Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Bab 55

2.3K 129 11
                                        

Dugk..brakk..

"Kita bicara sekarang saja Louis." Neo menendang orang didepannya, dan orang itu tersungkur tepat dibawah kakinya.

"Kau tidak liat aku sibuk tuan." Louis sedang berkelit mencoba menghindari pukulan tongkat bisbol dari salah satu orang yang mengepung mereka.

"Oh sial ! aku tidak punya waktu untuk ini matilah kalian semua." Neo mengeram penuh emosi menghajar orang-orang yang menyerangnya dengan brutal. Berharap ini semua segera selesai dan dia bisa berbicara dengan bebas dengan Louis.

Satu per satu tumbang ditangan Neo dan Louis, ini bukan apa-apa buat mereka terutama Neo. Kejadian seperti ini adalah makanan sehari harinya sejak menginjak usia belasan.

"Louis..Louis Louis .!" Neo terus saja memanggil Louis tapi yang dipanggil sama sekali tidak perduli, masih sibuk menghajar orang yang berusaha menyerangnya.

"Awas!" Sebuah pisau hampir menembus perut Louis, kalau saja Neo telat sedikit saja untuk menghadang. Neo mencengkram pisau  itu dengan tangannya, Louis tidak membuang kesempatan langsung menendang orang itu dan memukulnya sampai tidak bergerak lagi. Ini orang terakhir dan beres semua sudah mereka kalahkan.

"Kau baik baik saja?" Tanya Neo kwartir, memeriksa wajah Louis yang tampak sedikit memar terkena sebuah pukulan.

"Harusnya aku yang bertanya apa kau tidak apa-apa Tuan?" Louis melihat darah merembes dari telapak tangan Neo yang ternyata terluka karena pisau tadi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Harusnya aku yang bertanya apa kau tidak apa-apa Tuan?" Louis melihat darah merembes dari telapak tangan Neo yang ternyata terluka karena pisau tadi.

"Bukan masalah." Neo melihat telapak tangannya yang berdarah dengan santainya seperti sedang melihat luka karena digigit nyamuk.

"Ayo ke dokter." Louis menarik tangan Neo dan membawanya menjauh dari tempat itu.

"Tidak ayo kita bicara." Neo menghentikan langkahnya, menatap Louis dengan wajah putus asa. Neo lelah bukan cuma karena perkelahian tapi karen merasa begitu sulit bicara dengan Louis. Tidak memperdulikan sama sekali luka ditangannya.

"Baiklah, tapi paling tidak kita harus mengobati luka ini, ada toko obat di disana. Tuan tunggu sebentar disini aku akan segera kembali." Louis menunjuk ke seberang jalan. Mereka berada di sebuah taman kota sedikit jauh dari tempat dimana tadi mereka diserang.

"Oke." Jawab Neo menurut tak mau Louis marah lagi padanya. Neo duduk santai di salah satu bangku taman. Membiarkan Louis meninggalkannya berlari kecil ke arah toko obat yang ditunjuknya tadi.

.

.

"Aduhh....maap" karena buru-buru masuk ke toko obat itu, Louis tidak sengaja menabrak seseorang perempuan. Alhasil barang-barang yang dipegang perempuan itu terjatuh dan berserakan dilantai, dengan cepat Louis membantu mengumpulkan barang-barang itu.

"Trimakasih.' Dengan buru-buru perempuan ber hoodie hitam yang hampir menutupi semua wajahnya itu mengambil barang-barangnya kembali dari tangan Louis.

' Dengan buru-buru perempuan ber hoodie hitam yang hampir menutupi semua wajahnya itu mengambil barang-barangnya kembali dari tangan Louis

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Phuwin's Birthday Present Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang