"Phu.. Phu ingin hadiah ulang tahun apa?' tanya Papa Mix lembut. Anak laki-laki imut yang dipangil Phu itu menunjuk anak laki-laki lain yang tergeletak tak sadarkan diri di lantai dengan ekspresi kawatir.
.
.
"Saya adalah milik anda, tuan muda Phuwi...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Pond.'
"Ya."
"Aku bahagia sekali." Phuwin menyadarkan kepalanya di bahu Pond, mereka sedang berada di sebuah padang bunga yang sangat luas. Itu ada di salah satu sisi gunung yang mereka tempati saat ini.
"Saya juga."
"Apa ini surga?"
"Saya rasa begitu, karena ada seorang malaikat yang sedang bersandar di bahu saya saat ini." jawab Pond.
"Huh..dasar perayu." Phuwin memerah malu.
"Di dunia ini orang yang akan saya rayu itu hanya anda saja."
"Haiss..malas bicara denganmu, aku pergi." Phuwin bangun dan berjalan pergi menjauh.
"Tunggu saya." Pond ikut berdiri berniat mengejar Phuwin tapi handphone di sakunya bergetar ada nama Neo tertera disana. Dengan tergesa diangkatnya telepon itu, sambil terus berjalan menghampiri Phuwin.
"Ya halo Tuan Neo." Pond berhenti melihat Phuwin yang ternyata juga berhenti dan memandangnya dengan heran. "Ya baik kami akan segera kembali." Pond menutup telepon, wajah Pond berubah tegang.
"Siapa yang telepon?" tanya Phuwin.
"Tuan Neo."
"Kenapa Phi Neo menelepon?"
"Kita harus segera kembali," jawab Pond mengandeng tangan Phuwin dengan wajah yang sulit diartikan.
"Ada apa?" tanya Phuwin sedikit khawatir, kekhawatirannya bertambah saat melihat orang-orang kakaknya mendekat dan berjalan bersama mereka. Pasti ada yang tidak beres.
"Kita bicarakan nanti diperjalanan." jawab Pond.
"Tidak, beri tau aku sekarang atau aku tidak akan pergi kemana pun." Phuwin berhenti berjalan, bersikeras ingin tau apa yang sebenarnya terjadi sekarang juga, dia tidak ingin terus menduga-duga.
"Pond!" Nada suara Phuwin meninggi karena Pond tidak juga menjawabnya.
"Orang tua anda di rumah sakit," Kata Pond pada akhirnya, Phuwin sangat terkejut, semalam orang tuanya vidio call dengannya dan mereka tampak baik-baik saja.
"Bagaimana bisa?"
"Mereka diserang." Jawab Pond lagi, wajah Phuwin berubah pucat, perasaan takut tiba-tiba menyerangnya, digenggamnya tangan Pond dengan erat mencari kekuatan. Phuwin berjalan cepat meninggalkan tempat itu diikuti Pond dan orang-orang kakaknya sambil terus merapalkan doa semoga orang tuanya baik-baik saja
.
.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.