Bab 14

6.2K 327 14
                                        


Phuwin mengernyitkan matanya sinar matahari menembus jendela kamar itu. Dia bangkit dengan malas, hari sudah siang sepertinya. Di lihatnya sekeliling, dia baru ingat dia ada ditempat asing, bukan di dalam kamar yang biasa di tempatinya 17 tahun ini.

Di lihatnya sekeliling, Pond sudah tidak ada disampingnya, kemana Pond? Ketakutan tiba-tiba menyerang Phuwin. Pond tidak meninggalkannya sendirian kan? Phuwin beranjak buru-buru keluar kamar untuk mencari Pond. Phuwin berjalan mengitari resort itu dengan perasaan campur aduk, Hatinya baru lega saat akhirnya melihat orang yang sedari tadi dicarinya.

Pond sedang sibuk mengayunkan kampak membelah kayu bakar. Tampak begitu seksi dengan kaos dalam yang memperlihatkan lengannya yang berotot serta keringat yang bercucuran membuat rambutnya yang mulai panjang tampak lepek.

"Anda sudah bangun. Apa tidur anda nyenyak?" Tanya Pond saat menyadari Phuwin sudah berada di dekatnya. Phuwin hanya mengangguk. Phuwin melepas kaosnya juga lalu mengambil potongan kayu bakar yang sudah dibelah Pond, berniat membantu menyusunya ditempatnya.

"Apa yang anda lakukan, biar saya yang lakukan sendiri" larang Pond.

"Is.. aku juga laki-laki, kalau kau lupa Pond" Phuwin cemberut dia hanya ingin membantu bekerja juga.

"Nanti anda lelah, duduk saja disini minum teh hangat ini" Pond menuntun Phuwin untuk duduk, dituangnya teh yang sedari tadi ada di sebuah meja di depannya ke sebuah gelas dan menyodorkannya ke arah Phuwin

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Nanti anda lelah, duduk saja disini minum teh hangat ini" Pond menuntun Phuwin untuk duduk, dituangnya teh yang sedari tadi ada di sebuah meja di depannya ke sebuah gelas dan menyodorkannya ke arah Phuwin. Phuwin menerimanya dengan wajah yang masih tertekuk.

"Tunggu disini atau anda bisa pergi ke dapur untuk sarapan, Paman Gulf bilang kalau kita mau sarapan kita bisa mengambilnya di dapur" jelas Pond kemudian kembali berdiri meneruskan pekerjaannya.

"Baiklah, aku pergi ke dapur saja" Phuwin malas berdebat dengan Pond di pagi hari, dia meminum tehnya lalu ikut berdiri berjalan ke bagian dapur di sisi lain bangunan itu. Tidak sulit menemukan dapur karena tadi Phuwin sudah melihatnya saat sedang mencari Pond.

.

.

"Halo Phi " sapa Phuwin pada seorang laki-laki yang sedang memunggunginya sibuk memasak di dapur. Laki-laki berbalik melihat Phuwin.

 Laki-laki berbalik melihat Phuwin

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Phuwin's Birthday Present Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang