"Kenapa lama sekali?" tanya Phuwin.
"Apa ada masalah, dimana kakak anda?" Tanya Pond saat melihat Phuwin sendirian di ruangan itu.
"Tak tau, Dia pergi tiba-tiba." Phuwin mengedikkan bahu. Tadi Neo mendapat telepon dan pergi begitu saja meninggalkan Phuwin sendirian. Emm..tidak bisa dibilang sendirian juga sih, di luar ruangan itu ada beberapa orang Neo yang bertugas menjaga Phuwin, jadi Phuwin aman.
"Maap tadi sedikit ada masalah." Pond memeluk Phuwin menghirup wangi rambutnya. Akhh..Pond suka ini.
"Masalah apa?"
"Ada orang yang mau mengganggu Lisa di parkiran belakang, untung saja saya datang tepat waktu."
"Apa Lisa baik-baik saja?" Tanya Phuwin khawatir.
"Ya dia baik-baik saja."
"Aku akan bicara pada Phi Neo, ku rasa kita perlu meningkatkan keamanan tempat ini."
"Ya itu benar, ayo kita pulang, ini sudah larut saatnya anda istrahat." Pond berdiri menyodorkan tangannya untuk membantu Phuwin berdiri.
"Kau tidak ingin minum dulu?" Tanya Phuwin memberikan tangannya untuk di genggam Pond.
"Dan mabuk? Tidak, itu tidak perlu saya sudah cukup mabuk saat ini."
"Bagaimana bisa, kau bahkan tidak minum segelas pun." Phuwin merasa heran sedari tadi kerjaan Pond hanya memeluk dan hanya ikut meminum jus buah milik Phuwin saja bagaimana dia bisa mabuk. Apa Pond minum dengan orang lain saat ke luar tadi.
"Saya mabuk, mabuk cinta pada anda."
"Huh dasar." Phuwin memukul Pond tapi wajahnya bersemu, yang dipukul malah balas mencium.
.
.
Tokk..tokk..
Phuwin yang hampir memejamkan mata di pelukan Pond merasa kesal, rencana tidur cantiknya terganggu dengan suara ketukan dari arah pintu besar kamarnya, siapa yang berani menggangunya malam-malam begini, apa dia cari mati.
"Pond, ada yang mengetuk pintu." Phuwin menggoyangkan tubuh Pond. Pond yang sudah tertidur perlahan membuka matanya.
Tokk..tokk..tokk..
"Siapa yang mengetuk pintu selarut ini?" Ketukan tidak berhenti, Pond bangkit mengambil kemejanya yang berada di dekat nakas dan mengenakannya terburu, tadi dia tidur bertelanjang dada sedikit gerah. berjalan ke arah pintu berniat membukanya, mungkin saja itu penting atau bisa jadi itu tuan besarnya yang butuh sesuatu,
Tokk..tokk..
"Iya tunggu sebentar." Jawab Pond sambil membuka pintu. Didepan pintu ada seseorang yang tidak asing baginya, sedang memasang wajah datar yang sedetik kemudian menjadi senyuman.
"Lama sekali, dimana Phuwin?" Itu Chimon yang kemudian menyelonong masuk ke dalam kamar tanpa menunggu jawaban dari Pond.
"Chi..ada apa?" Tanya Phuwin yang masih berada di tempat tidurnya, mengucek matanya. Apa ada masalah kenapa sepupunya ini ada di tempatnya selarut ini.
"Tidak ada, Aku hanya ingin tidur disini." Jawab Chimon to the poin dengan senyuman yang tidak luntur dari bibirnya.
"Tidak bisa.."
"Tidak."
Pond dan Phuwin seremtak menjawab. Tidak mau, Phuwin tidak mau sepupunya ini mengganggu acara tidurnya bersama Pond. Dan Pond juga pasti berpikir hal yang sama seperti Phuwin.
'Teganya." Chimon membuat wajah memelas.
"Lagi pula kenapa kau tidur di kamarku, di rumah ini masih banyak kamar kosong." gerutu Phuwin yang sudah tidak mengantuk lagi, malas sekali berdebat dengan sepupunya ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Phuwin's Birthday Present
Fanfiction"Phu.. Phu ingin hadiah ulang tahun apa?' tanya Papa Mix lembut. Anak laki-laki imut yang dipangil Phu itu menunjuk anak laki-laki lain yang tergeletak tak sadarkan diri di lantai dengan ekspresi kawatir. . . "Saya adalah milik anda, tuan muda Phuwi...
