Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Bab 3

8.6K 530 7
                                        

Pond hanya melihat kertas gambarnya yang kosong.  Ini sudah beberapa minggu Pond mulai sekolah di sekolah Phuwin. Pond sedikit kualahan mengejar ketinggalan pelajaran, harusnya dia sudah berada di kelas yang lebih tinggi dari Phuwin, tapi karena selama ini dia tidak bersekolah jadi dia harus mengulang dari kelas dasar di elementary school bersama Phuwin.

Hampir tiap hari bibi Nam atau Phuwin akan membantunya belajar di rumah agar bisa menyusul ketinggalannya selama ini.

"Huff..." Pond menghela nafas apa yang harus di gambarnya, tugasnya di kelas kali ini adalah menggambar anggota keluarga tapi Pond kan tidak punya keluarga selain pamannya yang jahat, tidak Pond tidak ingin menggambar pamannya.

Diliriknya Phuwin yang asik menggambar, gambarnya tampak hampir selesai. Saat serius tuan mudanya ini terlihat sangat mengemaskan. Pond tersenyum dia tau akan menggambar apa, dia akan menggambar Phuwin di bukunya. Pond mulai fokus mencoret coret kertas gambarnya.

"Hei.. tembalikan gambar ku!" Phuwin bangkit dari tempat duduknya. Mencoba mengambil gambar yang direbut seorang anak yang tampak lebih besar darinya.

"Kau ini bodoh ya? Keluarga itu isinya ayah ibu, kakak dan adik. Kenapa semua keluargamu laki-laki, dimana gambar ibumu?" ejek anak itu.

"Aku puna papa Mix. Aku tidak perlu ibu,  tembalikan ku bilang." Phuwin menggapai-gapai kertas gambarnya dengan sedikit kesal, Pond melihat itu segera menghentikan aktifitasnya berniat membantu Phuwin.

"Hei kembalikan gambarnya" kali ini Pond berdiri sejajar anak tadi meminta gambar Phuwin.

"Anak baru tidak usah ikut campur" anak itu mendorong Pond menjauh, karena perbedaan besar mereka Pond terdorong jatuh.

"Nihh ambil gambar mu" anak itu meremas gambar Phuwin dan melemparkannya ke arah Phuwin. Phuwin mengambil gambarnya yang jatuh di lantai, melihatnya dan menangis, gambar keluarganya yang sudah susah payah dibuatnya rusak.

"Dasar cengeng begitu aja nangis, dasar anak tidak punya ibu" ejek anak itu lagi, lalu menyenggol bahu Phuwin dengan keras sembari berjalan pergi.

Tubuh Phuwin terhuyung hampir saja jatuh kalo saja Pond tidak sigap menangkapnya. Pond geram dia langsung menerjang anak laki-laki tadi dan memukulinya sekuat tenaga. Terjadilah baku hantam antara Pond dan anak itu.

Suasana kelas menjadi riuh sampai guru datang dan memisahkan mereka. Untung saja Pond dan anak itu hanya di beri peringatan dan dihukum berdiri di lapangan sampai jam pulang sekolah berakhir bukan di skorsing, kalau tidak tentu akan sulit memberi penjelasan pada Mix nanti.

Untungnya lagi saat mereka pulang sekolah Mix tidak ada di rumah, yang ada hanya bibi Nam dan beberapa pelayan, bibi Nam sempat bertanya kenapa pakaian Pond kotor dan ada luka ditangannya, Phuwin berbohong tidak mau memperpanjang masalah dia bilang Pond jatuh saat bermain jadi seragamnya kotor.

.

.

"Tuan kenapa anda tidak makan?" Tanya Pond sementara Phuwin hanya mengaduk-aduk makannya.

"Aku tidak lapal" jawab Phuwin tidak bersemangat. Kejadian tadi membuatnya tidak berselera makan apa lagi kali ini dia makan sendirian di kamarnya. Ayah dan Papanya belum juga pulang, ternyata mereka sedang pergi keluar kota mengurus pekerjaannya.

"Apa anda tau tuan. Dulu saya sangat sulit mendapatkan makanan. Saya harus bekerja sangat keras dulu agar paman saya senang dan memberi saya makanan. Kalau saya melakukan kesalahan sedikit saja paman bisa tidak memberi saya makan seharian penuh dan saya harus tidur dengan perut kosong dan itu sangat tidak nyaman" Pond tersenyum miris mengingat masa lalunya yang sulit.

Phuwin's Birthday Present Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang