Bab 71

5.1K 181 57
                                        

Egois

Sebenarnya siapa disini yang egois? Pond, orang tua Phuwin atau keadaan yang memaksa Phuwin dan Lisa menikah. Jangan kira Pond tidak sedih, Pond tidak sehebat itu, hatinya juga tidak baik-baik saja, tetapi masa depan seorang anak yang dipertaruhkan disini. Di masa kecilnya, Pond juga tidak merasakan kasih sayang keluarga yang lengkap, jadi Pond tau benar bagaimana rasanya itu. Lalu apakah dia akan membiarkan seorang anak hidup jauh dari ibunya hanya gara-gara keegoisannya.

Pond ingin jadi satu-satunya milik Phuwin dan satu-satunya yang memiliki Phuwin selama sisa hidupnya, tapi keadaan sama sekali tidak memungkinkan hal itu. Phuwinnya milik orang lain sekarang.

"Gemini harus bahagia ya bersama papa dan mama." Pond berbisik entah pada siapa, pada kenyataannya bayi gembul yang mirip Phuwin ini sudah dipastikan tidak mengerti perkataannya bahkan bila bayi ini sedang tidak dalam keadaan tidur pulas seperti saat ini.

Walau hatinya begitu sedih tapi Pond tidak menyesal, pilihannya sudah benar kan Gemini akan hidup bahagia bersama kedua orang tuanya selamanya.

"Lalu bagaimana denganmu, kau tidak ingin bahagia?" tanya Lisa yang baru masuk ke ruangan itu, kamar barunya bersama Gemini. Kamar bernuansa biru yang di desain khusus untuk Gemini oleh Pond. Pond sangat menyayangi bayi gembul itu.

"Saya bahagia." Jawab Pond tanpa sedikitpun menatap Lisa. masih meringkuk mengamati Gemini yang masih tertidur lelap.

"Benarkah? Kau bohong dasar bodoh harusnya kau marah dan membenciku."

"Untuk apa? Anda kan tidak bersalah disini." Jawab Pond.

"Kau tau Pond aku tidak bahagia." Wajah Lisa tidak tampak sedikit pun kebahagiaan seperti layaknya pengantin yang baru menikah, muram.

"Phuwin adalah orang baik, dia pasti bisa membahagiakan kalian berdua."

"Lalu siapa yang akan membahagiakanku?" Tanya Phuwin yang baru masuk ke kamar itu, sedikit naik darah ketika mendengar perkataan Pond. Enak saja kenapa dirinya harus membahagiakan semua orang, lalu bagaimana dengan kebahagiaannya.

Pond tidak bisa menjawab, masih meringkuk mengamati Gemini, sementara bibirnya terkunci rapat, kali ini Pond tidak bisa mengatakan lagi seperti biasa bahwa Pond lah yang akan membahagiakan Phuwin selamanya.

"Lihat aku kalau bicara, katakan padaku sekali lagi Pond apa kau bahagia?"Phuwin menarik Pond sehingga mereka berdua berdiri berhadapan.

"Ya saya bahagia." Jawab Pond tanpa gentar. Walau tampak jelas di matanya yang sama sekali tidak mencerminkan perkataannya.

"Hahaha Oke baiklah ini kan yang kalian semua inginkan." Phuwin menghampiri Lisa yang juga berdiri tidak jauh dari mereka. menarik lengannya. Lisa yang tidak siap terhuyung ke pelukan Phuwin dan Phuwin langsung mencium Lisa tanpa aba-aba, Lisa terkejut bukan main, dengan reflek Lisa menampar Phuwin dengan tangannya yang bebas sekuat tenaga.

"Brengsek! Lepaskan saya!" maki Lisa di hapusnya bekas ciuman Phuwin di bibirnya jijik, Itu hanya menempel beberapa detik tapi Pond melihatnya Lisa tidak mau Pond salah paham.

"Memang, lalu apa masalahnya toh kita sudah menikah dan kau setuju akan hal itu Lisa." Phuwin menjilat bibirnya yang sedikit robek. wow tamparan Lisa benar-benar sesuatu.

"Tapi bukan berarti tuan bisa memperlakukan saya seenaknya." Maki Lisa sambil terus berontak mencoba melepaskan diri dari cengkraman Phuwin. Lisa sangat kesal bagaimana Phuwin bisa melakukan hal seperti itu dihadapan Pond. Dan kenapa Pond hanya diam dan tidak berniat membantunya sama sekali.

Lisa terus memberontak sampai Phuwin membisikan sesuatu ke telinganya yang entah apa itu, wajah Lisa sedikit menegang tapi kemudian mulai tenang dan berhenti memberontak.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 26, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Phuwin's Birthday Present Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang