Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Bab 24

5.9K 303 1
                                        


Phuwin bangun dipelukan Pond, mereka total telanjang pakaian mereka sudah bertebaran dimana-mana hanya ada selembar selimut tebal yang membungkus mereka dari dinginnya udara pagi. Ditatapnya wajah tidur Pond rasanya seperti mimpi, Pond kembali padanya dan sedang memeluknya sekarang. Wajah damai itu, wajah yang ingin dilihat Phuwin setiap saat, bibir itu, Phuwin jadi ingat apa yang terjadi semalam antara dirinya dan Pond, ingat bagaimana Pond mencumbunya semalaman, wajahnya langsung memerah malu.

"Aauu.." Phuwin meringis kesakitan bagian belakangnya rasanya begitu perih, tadinya dia berniat pergi ke toilet untuk membersihkan diri, rasanya seluruh rubuhnya lelah dan lengket.

"Anda sudah bangun, apa ada yang sakit?" Pond langsung bangun saat melihat Phuwin meringis kesakitan.

"Tidak apa-apa aku hanya ingin ke toilet." Phuwin berusaha beranjak tapi rasa sakitnya makin menjadi.

"Saya bantu." Pond mengambil boxer miliknya di lantai dan memakainya terburu, berniat membantu Phuwin, menggendongnya ke kamar mandi.

" Pond mengambil boxer miliknya di lantai dan memakainya terburu, berniat membantu Phuwin, menggendongnya ke kamar mandi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Tidak, aku bisa sendiri." wajah Phuwin bersemu merah, malu. Ditariknya selimut sampai batas leher menutupi sekujur tubuhnya, dia masih telanjang bulat ngomong-ngomong. Yah walaupun pada kenyatannya Pond sudah melihat semuanya semalam tapi tetap saja ini sedikit memalukan.

"Saya yang membuat anda begini. Jadi saya akan tangung jawab." Pond tidak mendengarkan penolakan Phuwin. Dengan cekatan mengendong Phuwin yang terbungkus selimut dan membawanya ke kamar mandi.

Pond menghidupkan air hangat pada bathtub dan memberinya sabun aroma terapi kesukaan Phuwin. Phuwin masuk kedalam bathtub dan mulai berendam, air hangat membuat bagian belakangnya terasa sedikit lebih baik.

"Bolehkah saya bergabung?" tanya Pond. Phuwin merentangkan tangannya sambil tersenyum hangat. Pond melepas boxsernya dan ikut berendam dipelukan Phuwin.

"Apa anda menyesal?" Tanya Pond

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Apa anda menyesal?" Tanya Pond. Entah kenapa tiba-tiba hatinya merasa sedih, Pikirannya campur aduk. Apa yang akan terjadi dengan mereka setelah ini, bagaimana dengan orang tua Phuwin? bagaimana dengan pertunangan Phuwin dan Prim? Semalam bahkan Pond tidak ingat sama sekali perihal pertunangan itu.

Phuwin's Birthday Present Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang