pond." kata Phuwin sambil tetap memejamkan matanya, tidur di pangkuan Pond masih lelah. Tadi saja Pond yang membantunya membersihkan diri dan makan, malas sekali bergerak badannya sakit semua.

"Anda begitu cantik." senyum bangga menghiasi wajahnya.

"Jangan terus merayu, aku tidak akan melakukannya lagi."

"Saya hanya mengatakan kenyataan, saya begitu beruntung memiliki anda."

"Ya terserah saja, biarkan aku tidur sebentar lagi."

"Lalu bagaimana dengan pertunangannya?" wajah Pond kecewa, sudah dipastikan usahanya mengumpulkan uang untuk membeli cincin gagal.

"Au.. ku kira kau sudah berubah pikiran dan tidak ingin bertunangan lagi."

Phuwin's Birthday Present Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang