"Phu.. Phu ingin hadiah ulang tahun apa?' tanya Papa Mix lembut. Anak laki-laki imut yang dipangil Phu itu menunjuk anak laki-laki lain yang tergeletak tak sadarkan diri di lantai dengan ekspresi kawatir.
.
.
"Saya adalah milik anda, tuan muda Phuwi...
"Phuwintanggg..." Earth mengeram kesal membuat sosok yang sedang nyaman dipelukkannya mengeliat terganggu.
"Ada apa?" Mix mencoba membuka matanya dilihatnya Earth dengan aura yang tidak menyenangkan menatap handphone ditangan kananya, sementara tangannya yang lain masih setia memeluk tubuh Mix.
"Lihat kelakuan anakmu." Earth menyerahkan telepon genggamnya yang sedari tadi di remasnya ke hadapan Mix. Di Pijitnya pelan pangkal hidungnya mencoba menghilangkan rasa pusing dikepalanya.
Mix memicingkan matanya, membaca pesan yang dikirim oleh anak bungsunya berulang ulang, kemudian matanya berubah berbinar melihat pesan itu.
"Nah ini baru anakku." Kata Mix tersenyum bangga.
"Bawa kemari aku akan menelpon Phuwin, bagaimana dia bisa melakukan ini tanpa mendiskusikan apa pun dengan kita." Earth berniat mengambil handphonenya dari tangan Mix, tapi Mix meletakkannya menjauh dari jangkauan Earth.
"Ini masih gelap, aku masih mengantuk nanti marahnya peluk aku dulu." Mix merapatkan tubuhnya ke arah Earth mencari kehangatan, benar memang ini masih cukup pagi untuk memulai perdebatan.
"Huhh" Earth menghela nafas, sekali lagi kalah, Otak Earth tidak begitu setuju tetapi tubuhnya reflek membalas pelukan Mix, mendekapnya dengan nyaman seperti biasa meluapkan kemarahannya sejenak. Mix memang paling bisa menenangkan Earth. Dan keduanya kembali tertidur lelap.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
.
.
"Kenapa anda tersenyum?"tanya Pond
"Aku sedang membayangkan apa reaksi mereka."
"Tentang pernikahan kita?"
"Hehehe ya apa lagi."
"Phu Anda sangat nakal." Pond mencium gemas pipi Phuwin yang bersandar nyaman di bahunya.
"Kau baru sadar, sekarang sudah terlambat kau sudah tidak bisa lari lagi dariku Pond, semua orang sudah tau kau itu milikku."
"Saya tidak akan kemana pun Phu, Anda tau itu." Pond memeluk Phuwin, mereka sedang duduk dipinggir pantai sambil melihat pemandangan laut yang damai.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.