"Akkh..." Pond baru terbangun, pusing langsung menyerang kepalanya sepertinya efek kebanyakan minum dan tidak makan apa pun sejak kemarin, rasanya seluruh badannya sakit semua. Pond mencoba membuka matanya perlahan, tapi nihil semuanya tampak gelap. Mata Pond tertutup sebuah kain yang membuatnya tidak bisa melihat apa pun. Pond mencoba menggerakkan tangannya untuk melepaskan penutup matanya, kali ini pun dia gagal, kedua tangannya terikat dengan sebuah tali yang terhubung ke kepala tempat tidur dimana dia tergeletak. Apa yang terjadi sebenarnya, hal terakhir yang diingatnya adalah dia di bawa seorang wanita yang sama sekali tidak dikenalinya keluar meninggalkan tempat Neo. Pond sudah berusaha melepaskan diri tapi dia terlalu mabuk dan berakhir kehilangan kesadarannya.
"Hei..lepaskan saya." Pond sudah sepenuhnya sadar, mencoba menarik-narik tangannya, tapi dia tetap tidak bisa bergerak, dia mencoba menggerakkan kakinya, sepertinya kakinya pun di ikat dengan kencang. Pikiran buruk melintas di kepala Pond, apa wanita itu menculiknya dan mau memutilasinya untuk di jual organ tubuhnya? Atau dia dikirim salah satu musuhnya yang ingin membalas dendam. Pond semakin memberontak berusaha melepaskan diri.
Seseorang duduk dengan santainya di sebuah sofa di depan tempat tidur dimana Pond berada, mengamati Pond yang terus berontak frustasi mencoba melepaskan diri membuatnya tersenyum bahagia.
"Lepaskan saya, saya tau ada orang disini, cepat lepaskan saya, atau kau akan menyesal..!" ancam Pond.
Orang itu berdiri berjalan perlahan mendekat ke arah Pond. Ditangannya ada sebuah benda tajam berkilau, perlahan menyentuh kulit Pond dengan ujungnya. Pond berjengit kaget dengan rasa dingin benda tersebut. Apakah sekarang dia akan dibunuh. Tidak Pond harus pergi dari sini dan kembali pada Phuwin dalam keadaan hidup,
"Apa maumu brengsek?" tanya Pond tapi tidak aja jawaban apa pun. Orang itu malah mulai sibuk menggunting baju Pond. Baju mahal pemberian Phuwin menjadi potongan-potongan kain tidak berguna dan berhamburan begitu saja dilantai.
Hawa dingin menerpa tubuh bagian atas Pond, sudah dipastikan dia sudah telanjang dada. Tidak berhenti disitu orang itu juga mulai memotong celana jins Pond dan membuangnya. Pond nyaris telanjang hanya tersisa celana dalam yang melekat di tubuhnya yang atletis.
"Brengsek apa yang kau lakukan, menyingkir, lepaskan saya." Maki Pond saat merasakan orang itu ada di sela-sela kakinya, merangkak terus ke atas. Ujung jarinya menyentuh perut Pond yang tercetak sempurna dengan perlahan. Membuat pola abstrak yang membuat Pond sedikit merinding. Tangan dan kaki Pand yang terikat sudah memerah karena terus memberontak.
Seringai tampak di wajah orang itu, tangannya terus bergerilnya menyentuh seluruh tubuh Pond tanpa terkecuali, mengaguminya. Orang itu berhenti sebentar melihat ke pusat Pond yang masih tertutup celana dalam hitam. Gundukan itu masih tertidur pulas, itu tampak tidak cantik menurutnya, dan dengan senang hati dia akan membangunkannya.
"Brengsek! Lepaskan, lepaskan saya.!!" Pond merasakan pusatnya yang mulai dibelai dan di remas dari balik celana dalam. Memaki merasa jijik, sebenarnya apa mau orang ini.
"Berhenti, jangan lakukan itu, bunuh saja saya, sial!" Pond tidak suka ini, tidak mau, tubuhnya adalah milik Phuwin dia tidak ingin orang lain menyentuhnya. Lebih baik mati dari pada harus menyerahkan dirinya pada orang lain.
Tapi orang itu malah makin bersemangat menggunting satu satunya yang masih melekat ditubuh Pond dan membuangnya, senyum bahagia terus mengembang diwajahnya. dan Pond total telanjang.
Pond benci, dasar mesum gila, Pond pastikan akan menghabisinya segera. Orang itu terus mengusap dan meremas, tapi milik Pond tidak juga kunjung berdiri, orang itu menjadi kesal, bangkit dan mengambil sebuah botol kecil di nakas tempat tidur, mencengkeram rahang Pond dan meminumkannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Phuwin's Birthday Present
Fanfiction"Phu.. Phu ingin hadiah ulang tahun apa?' tanya Papa Mix lembut. Anak laki-laki imut yang dipangil Phu itu menunjuk anak laki-laki lain yang tergeletak tak sadarkan diri di lantai dengan ekspresi kawatir. . . "Saya adalah milik anda, tuan muda Phuwi...
